Perkuat Pasukan Infanteri, Korps Marinir AS Gandeng Anduril untuk Pengadaan Drone Kamikaze Bolt-M

Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) telah mengambil langkah strategis untuk memodernisasi kekuatan tempur tingkat regu dengan menggandeng perusahaan teknologi pertahanan Anduril Industries. Melalui kontrak senilai US$23,9 juta, Anduril akan melengkapi personel Marinir dengan Bolt-M, sebuah amunisi loitering (drone kamikaze) canggih yang dirancang untuk dibawa di dalam tas punggung (man-packable).
Inisiatif ini merupakan bagian dari program Organic Precision Fires-Light (OPF-L) untuk memberikan kemampuan serangan presisi mandiri bagi unit infanteri terkecil.
Bolt-M bukan sekadar drone kamikaze biasa; pasalnya merupakan platform Vertical Take-Off and Landing (VTOL) yang menggabungkan kemudahan operasional drone konsumen dengan daya mematikan senjata militer. Berikut adalah rincian spesifikasi teknis yang membuat Bolt-M unggul di medan laga:
Dengan total berat sistem sekitar 5 hingga 6 kilogram (tergantung konfigurasi hulu ledak), Bolt-M dapat dilipat dan dimasukkan ke dalam ransel standar prajurit. Hal ini memungkinkan setiap anggota regu membawa lebih dari satu unit tanpa membebani mobilitas mereka.
Introducing the Bolt family of man-packable Autonomous Air Vehicles ft. both ISR and munition variants.
Bolt-M equips ground forces with simple, lethal, and reliable precision firepower. It uses advanced autonomy software to enable operators to focus on four simple decisions:… pic.twitter.com/wngFr6ffxX
— Anduril Industries (@anduriltech) October 10, 2024
Bolt-M mampu membawa hulu ledak seberat 1,4 kilogram. Anduril menyediakan opsi hulu ledak yang fleksibel, mulai dari jenis anti-personnel untuk menetralisir infanteri, hingga hulu ledak anti-armor yang mampu menembus lapisan baja kendaraan tempur ringan.
Drone ini memiliki durasi terbang (loitering) hingga 40 menit dengan jangkauan operasional mencapai 20 kilometer. Kemampuan ini memberikan waktu yang sangat luas bagi operator untuk mencari, mengidentifikasi, dan mengunci target sebelum melakukan serangan final.

Bolt-M dibekali dengan sistem operasi Lattice AI, Bolt-M dapat melakukan pelacakan target secara otonom. Bahkan jika sinyal GPS terganggu atau koneksi dengan operator terputus di fase akhir, drone tetap mampu mengejar target yang bergerak berkat sensor visi komputer yang tertanam di dalamnya.
Keunggulan taktis utama dari Bolt-M adalah kemampuan lepas landasnya yang tegak lurus. Tidak seperti drone kamikaze Switchblade yang membutuhkan tabung peluncur (launcher tube), Bolt-M dapat lepas landas dari permukaan datar mana pun, baik itu di dalam hutan yang rimbun maupun dari balik tembok bangunan di area perkotaan. Hal ini meminimalisir risiko operator terdeteksi oleh musuh saat hendak meluncurkan serangan.
Investasi besar dari Pentagon ini menandai pergeseran besar dalam doktrin pertempuran infanteri Korps Marinir AS. Dengan hadirnya Bolt-M, setiap regu Marinir kini memiliki “rudal saku” yang mampu menyerang target di balik bukit atau gedung tanpa harus menunggu bantuan serangan udara dari jet tempur atau helikopter. (Gilang Perdana)



Anduril Industries resmi memenangkan kontrak senilai USD 23,9 juta (sekitar Rp373 miliar) dari Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) dalam program Organic Precision Fires-Light (OPF-L).
Jumlah Unit: Lebih dari 600 unit Bolt-M.
Estimasi Harga: Sekitar USD 40.000 (Rp620 juta) per unit, mencakup sistem drone, stasiun kendali darat, dan peralatan pendukung.
Jadwal Pengiriman: Dimulai pada Februari 2026 hingga April 2027.
kalo buat operasi khusus atau perang skala kecil drone ini bagus, tapi buat perang jangka panjang butuh biaya mahal , biasanya militer akan ber inovasi sendiri seperti di perang ukraina.
coba min update juga drone yang spesifikasinya mirip drone kamikaze bolt m :
Anduril Bolt-M Amerika Serikat 20 km 40+ Menit ± USD 40.000 (Rp625 Juta)
STM Kargu-2 Turki 10 km 30 Menit ± USD 25.000 (Rp390 Juta)
IAI Rotem-L Israel 10 km 30 – 45 Menit ± USD 35.000 (Rp546 Juta)
WB Group Warmate 5 Polandia 30 km 240 Menit* ± USD 50.000 (Rp780 Juta)
Ziyan Blowfish A3 Cina 15 km 40 Menit ± USD 15.000 (Rp234 Juta)
Yor,
Nah itu dia. Lagipula drone Bolt itu berat banget 5 kg bisa ngurangin logistik prajurit yang bisa dia bawa. Udah itu pasti mahal, jauuuh lebih mahal dari drone fpv di pasaran. Lebih baik prajurit kita pakai drone fpv ringan dan murah seharga 400 usd yang tersedia di pasaran dan diikat peledak.
Terlalu mahal itu min resolusi kamera nya terlalu bagus buat drone kamikaze 🤣
Di Perang ukraina cukup pakai drone kecil sipil yang dijual bebas lalu pasang hulu Ledak dengan kamera standar aja 🤣
Resolusi kamera agak buram buram justru murah min 🤣