‘Tak Bisa’ Beli AMRAAM untuk Jet Tempur F-16, Mesir Dapat Izin Borong AIM-120 AMRAAM dalam Paket NASAMS

Alih-alih bisa mendapatkan AIM-120 AMRAAM sebagai rudal udara ke udara, Mesir sebagai sekutu ring ‘dua’ Amerika Serikat di Timur Tengah, belum lama ini telah mendapatkan persetujuan untuk mengakuisisi AIM-120 AMRAAM, tapi bukan sebagai rudal yang diluncurkan dari jet tempur, melainkan AIM-120 AMRAAM sebagai rudal darat ke udara dalam paket sistem hanud (National Advanced Surface-to-Air Missile System).
Pada 24 Juli 2025, Defense Security Cooperation Agency (DSCA), lembaga di bawah Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense), mengeluarkan siaran pers yang menyatakan persetujuan penjualan sistem hanud NASAMS ke Mesir, yang mencakup mencakup persetujuan untuk pembelian rudal AIM-120 AMRAAM.
Dengan tawaran senilai US$$4,67, maka Mesir bisa mendapatkan 100 unit rudal AIM-120C-8 AMRAAM, 100 unit AMRAAM-ER (Extended Range), 600 unit AIM-9X Sidewinder Block II, 4 radar AN/MPQ-64F1 Sentinel dan peralatan pendukung lainnya seperti Fire Distribution Center (FDC), sistem kontrol taktis, sistem komunikasi terenkripsi, dan pelatihan.
Mengenal Fire Distribution Center – Jantung Pengendali Sistem Hanud NASAMS
Penjualan ini menandai pertama kalinya Mesir mendapatkan persetujuan untuk mengakuisisi rudal AIM-120 AMRAAM, setelah sebelumnya upaya serupa ditolak oleh AS.
Akuisisi NASAMS berikut rudal AMRAAM ini akan meningkatkan kemampuan pertahanan udara Mesir, memungkinkan mereka untuk menghadapi ancaman udara modern seperti pesawat tempur, drone, dan rudal jelajah dengan jangkauan hingga 50 km dan ketinggian 20 km.
Disebut Setara S-400, Mesir Telah Operasikan Sistem Rudal Hanud Jarak Jauh HQ-9B Buatan Cina
Secara keseluruhan, Mesir memiliki beragam sistem pertahanan udara, baik buatan Barat, Rusia, maupun Cina. Seperti HQ-9B (Cina), merupakan sistem pertahanan udara jarak jauh yang setara dengan S-400 Rusia. Mesir mengumumkan pengoperasian sistem ini pada April 2025, S-300VM (Rusia), sistem pertahanan udara jarak jauh yang mampu menghadapi berbagai ancaman udara, Buk-M2 (Rusia), sistem pertahanan udara jarak menengah yang efektif terhadap pesawat dan rudal jelajah, Tor-M1 (Rusia), sistem pertahanan udara jarak pendek yang dirancang untuk melindungi unit militer dari serangan udara.
Untuk Rudal Udara ke Udara Lain Urusan
Beberapa laporan yang menyebut bahwa Mesir telah mengajukan permintaan kepada Washington untuk membeli rudal AIM-120 AMRAAM guna dipasang pada jet tempur F-16 mereka. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh AS, sebagian besar karena tekanan dari Israel yang ingin mempertahankan keunggulan militer di kawasan.
Alhasil, performa tempur udara Mesir akan selalu dibawah Israel, yang mana saat ini rudal udara ke udara Angkatan Udara Mesir masih mengandalkan varian AIM-7 Sparrow.
Bukan Hanya Faktor ‘Israel’, Ini Alasan Perancis Ogah Jual Rudal Meteor untuk Rafale Mesir
Salah satu artikel dari Chatham House menyatakan bahwa AS telah menolak beberapa permintaan Mesir untuk membeli rudal AIM-120 AMRAAM yang dapat diluncurkan dari jet tempur F-16, yang merupakan kekuatan utama dalam arsenal Mesir.
Ironisnya, Perancis juga menolak permintaan Mesir untuk membeli rudal Meteor untuk dipasangkan pada jet tempur Rafale, dengan alasan strategis dan tekanan dari Israel. (Gilang Perdana)



Jadi gak benar bahwa arman bisa di pakai bareng F16 & Nasams, mungkin ada kode nya biar konek😁