Saat era Perang Dingin, Amerika Serikat dengan Lockheed Skunk Works begitu populer dengan aset strategis berupa pesawat intai legendaris U-2 Dragon Lady. Mampu terbang hingga ketinggian 24.000 meter, menjadikan U-2 ‘rajanya’ pesawat yang mampu terbang di ketinggian stratosfer. Meski tak bisa menyamai, namun Uni Soviet pernah meracang pesawat dengan kemampuan serupa U-2, yang disebut Myasishchev M-55 (kode NATO – Mystic-B). (more…)
Setelah terlibat dalam misi intai di atas posisi balon mata-mata Cina yang terbang melintasi daratan Amerika Serikat. Kini ada kabar lain terkait pesawat intai legendaris U-2 Dragon Lady, yakni Angkatan Udara AS (USAF) terus tengah mempersiapkan untuk U-2 Dragon Lady pada tahun fiskal 2026. (more…)
Pilot U-2 melihat ke bawah pada balon Cina. Bayangan pesawatnya bisa dilihat di kain balon.
Bersamaan dengan aktivitas balon mata-mata Cina di ruang udara Amerika Serikat, pesawat intai U-2 Dragon Lady pun telah eksis mengintai keberadaan High Altitude Balloon yang berada di ketinggian stratosfer. Bahkan sebelum F-22 Raptor beraksi dengan rudal AIM-9X Sidewinder, U-2 telah lebih dulu memantau dari ketinggian di atas balon mata-mata itu. (more…)
Selain pengerahan jet tempur F-22 Raptor untuk menembak jatuh balon mata-mata Cina di atas lepas pantai Carolina selatan pada 5 Februari lalu, rupanya ada keterlibatan pesawat lain yang memang punya kemampuan untuk terbang di ketinggian stratosfer. Persisnya pesawat intai legendaris U-2 Dragon Lady ternyata ikut dikerahkan untuk memantau High Altitude Balloon Cina, meski kehadirannya memang tidak diumbar di publik. (more…)