Jika pada pemberitaan sebelumnya membahas tentang MAPS GEN II yang mampu menavigasikan beragam kendaraan militer tanpa harus bergantung pada satelit, ini merupakan tindak lanjut dari ancaman peperangan elektronik masa depan yang mulai menyasar ruang angkasa – dengan satelit sebagai salah satu target vitalnya.
Nama Rheinmetall sudah sangat populer dalam rancangan dan produksi beragam senjata berat dan amunisinya, namun, ada kabar bahwa manufaktur asal Jerman ini tengah mencoba bisnis baru meski masih dalam lingkup pertahanan. Persisnya, Rheinmetall dan produsen satelit Finlandia ICEYE menandatangani nota kesepahaman dengan mendirikan usaha patungan (joint venture) yang berfokus pada produksi satelit. (more…)
Satelit Icarus dalam film James Bond “Die Another Day” (2002) memperlihatkan serangan dari luar angkasa ke permukaan Bumi menggunakan sinar laser, yang mana energi laser didapatkan dari pengumumpulan energi matahari menggunakan cermin raksasa di orbit. Fiksi sudah pasti, namun bukan tak mungkin ide dalam film tersebut bakal teralisasi, pasalnya Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengangapnya sebagai sesuatu yang potensial untukd diwujudkan. (more…)
Sebagai matra tersendiri di dalam angkatan bersenjata Amerika Serikat, US Space Force (Angkatan Luar Angkasa AS) maka harus mempunyai alutsista yang mumpuni, bukan hanya yang berada di orbit luar angkasa, namun termasuk aset tempur yang berada di daratan (ground based). (more…)
Startup asal Cina, Bluelink Satcom diwartakan telah menggalang pendanaan tahap awal untuk membangun jaringan satelit yang mampu mendeteksi sinyal Bluetooth dari ruang angkasa. (more…)
Wahana peluncur satelit, dalam hal ini roket umumnya menyumbang biaya yang besar dalam total biaya program, antara 30-60 persen, tergantung pada jenis misi dan satelit yang dibawa. Nah, untuk menyiasati besarnya biaya roket peluncur, ada konsep yang ditawarkan untuk meluncurkan satelit dengan menggunakan ketapel (catapult) raksasa. (more…)
Roket Soyuz Rusia meluncurkan 53 satelit kecil ke orbit dari Vostochny pada 4 November 2024. (foto: Roscosmos)
Meski tak banyak diberitakan, pada tanggal 4 November 2024 menjadi torehan sejarah tersendiri dalam jagad antariksa Rusia, pasalnya telah pecah rekor nasional berupa peluncuran roket yang memuat satelit dengan jumlah terbanyak. Persisnya Roscosmos, lembaga antariksa nasional Rusia telah meluncurkan roket Soyuz-2.1b yang membawa 53 satelit kecil ke orbit. (more…)
Sebagai negara ‘adidaya’ di selatan Nusantara, sistem pertahanan Australia tidak hanya berfokus pada tiga matra, seperti halnya Amerika Serikat, Australia juga punya kepentingan untuk unggul dalam sistem pertahanan luar angkasa. Sebut saja di Australia sudah berdiri Australian Space Agency dan Defence Space Command. Namun, ada kabar bahwa proyeksi pengembangan sistem pertahanan luar angkasa Australia bakal jalan di tempat untuk beberapa waktu mendatang. (more…)
Boleh jadi temuan dari peneliti Jepang ini dapat merubah pakem di bisnis satelit, pasalnya dari hasil penelitian, terungkap bahwa kayu dapat digunakan sebagai bahan atau material pada satelit di antariksa. Ini bukan sekedar konsep, melainkan telah dilakukan uji coba di International Space Station (ISS) dan terungkap bila satelit dari bahan kayu sesuai untuk digunakan pada orbit rendah Bumi. (more…)
Roket Mitsubishi Heavy Industries H-IIA meluncurkan satelit pengintai IGS Radar 7 pada 25 Januari 2023.
Meski telah mendapat proteksi dari Amerika Serikat, Jepang pada dasarnya merasa terancam dengan potensi konflik terbuka dengan Cina, Korea Utara dan Rusia. Untuk itu, sejak beberapa tahun Negeri Sakura telah mengembangkan sistem intai berbasis satelit. Dan ada kabar, pada Rabu, 25 Januari lalu, Jepang kembali meluncurkan satelit mata-mata (spy satellite) terbarunya ke orbit. (more…)