Ironi Geopolitik: Zirkonium Australia Jadi Kunci Produksi Rudal Hipersonik dan Nuklir Cina

Cina boleh sesumbar dengan mengembargo ekspor Galium, yakni material penting yang mendukung komponen sistem radar canggih AESA (Active Electronic Scanning Array), yang akhirnya disebut mempengaruhi produksi radar AN/APG-85 untuk jet tempur stealth F-35, namun sebaliknya, Cina ternyata punya ketergantungan material lain dari negara yang secara politik berkontra dengan mereka.
Seperti dikutip ABC News, Australia menjadi pemasok mineral penting bagi Cina untuk rudal hipersonik dan program nuklirnya. Perusahaan-perusahaan Cina ternyata merupakan pemegang saham terbesar di dua tambang Australia yang memproduksi mineral penting bagi rudal hipersonik dan program nuklir Beijing, membantu Cina mengatasi “tantangan berat” dalam mengakses sumber daya utama.
Dalam pengakuan langka atas kerentanannya, Cina mengatakan bahwa mereka bergantung pada impor untuk pasokan zirkonium, mineral penting yang kurang dikenal dan Australia adalah produsen terbesar di dunia dan memasok 41 persen impornya ke Cina.
Regulator Australia tidak hanya mengizinkan perusahaan-perusahaan yang didukung Beijing untuk menjadi pemegang saham utama di dua tambang Australia Barat, tetapi pemerintah federal bahkan memberikan pinjaman lunak sebesar Aus$160 juta kepada salah satu dari mereka untuk membantu produksi.
Cina Terang-terangan, Tampilkan Pembom Xian H-6K Gotong Rudal Balistik Hipersonik KD-21
Australia memasok bahan baku penting ini untuk pengembangan militer Cina, sementara pada saat yang sama mendaftar untuk menjadi mitra pilihan bagi Amerika Serikat dalam upayanya untuk mematahkan cengkeraman Beijing atas pemrosesan tanah jarang dan mineral penting.
Meski bisnis jalan terus, Australia dan Amerika Serikat menyepakati kerangka kerja mineral penting untuk mengekang dominasi Cina atas rantai pasokan.
Pangkas Dana Berlebih, Cina Berhasil Kembangkan Material Tahan Panas Untuk Rudal Hipersonik
Bulan lalu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menandatangani kesepakatan senilai US$13 miliar dengan Presiden AS Donald Trump untuk membantu memastikan Amerika Serikat memiliki cukup bahan baku bagi sektor pertahanan dan teknologinya.
Cina tidak hanya memproses zirkonium untuk keperluannya sendiri. Data yang diperoleh Four Corners menunjukkan bahwa Cina mengekspor kembali sebagian zirkonium ke Rusia,
Sejak perang dengan Ukraina dimulai pada tahun 2022, ekspor zirkonium dari Cina keRusia telah melonjak lebih dari 300 persen. Dan perusahaan induk utama dari salah satu perusahaan tambang Australia sangat terlibat dalam perdagangan baru ini.
Melesat Mach 10, Cina Punya Rudal Anti Kapal Hipersonik YJ-21, Bikin Armada AS Ketar-ketir
David Kilcullen, seorang ahli strategi militer dan mantan penasihat Menteri Luar Negeri AS, mengatakan Australia perlu mempertimbangkan kontrol yang berlaku untuk mineral-mineral pentingnya.
Meskipun zirkonium diklasifikasikan sebagai mineral penting, mineral ini sebagian besar terabaikan dalam pergolakan geopolitik beberapa tahun terakhir. Zirkonium secara tradisional digunakan pada ubin kamar mandi dan toilet, tetapi salah satu penggunaan yang lebih canggih adalah spons zirkonium, yang digunakan untuk membungkus batang bahan bakar nuklir.
Cina Luncurkan Rudal Balistik Hipersonik DF-17 Langsung ke Arah Taiwan
Batang bahan bakar ini digunakan di pembangkit listrik sipil, tetapi para ahli mengatakan negara mana pun yang ingin memperluas persenjataan nuklirnya membutuhkan pasokan zirkonium yang stabil. Titik leleh zirkonium yang tinggi — di atas 1.800 derajat Celcius — juga menjadikannya ideal untuk suhu ekstrem yang dapat ditahan oleh rudal hipersonik, yang melaju dengan kecepatan lebih dari lima kali kecepatan suara.
Diperkirakan Cina memiliki kurang dari 1 persen zirkonium dunia, sebuah kerentanan yang diidentifikasi oleh National University of Defense Technology, sebuah divisi penelitian dan pengembangan Tentara Pembebasan Rakyat. “Sebagai importir dan konsumen utama zirkonium, Cina menghadapi tantangan berat terhadap keamanan sumber daya.” Namun, Cina mendominasi pemrosesan hilir, seperti halnya banyak mineral penting lainnya.

Cina telah berupaya menutupi kekurangan zirkoniumnya dengan mengambil alih saham utama di dua perusahaan tambang Australia Barat, salah satunya adalah Image Resources, yang pemegang saham terbesarnya adalah LB Group, yang seperti banyak perusahaan di Cina daratan, memiliki hubungan dekat dengan pemerintah di Beijing. (Bayu Pamungkas)
Bukan Hanya di Indo Pasifik, Beijing Investasikan Jaringan Pangkalan Laut Hingga Pesisir Atlantik



hmm, setidaknya hanya segelintir yang cina belum bisa menambang atau di tanah mereka memang tidak ada, tapi ya ini masalah serius jika tidak diatasi di masa mendatang, alternatif lain harus dicari jika rantai pasokan ini ditutup