Tak Mau Disalip Filipina, Indonesia Incar 16 Unit Jet Tempur KF-21 Boramae Block 2

Dinamika pengadaan jet tempur di Asia Tenggara kembali memanas. Indonesia dikabarkan telah memulai negosiasi baru dengan Korea Selatan mengenai rencana akuisisi unit jet tempur generasi 4.5, KF-21 Boramae. Berdasarkan laporan dari Janes.com (8/1/2026), Jakarta berencana untuk memboyong sedikitnya 16 unit KF-21 varian Block 2 guna memperkuat armada TNI AU.

Baca juga: Harga Resmi KF-21 Boramae Terungkap: Lebih Murah dari Jet Tempur Barat, Bagaimana Nasib Indonesia?

Langkah ini tergolong strategis sekaligus mengejutkan, mengingat posisi Indonesia yang saat ini masih dalam proses penyelesaian sisa cicilan biaya pengembangan (development cost-share) proyek tersebut. Namun, urgensi untuk segera mengamankan slot produksi menjadi prioritas utama pemerintah di tengah meningkatnya minat negara-negara tetangga terhadap pesawat tempur yang dijuluki “Baby Raptor” ini.

Salah satu faktor pendorong utama di balik percepatan negosiasi ini adalah ketertarikan serius dari Filipina. Manila dilaporkan tengah mempertimbangkan KF-21 sebagai kandidat kuat untuk program jet tempur multi-peran mereka. Jika Filipina lebih dulu menandatangani kontrak pembelian, Indonesia terancam “tersalib” dalam daftar antrean produksi.

Dengan mengamankan kontrak 16 unit Block 2 lebih awal, Indonesia berupaya memastikan bahwa pengiriman pesawat tidak akan tertunda oleh pesanan negara lain. Hal ini krusial untuk menjaga momentum modernisasi alutsista udara Indonesia yang sebelumnya telah diperkuat dengan komitmen pembelian Rafale dari Perancis.

KF-21 Block 2 Makin Sangar: Mampu Luncurkan Rudal Jelajah Mini SPEAR 3 untuk Misi Serangan Darat

Spesifikasi KF-21 Block 2 yang Diincar
Varian Block 2 yang menjadi target Indonesia merupakan versi yang lebih canggih dibandingkan Block 1. Jika Block 1 fokus pada kemampuan tempur udara-ke-udara, Block 2 memiliki kemampuan tempur multi-peran penuh (full multi-role), termasuk kemampuan serang darat, integrasi berbagai persenjataan presisi untuk menghancurkan target di permukaan, sistem avionik mutakhir berupa peningkatan pada radar AESA (Active Electronically Scanned Array) dan perangkat peperangan elektronik (EW).

Meski pembicaraan akuisisi sudah dibuka, isu mengenai kontribusi biaya pengembangan tetap menjadi latar belakang yang tak terpisahkan. Namun, para analis menilai bahwa dengan membuka jalur pembelian unit operasional, Indonesia menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap ekosistem industri pertahanan Korea Selatan.

Filipina Pertimbangkan Tawaran Korea Selatan, 10 Unit Jet Tempur KF-21 Boramae Block I

Pembelian 16 unit ini dipandang sebagai jalan tengah yang manis bagi kedua negara: Korea Selatan mendapatkan kepastian pesanan ekspor pertama, sementara Indonesia mendapatkan jaminan alih teknologi dan penguatan armada tempur dengan teknologi terbaru.

Keputusan Indonesia untuk membidik varian Block 2 menunjukkan ambisi besar untuk memiliki jet tempur yang mampu beroperasi di berbagai spektrum misi, sekaligus mengukuhkan dominasi udara di kawasan. Kini, mata dunia tertuju pada Seoul dan Jakarta, menanti kapan kontrak resmi tersebut akan ditandatangani di atas kertas. (Gilang Perdana)

KAI Raih Kontrak 20 Unit (Tambahan) Jet Tempur KF-21 Boramae, Total 40 Unit Dalam Jalur Produksi

2 Comments