Fury 120: Jet Pencegat Mini Perancis Spesialis Pemburu Drone Kamikaze Shahed-136

Dinamika medan perang di Ukraina telah melahirkan urgensi baru dalam arsitektur pertahanan udara global. Munculnya ancaman drone kamikaze murah seperti seri Shahed-136 dari Iran atau Geran Rusia telah menciptakan dilema ekonomi bagi negara-negara Barat; menggunakan rudal pertahanan udara yang sangat mahal untuk mencegat target yang harganya jauh lebih murah dianggap sebagai strategi yang tidak berkelanjutan.

Baca juga: Jerman Kirim “Tytan” ke Ukraina – Drone Spesialis Pencegat Drone Kamikaze dengan Tabrakan Kinetik

Menanggapi tantangan ini, sebuah perusahaan spesialis mekanik presisi asal Perancis, ALM Meca, memperkenalkan solusi yang sangat berani melalui pengembangan Fury 120, sebuah interseptor drone bertenaga jet yang dirancang untuk mengubah cara dunia menghadapi ancaman udara asimetris.

Secara desain, Fury 120 menanggalkan konsep baling-baling yang umum digunakan pada drone sekelasnya dan lebih memilih untuk mengadopsi karakteristik jet tempur mini.

Drone pencegat ini ditenagai oleh mesin microjet berbahan bakar kerosin yang memungkinkannya melesat hingga kecepatan 700 kilometer per jam. Kecepatan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan keunggulan taktis yang memungkinkannya mengejar target seperti Shahed yang relatif lambat dengan margin kecepatan tiga kali lipat.

Dengan dimensi yang ringkas—panjang sekitar satu meter dengan berat tinggal landas yang diperkirakan di bawah dua puluh kilogram—Fury 120 tetap memiliki daya tahan struktur yang luar biasa untuk melakukan manuver ekstrem hingga 20G guna mengoreksi lintasannya di detik-detik terakhir sebelum benturan.

Kecanggihan Fury 120 juga tercermin pada sistem kendali dan cara ia menetralisir lawan. Drone ini tidak bekerja sendirian, melainkan terintegrasi dengan jaringan radar darat yang akan memberikan data lokasi target secara otomatis. Begitu diluncurkan, Fury 120 akan menggunakan sensor elektro-optik dan inframerah internalnya untuk mengunci target secara mandiri, sehingga tetap efektif meskipun dalam kondisi gangguan sinyal atau perang elektronik yang hebat.

Drone Kamikaze Rusia Geran 2 (Shahed-136) Dibekali Rudal Udara ke Udara Jarak Dekat R-60

Untuk menghancurkan sasarannya, drone ini membawa hulu ledak fragmentasi seberat satu hingga dua kilogram. Melalui sensor jarak yang presisi, Fury 120 akan meledak saat berada di radius terdekat target, menyebarkan pecahan logam untuk menghancurkan struktur vital mesin atau sayap drone lawan, meskipun energi kinetik dari kecepatannya yang tinggi sebenarnya sudah cukup untuk menghancurkan target melalui benturan langsung.

Berbeda dengan proyek militer Perancis pada umumnya yang melibatkan konsorsium raksasa, Fury 120 adalah produk dari kelincahan sektor industri menengah. Dikembangkan dalam waktu kurang dari satu tahun dengan pendanaan mandiri, proyek ini menunjukkan bahwa inovasi pertahanan kini harus bergerak secepat ancaman yang ada di lapangan.

Startup Ukraina Luncurkan Low Cost Drone Interceptor

Dengan radius operasional yang efektif antara 30 hingga 50 kilometer, Fury 120 diposisikan sebagai “sprinter” yang akan diluncurkan hanya saat ancaman terdeteksi untuk melakukan intersepsi cepat. Pendekatan ini tidak hanya mengamankan infrastruktur kritis dari serangan swarm drone, tetapi juga membantu angkatan bersenjata menghemat stok rudal pertahanan udara utama mereka untuk ancaman yang lebih besar, sekaligus menciptakan keseimbangan biaya yang lebih rasional dalam peperangan masa depan.

Para analis menyebut Fury 120 sebagai pesaing potensial bagi sistem Roadrunner buatan Anduril (Amerika Serikat). Jika Fury 120 berhasil masuk ke tahap produksi massal dan digunakan secara operasional, maka akan menjadi simbol kebangkitan industri pertahanan Eropa yang lebih adaptif, efisien, dan siap menghadapi ancaman perang asimetris di masa depan. (Gilang Perdana)

Hadapi Drone Kamikaze, Angkatan Darat AS Borong Coyote Block 2 Loitering Munition Interceptors

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *