Gandeng Galangan Kapal Lokal, Fincantieri (Italia) Tawarkan Frigat Modular FCx30 ke Arab Saudi

Selain berupaya menggolkan penjualan dua unit OPV (Offshore Patrol Vessel) ‘rasa frigat’ Paolo Thaon di Revel class ke Indonesia, galangan kapal Italia, Fincantieri kini tengah melakukan pendekatan untuk menawarkan solusi frigat ke Arab Saudi. Dalam Pameran Pertahanan World Defense Show (WDS) 2024 di Riyadh, Fincantieri meluncurkan konsep frigat modular FCx30 yang menargetkan pesanan dari Arab Saudi.

Baca juga: TNI AL Berpotensi Tahun ini Diperkuat Dua Unit OPV Rasa Frigat Paolo Thaon di Revel Class

Dikutip Breaking Defense, CEO Fincantieri Pierroberto Folgiero mengatakan bahwa pendekatan modularitas mempersingkat waktu produksi dibandingkan tren pasar frigat umum yang membutuhkan waktu paling tidak selama 40 bulan. Folgiero sangat yakin Arab Saudi berdiri sebagai pasar utama yang dapat dialamatkan untuk mengamankan penjualan FCx30 di masa depan.

Dalam penawarannya ke Arab Saudi, Fincantieri berkomitmen untuk membangun frigat multirole FCx30 dalam waktu 32 bulan, jangka waktu produksi yang agresif, yang menurut Fincantieri dimungkinkan berkat pendekatan pola produksi modular yang melibatkan penggunaan digital twin and separating ship and mast building.

Menurut presentasi Fincantieri, konsep FCx30 didasarkan pada desain frigat Al Zubarah class pesanan Qatar. FCx30 akan ditawarkan kepada pelanggan, termasuk Arab Saudi – yang dianggap sebagai prioritas penjualan utama – dalam tiga konfigurasi, yakni light, anti-submarine warfare (ASW) dan full.

Konsep modularitas, yang digerakkan oleh kembaran digital FCx, versi komputerisasi dari desain kapal, akan “diberikan data nyata” dari kapal fisik, setelah dibangun, sehingga para insinyur dapat mengoptimalkan perangkat keras dan perangkat lunak dengan memanfaatkan kecerdasan buatan.

Rencana untuk membangun lambung dan tiang FCx30 secara paralel berarti bahwa pengujian sistem manajemen tempur kapal, yang terintegrasi pada tiang (mast), dapat dimulai jauh lebih awal, dibandingkan dengan proses manufaktur tradisional yang lebih lama, yaitu dengan mengintegrasikan tiang setelah lambung kapal selesai.

Semua bergantung kepada pejabat pertahanan Arab Saudi untuk berbicara mengenai minat khusus dalam program akuisisi kapal frigat, namun Riyadh telah terbuka mengenai “peningkatan kapasitas angkatan laut” secara umum, bersamaan dengan Visi 2030 yang menargetkan 50 persen lokalisasi belanja pertahanan di industri dalam negeri.

Terkait dengan keterlibatan industri pertahanan di Arab Saudi, Fincantieri sedang menggarap perjanjian dengan Sofon, yakni otoritas pembuatan kapal nasional di Arab Saudi. Perjanjian Sofon sangat penting bagi pembuat kapal internasional agar memenuhi syarat untuk mendapatkan kontrak dari Angkatan Laut Arab Saudi. Sofon saat ini memiliki fasilitas pembuatan kapal berukuran besar di pantai timur Arab Saudi.

Fincantieri masih belum menerima pesanan pasti FCx, namun kapal tersebut juga sedang dipertimbangkan oleh Yunani untuk program korvet Angkatan Laut Yunani senilai €1,5 miliar (US$1,58 miliar). (Bayu Pamungkas)

Fincantieri Luncurkan Unit Terakhir Al Zubarah Class – Korvet Canggih Pesanan Qatar