Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Perkuat Pasukan Infanteri, Korps Marinir AS Gandeng Anduril untuk Pengadaan Drone Kamikaze Bolt-M

Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) telah mengambil langkah strategis untuk memodernisasi kekuatan tempur tingkat regu dengan menggandeng perusahaan teknologi pertahanan Anduril Industries. Melalui kontrak senilai US$23,9 juta, Anduril akan melengkapi personel Marinir dengan Bolt-M, sebuah amunisi loitering (drone kamikaze) canggih yang dirancang untuk dibawa di dalam tas punggung (man-packable).

Baca juga: Korps Marinir AS Adopsi TRV-150C – Drone Kargo Copter ‘Besar’ untuk Dukungan Logistik di Medan Perang

Inisiatif ini merupakan bagian dari program Organic Precision Fires-Light (OPF-L) untuk memberikan kemampuan serangan presisi mandiri bagi unit infanteri terkecil.

Bolt-M bukan sekadar drone kamikaze biasa; pasalnya merupakan platform Vertical Take-Off and Landing (VTOL) yang menggabungkan kemudahan operasional drone konsumen dengan daya mematikan senjata militer. Berikut adalah rincian spesifikasi teknis yang membuat Bolt-M unggul di medan laga:

Dengan total berat sistem sekitar 5 hingga 6 kilogram (tergantung konfigurasi hulu ledak), Bolt-M dapat dilipat dan dimasukkan ke dalam ransel standar prajurit. Hal ini memungkinkan setiap anggota regu membawa lebih dari satu unit tanpa membebani mobilitas mereka.

Bolt-M mampu membawa hulu ledak seberat 1,4 kilogram. Anduril menyediakan opsi hulu ledak yang fleksibel, mulai dari jenis anti-personnel untuk menetralisir infanteri, hingga hulu ledak anti-armor yang mampu menembus lapisan baja kendaraan tempur ringan.

Drone ini memiliki durasi terbang (loitering) hingga 40 menit dengan jangkauan operasional mencapai 20 kilometer. Kemampuan ini memberikan waktu yang sangat luas bagi operator untuk mencari, mengidentifikasi, dan mengunci target sebelum melakukan serangan final.

Bolt-M dibekali dengan sistem operasi Lattice AI, Bolt-M dapat melakukan pelacakan target secara otonom. Bahkan jika sinyal GPS terganggu atau koneksi dengan operator terputus di fase akhir, drone tetap mampu mengejar target yang bergerak berkat sensor visi komputer yang tertanam di dalamnya.

Keunggulan taktis utama dari Bolt-M adalah kemampuan lepas landasnya yang tegak lurus. Tidak seperti drone kamikaze Switchblade yang membutuhkan tabung peluncur (launcher tube), Bolt-M dapat lepas landas dari permukaan datar mana pun, baik itu di dalam hutan yang rimbun maupun dari balik tembok bangunan di area perkotaan. Hal ini meminimalisir risiko operator terdeteksi oleh musuh saat hendak meluncurkan serangan.

Investasi besar dari Pentagon ini menandai pergeseran besar dalam doktrin pertempuran infanteri Korps Marinir AS. Dengan hadirnya Bolt-M, setiap regu Marinir kini memiliki “rudal saku” yang mampu menyerang target di balik bukit atau gedung tanpa harus menunggu bantuan serangan udara dari jet tempur atau helikopter. (Gilang Perdana)

AM General Tampilkan Humvee Saber Blade Edition 4×4 – Jadi Platform Peluncur Drone Kamikaze Switchblade 300 dan 600

3 Comments