India Siap Pamerkan LRAShM: Rudal Hipersonik “Carrier Killer” Penghancur Kapal Induk

India bersiap mengejutkan dunia dengan memamerkan sistem senjata hipersonik terbarunya, Long Range Anti-Ship Missile (LRAShM), pada parade Hari Republik tanggal 26 Januari 2026. Rudal ini menjadi simbol kemajuan pesat India dalam perlombaan senjata hipersonik global, menempatkan New Delhi dalam jajaran elit negara pemilik teknologi game changer bersama Rusia, Cina, dan Amerika Serikat.

Baca juga: Ironi Geopolitik: Zirkonium Australia Jadi Kunci Produksi Rudal Hipersonik dan Nuklir Cina 

Pengembangan LRAShM merupakan proyek ambisius yang dipimpin oleh DRDO (Defence Research and Development Organisation), khususnya melalui Advanced Systems Laboratory (ASL) di Hyderabad. Program ini berakar dari kebutuhan India untuk memiliki kemampuan serangan jarak jauh yang mampu menembus sistem pertahanan udara paling rapat sekalipun di kawasan Samudra Hindia.

Proyek ini telah melewati serangkaian uji coba penting, termasuk uji terbang perdana pada tahun 2023 dan uji coba sukses besar pada 16 November 2024 di Pulau Abdul Kalam, Odisha.

Rudal ini diproduksi oleh raksasa pertahanan negara, Bharat Dynamics Limited (BDL), dengan dukungan komponen elektronik dari Electronics Corporation of India Limited (ECIL).

LRAShM dirancang untuk menghancurkan target bergerak bernilai tinggi, seperti kapal induk dan gugus tempurnya. Sebagai rudal hipersonik, LRAShM mampu mencapai Mach 8 hingga Mach 10 (sekitar 12.000 km/jam). Dengan kecepatan itu, rudal dapat menghancurkan kapal perang lawan hanya dalam waktu 7 hingga 8 menit setelah diluncurkan.

Jangkauan operasional LRAShM disebut melebihi 1.500 kilometer, memberikan kemampuan serangan stand-off yang aman bagi peluncur. LRAShM menggunakan sistem pemandu dengan kombinasi navigasi inersial (INS), multi-GNSS, dan pencari target (seeker) Radar Apertur Sintetis (SAR) X band untuk akurasi presisi pada fase terminal.

Spesifikasi mengenai dimensi LRAShM sangat dijaga ketat. Namun, berdasarkan analisis teknis dari platform peluncuran dan perbandingannya dengan keluarga rudal K-series India (seperti K-4 atau Agni-P), panjang LRAShM diperkirakan sekitar 12 hingga 14 meter. Panjang ini dirancang agar kompatibel dengan modul Universal Vertical Launch Module (UVLM).

Bicara berat, LRAShM diperkirakan mencapai 15 hingga 20 ton. Bobot yang cukup berat ini diperlukan untuk membawa bahan bakar padat yang mampu mendorong rudal hingga ke lapisan atmosfer atas sebelum melepaskan wahana luncur (glide vehicle).

Lantaran melesat hipersonik, LRAShM punya ketahanan panas ekstra, struktur kompositnya mampu menahan suhu ekstrem di atas 2.000°C saat terbang di atmosfer.

Dari Analisa Puing, Ukraina Pelajari Kemampuan Rudal Hipersonik 3M22 Tsirkon (Zircon)

Secara teknis, LRAShM diklasifikasikan sebagai Hypersonic Boost-Glide Vehicle (HGV) atau rudal Quasi-Ballistic. Berbeda dengan rudal balistik tradisional yang mengikuti jalur busur tetap ke luar angkasa, LRAShM diluncurkan menggunakan roket pendorong (booster) dua tahap menuju atmosfer atas, namun kemudian melepaskan kendaraan luncur yang terbang mendatar dan mampu bermanuver secara ekstrem untuk menghindari deteksi radar dan intersepsi rudal penangkis.

Jika dikomparasikan, LRAShM India sering disebut memiliki peran yang mirip dengan rudal jelajah 3M22 Tsirkon (Zircon) milik Rusia. Keduanya adalah senjata hipersonik anti-kapal dengan jangkauan lebih dari 1.000 km. Namun, terdapat perbedaan teknologi utama, Zirkon adalah Hypersonic Cruise Missile sejati yang menggunakan mesin Scramjet untuk mempertahankan kecepatan hipersonik sepanjang penerbangan.

Frigat Admiral Gorshkov Kembali Luncurkan Rudal Anti Kapal Hipersonik Tsirkon

Sedangkan, LRAShM menggunakan teknologi Boost-Glide (meluncur tanpa mesin setelah didorong roket). Meskipun berbeda metode propulsi, keduanya memiliki efek yang sama, yaitu hampir mustahil untuk dicegat oleh sistem pertahanan Aegis atau Patriot saat ini.

Salah satu keunggulan utama LRAShM adalah fleksibilitas peluncurannya. Rudal ini dirancang untuk ditempatkan di kapal-kapal perang garis depan Angkatan Laut India menggunakan peluncur tegak Vertical Launch System (VLS) atau Universal Vertical Launch Module (UVLM). Selain di kapal perang (seperti destroyer stealth Visakhapatnam class), rudal ini juga dapat diluncurkan dari platform darat menggunakan kendaraan peluncur (TEL). (Gilang Perdana)

AL India Resmi Operasikan Destroyer Stealth Buatan Dalam Negeri, INS Visakhapatnam

2 Comments