Tim Aerobatik Red Arrows Mendapatkan Pesawat Baru, Jet Latih Tempur dengan Desain Modular Unik

Siapa yang tak kenal dengan “Red Arrows,” ya inilah tim aerobatik legendaris milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) yang legendaris. Bagi warganet di Indonesia, nama Red Arrows dengan jet latih Hawk T1-nya sudah sangat lekat diingatan, maklum saja sudah dua kali Si Panah Merah ini berlaga di langit Jakarta, yaitu pada Indonesia AirShow 1986 dan Indonesia AirShow 1996.

Baca juga: Hawk MK.53 – Perjalanan dari Jet Latih, Penempur Taktis Hingga Andalan Tim Aerobatik TNI AU

Dan terkait eksistensi Red Arrows, ada kabar bahwa mulai tahun 2030, tim aerobatik Kebanggaan Negeri Britania ini akan mengoperasikan jenis pesawat baru. Pesawat yang dioperasikan saat ini, Hawk T1 usianya sudah terbilang tua, yaitu sudah dioperasikan sejak tahun 1974. Itu artinya Hawk T1 sudah digunakan lebih dari 40 tahun dengan melibatka 5.000 kali pertunjukan di dalam dan luar negeri. Menuanya pesawat pun menjadi isu krusial, terutama bila dikaitkan dengan keselamatan awaknya.

Dikutip dari Express.co.uk (12/9/2021), disebutkan Pemerintah Inggris telah mengesahkan penggantian Hawk T1. Aeralis, perusahaan lokal Inggris yang berbasis di Suffolk dikabarkan meraih kontrak untuk menggantikan pesawat tua Hawk T1. Dengan kontrak senilai 200.000 poundsterling, Aeralis nantinya akan menghadirkan sosok jet yang benar-benar berbeda untuk Red Arrows.

Dikatakan punya desain yang berbeda dan revolusioner, lantaran Aeralis akan menciptakan jet yang punya desain modular unik, dimana jet ini nantinya dapat diubah-ubah fungsinya, mulai dari jet latih dasar hingga bisa diubah menjadi jet tempur yang agresif. Kesemuanya itu bukan hal yang mustahil, dengan tetap mempertahankan fuselage dan kokpit, bagian mesin dan sayap dari jet ini bisa digonta-ganti sesuai misi yang dijalankan.

Aeralis lebih lanjut mengatakan, untuk mengubah konfigurasi mesin dan sayap pada pesawat ini hanya membutuhkan waktu 24-48 jam. Sesuai kontrak, Aeralis nantinya akan membuat sembilan unit jet untuk Red Arrows berikut kesiapan suku cadangnya. Dengan desain yang fleksibel, maka RAF dapat mengoperasikan lebih sedikit pesawat untuk beagam misi.

Baca juga: Miniature Detonating Cord dan Martin Baker MK10, Dua Fitur yang Selamatkan Pilot Hawk 209 TNI AU

“Kami dapat memasang sayap yang berbeda dan mesin yang berbeda sehingga menjadi pesawat latih, sehingga terbang lebih lambat dan lebih mudah untuk diterbangkan,” kata perancang pesawat kepada The Times. (Bayu Pamungkas)

3 Comments