Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Lampu Hijau dari Washington: Rudal AIM-120 AMRAAM Siap Diintegrasikan pada Jet Tempur FA-50PL

Masa depan armada jet tempur ringan FA-50PL Polandia kini menemui titik terang setelah Pemerintah Amerika Serikat resmi memberikan izin integrasi rudal udara-ke-udara jarak menengah AIM-120C AMRAAM. Kabar krusial ini dikonfirmasi oleh Wakil Panglima Staf Umum Angkatan Bersenjata Polandia, Jenderal Ireneusz Nowak, dalam wawancaranya dengan media Zbiam.

Baca juga: Dibalik Veto AS: Mengapa FA-50 Malaysia Terancam ‘Ompong’ Tanpa Rudal AIM-120 AMRAAM?

Persetujuan ini mencakup varian AIM-120C-5, C-7, dan C-8, yang merupakan jenis rudal yang sama dengan yang telah dioperasikan oleh armada F-16C/D Polandia. Langkah ini secara efektif menghapus kekhawatiran bahwa jet tempur buatan Korea Selatan tersebut akan kehilangan “jangkauan jauhnya” dan hanya terbatas pada rudal jarak pendek AIM-9X Sidewinder.

Meski persetujuan politik telah dikantongi, Warsawa masih dalam tahap diskusi mengenai mekanisme integrasi, apakah akan menempuh jalur Foreign Military Sales (FMS) melalui pemerintah AS atau Direct Commercial Sales (DCS).

Selain penguatan lini udara-ke-udara, Jenderal Nowak mengungkapkan ambisi Polandia untuk mempersenjatai FA-50PL dengan senjata presisi udara-ke-darat yang mematikan. Kandidat kuatnya mencakup rudal anti-tank Brimstone buatan MBDA serta rudal jelajah ringan Barracuda 500 milik Anduril, yang rencananya akan diproduksi secara lokal di Polandia.

Lepas dari Veto AIM-120 AS: Korea Selatan Integrasikan Rudal Meteor dan MICA ke FA-50

Namun, peningkatan kapabilitas yang signifikan ini berdampak pada jadwal pengiriman. Badan Persenjataan Polandia dan Korea Aerospace Industries (KAI) secara resmi telah merevisi jadwal pengiriman FA-50PL, yang kini dijadwalkan baru akan dimulai pada pertengahan 2027 hingga awal 2029.

Penundaan dari jadwal semula (2025) dipicu oleh kombinasi masalah rantai pasok, kompleksitas integrasi avionik canggih dan persenjataan AS, serta situasi geopolitik yang dinamis. Saat ini, pengujian intensif tengah berlangsung di Korea Selatan, termasuk serangkaian uji pengisian bahan bakar di udara menggunakan pesawat tanker A330MRTT milik Angkatan Udara Korea Selatan.

Sebagai platform yang jauh lebih perkasa dibanding versi FA-50GF sebelumnya, FA-50PL akan mengusung radar AESA PhantomStrike dari Raytheon, sistem Sniper Advanced Targeting Pod, hingga Helmet-Mounted Display (HMD).

Polandia Akuisisi Rudal Udara ke Udara ‘Lawas’ AIM-9L Sidewinder untuk Jet Tempur FA-50GF

Menariknya, rencana awal untuk meningkatkan 12 unit FA-50GF (Gap Filler) ke standar FA-50PL akhirnya dibatalkan pada akhir 2025 karena dianggap tidak layak secara ekonomi. Alhasil, unit-unit awal tersebut akan tetap pada konfigurasi aslinya dan difokuskan sebagai pesawat latih pilot.

Bagi kawasan Asia Tenggara, khususnya Malaysia yang memesan varian FA-50M (Block 20), perkembangan di Polandia ini memberikan preseden hukum dan teknis yang sangat menguntungkan. Mengingat varian pesanan Malaysia berbagi DNA teknologi yang serupa—terutama pada integrasi radar AESA dan sistem pengisian bahan bakar—persetujuan penggunaan AIM-120C oleh AS di platform FA-50 mengindikasikan bahwa peluang Malaysia untuk mendapatkan “taring” serupa kini terbuka lebar. (Gilang Perdana)

Produksi Jet Tempur FA-50 Block 20 Menghadapi Masalah, Pesanan Polandia (FA-50PL), Malaysia (FA-50M) dan Filipina Terancam Delay