TNI AL Akan Terima Korvet eks Korsel ROKS Bucheon 733 (Pohang Class), Telah ‘Pensiun’ Sejak Maret 2021

Tarik ulur program pengadaan korvet “Hibah” Pohang Class untuk TNI AL mendapat update terbaru, kali ini diwartakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI mendapatkan hibah dari Korea Selatan (Korsel) berupa satu unit kapal bekas Patrol Combat Corvette (PCC) ROKS Bucheon 773 (Pohang class). Komisi I DPR telah menyetujui penerimaan hibah tersebut sesuai surat Menteri Pertahanan Nomor B/2471/M/12/2023 tertanggal 19 Desember 2023.
Seperti dikutip Detik Finance, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid dalam rapat kerja, Kamis (6/6/2024) telah memberi persetujuan penerimaan hibah Alpalhankam dari dan ke luar negeri. Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra mengatakan kapal tersebut saat ini masih berada di dok Korsel dan akan dilakukan perbaikan struktur hingga mesin kapal sebelum dibawa berlayar ke Indonesia. Sumber pembiayaan perbaikan ditanggung Indonesia melalui anggaran rencana strategis (Renstra) Kemhan tahun 2025-2029.
Herindra menyebut, anggaran untuk perbaikan satu unit kapal itu sekitar senilai US$35 juta atau Rp569,97 miliar (asumsi kurs Rp16.285). Sebagai perbandingan, jika beli dalam keadaan baru untuk spesifikasi yang sama disebut senilai US$300 juta.

“Kemarin agak lama prosesnya sehingga anggaran US$105 juta sekarang sudah dialihkan untuk pemulihan kapal FREMM dari Italia. Nanti untuk perbaikan kapal ini akan dianggarkan melalui renstra berikutnya sebanyak US$35 juta dan sudah dalam blue book di Bappenas,” ucapnya.
Terkait adanya kekhawatiran tentang pemeliharaan, Herindra menyebut, akan tetap dianggarkan dalam renstra berikutnya. Keputusan ini diambil tidak hanya melihat dari nilai ekonomis, melainkan juga hubungan baik Korsel dengan Indonesia. “Karena memang hubungan Korea dengan Indonesia sudah begitu baik, kita sudah pernah ada perjanjian pembuatan kapal selam walaupun memang kondisinya tidak begitu memuaskan. Tetapi sekali lagi ini adalah semata-mata tidak dilihat dari segi ekonomis, tetapi karena Korea memiliki hubungan baik dengan kita, kita juga ada sedikit istilahnya imbal balik,” imbuhnya.
Korvet AL Peru BAP Guise Kebakaran dalam Latihan RIMPAC 2022, Sejenis yang Ditawarkan ke Indonesia
Tentang ROKS Bucheon 773 yang nantinya akan memperkuat armada Satuan Kapal Eskorta (Satkor) TNI AL, merupakan batch IV Pohang class, korvet ini dibangun oleh Hyundai Heavy Industries di Ulsan. Korvet ini diluncurkan pada 30 Desember 1988 dan resmi masuk arsenal Angkatan Laut Korea Selatan pada 4 Mei 1989. Startus Bucheon 773 saat ini telah dhapus dari arsenal Angkatan Laut Korea Selatan, dengan resmi purna tugas pada 25 Maret 2021.
Bila nanti Pohang class resmi dioperasikan TNI AL, maka status Indonesia akan sejajar dengan Filipina, Vietnam, Mesir, Peru dan Kolombia, yakni kelima negara tersebut juga mendapatkan paket hibah Pohang cass dari Korea Selatan.
[the_ad id=”77299″]
Semoga apa yang didapatkan TNI AL kelak sama dengan yang didapatkan Kolombia, dalam proyek hibah ke Kolombia, Korea Selatan menyerahkan korvet Pohang class dalam kondisi yang cukup baik, setelah melewati program rekondisi, nampak saat diserahkan kapal perang masih dilengkapi meriam OTO Melara 76 mm dan Otobreda 40 L/70 mm.
Di korvet Pohang Class, kedua paket senjata di haluan tersebut juga diadopsi dalam konfigurasi yang sama di bagian buritan, jadilah ada kanon kembar untuk OTO Melara 76 mn dan Otobreda 40mm L/70 twin naval. Konfigurasi tersebut menjadikan postur kekuatan kapal perang ini merata pada bagian depan dan belakang. Pada Pohang class generasi perdana sudah dilengkapi empat peluncur rudal anti kapal Harpoon, namun seiring uzurnya penggunaan kapal perang ini, menjadikan opsi Harpoon dihapus. (Gilang Perdana)



Batalkan saja, lebih baik akuisisi 5 unit kcr sekelas golok, cuma 114 M per unit, sama sama kopong tanpa rudal, fungsinya juga cuma sebagai kapal patroli saja
Ini biaya perbaikannya sampai Rp 500 M
Kita bikin romantis sajalah urusan ni Pohong Class tak perlu jadi polemik toh negara kita memang amat sangat kekurangan kapal perang, walau tak gahar2 amat hanya pakai meriam tak apalah buat patroli ya lumayan punya duit pasangi rudal Cina dah bagus.
Murce itu, 35jt$ dapet 2 otmel & 2 otbred, tinggal pasang atmaca di PAL, mungkin buat ronda Ambalat atou LCS😁
Hubungan baik itu maksudnya bukan hanya pertahanan, namun juga INVESTASI di indonesia yg menyerap ratusan ribu pekerja.
bila tdk dipertahankan, maka akan ada ledakan pengangguran PHK, bisa runyam negara
lebih baik ditarik kapal tunda dikirim ke PAL, ntar upgrade sendiri, biaya segitu lumayan buat ganti mesin plus maintenance plus pasang exocet baru secukupnya …
di TNI-AL kapal ini jadi sekelas OPV untuk patroli, mesin akan diganti CODAD kecepatan 24 knot.
lumayan gahar dengan meriam2 nya, setara fatahilah class
hmmm…hub. baik #pretsss lebih baik biaya retrofit dialokasikan untuk pengadaan armament×cms fregat merah putih dkk. apalagi biaya segitu hanya untuk 1unit.
sepertinya dlm waktu dekat juga akan datang revel class jadi tidak perlu membebani keuangan negara dgn mendatangkan kapal uzur
Kok biaya nya beda dengan link sebelah ya??
https://ipdefenseforum.com/2023/03/indonesia-boosts-naval-capabilities-with-south-korean-ships/
Mesin yg awalnya makai turbin gas, lgsg turun mesin ganti diesel yg awalnya bisa digeber 32 knot jd melorot 28 knot
Desain korvet ASW ala-ala Fatahilah class agaknya menjadi trade mark di seluruh dunia pada masanya
Memang boleh oleh UU? Ya walau dapat hibah ya kan jatuhnya barang bekas & negara keluar uang juga buat retrofit? Atau UU-nya sudah dibelokin sampai bisa beli falcon bekas?
Ifx/cbg selesai kah?