Garap Pasar Satelit SAR, Rheinmetall Gandeng Perusahaan Finlandia Bentuk Joint Venture “Rheinmetall ICEYE Space Solutions”

Nama Rheinmetall sudah sangat populer dalam rancangan dan produksi beragam senjata berat dan amunisinya, namun, ada kabar bahwa manufaktur asal Jerman ini tengah mencoba bisnis baru meski masih dalam lingkup pertahanan. Persisnya, Rheinmetall dan produsen satelit Finlandia ICEYE menandatangani nota kesepahaman dengan mendirikan usaha patungan (joint venture) yang berfokus pada produksi satelit.

Baca juga: Perusahaan Satelit Asal Cina Dituding Pasok Data Penargetan Sasaran Kapal Dagang Kepada Milisi Houthi

Perusahaan baru tersebut, yang diberi nama “Rheinmetall ICEYE Space Solutions”, merupakan langkah signifikan dalam perluasan raksasa pertahanan Jerman ke ranah luar angkasa dan kelanjutan dari upaya persenjataan kembali Jerman dan Eropa yang lebih luas.

Seperti dikutip DefenseNews (9/5/2025), berdasarkan perjanjian tersebut, Rheinmetall akan memegang saham mayoritas sebesar 60% dalam usaha patungan tersebut, dengan ICEYE memiliki 40% sisanya. Usaha patungan tersebut pada tahap akan berfokus pada pembuatan satelit Synthetic Aperture Radar (SAR) sebelum memperluas ke kemampuan luar angkasa lainnya.

Teknologi SAR memungkinkan satelit pengawasan untuk melihat menembus awan dan dapat meningkatkan resolusi output image. Ini telah menjadi area spesialisasi ICEYE, dengan Rheinmetall menggambarkan mitranya sebagai produsen satelit SAR terkemuka secara global dalam siaran persnya.

Drone yang diduga sebagai DR-8 dalam citra foto satelit.

Satelit Synthetic Aperture Radar (SAR) adalah jenis satelit pengamat Bumi yang menggunakan radar gelombang mikro aktif untuk menghasilkan citra resolusi tinggi dari permukaan bumi, terlepas dari kondisi cuaca atau pencahayaan (siang atau malam).

SAR menggunakan pemancar radar di satelit untuk mengirimkan pulsa gelombang radio ke permukaan bumi. Gelombang yang dipantulkan kembali (echo) dianalisis untuk membentuk citra. Dengan memanfaatkan gerakan satelit, sistem SAR mensimulasikan “aperture” atau bukaan antena radar yang lebih besar dari aslinya, sehingga menghasilkan resolusi spasial sangat tinggi.

Swedia Luncurkan “Strella Study”, Jajaki Jet Tempur Gripen Jadi Wahana Peluncur Satelit Kecil

Produksi dijadwalkan akan dimulai pada kuartal kedua tahun 2026, dengan fasilitas Neuss milik Rheinmetall di Jerman bagian barat yang berfungsi sebagai salah satu lokasi produksi utama. Pabrik tersebut sebelumnya difokuskan pada produksi otomotif.

Inisiatif pembangunan satelit ini merupakan bagian dari “Rheinmetall Space Cluster” yang lebih luas yang sedang dibuat oleh perusahaan pertahanan Jerman tersebut.

“Dengan pembentukan usaha patungan baru ini, kami membuat terobosan lebih jauh ke dalam ranah luar angkasa,” kata Armin Papperger, CEO Rheinmetall AG. “Dengan demikian, kami tidak hanya menanggapi meningkatnya permintaan akan kemampuan pengintaian berbasis luar angkasa di antara pasukan bersenjata dan keamanan di seluruh dunia, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian dan perluasan Jerman sebagai pusat teknologi.”

[the_ad id=”77299″]

Kemitraan ini dibangun berdasarkan kolaborasi yang telah ada yang mencapai tonggak penting pada bulan November 2024, ketika Rheinmetall dan Ukraina menandatangani kontrak – dengan dukungan pemerintah Jerman – untuk menyediakan data satelit SAR yang penting bagi Kementerian Pertahanan Ukraina. Pengaturan ini memperluas kemampuan pengintaian satelit yang telah disediakan ICEYE untuk Ukraina sejak 2022, membantu menginformasikan perencanaan operasional saat pasukan Ukraina menghadapi serangan gencar pasukan Rusia di tahun ketiga perang skala penuh Moskow.

Pada tahun 2024, Rheinmetall juga mengamankan hak eksklusif untuk memasarkan satelit SAR kepada pengguna pemerintah dan militer di Jerman dan Hungaria.

Pembentukan Joint Venture ini sejalan dengan ambisi Rheinmetall untuk meraih pangsa pasar di tengah meroketnya permintaan perangkat keras militer di Eropa, dengan Rusia yang agresif di timur dan Amerika Serikat yang semakin tidak dapat diprediksi di barat.

Sebagai bagian dari upaya ini, Rheinmetall telah mulai menggunakan kembali sebagian kapasitas manufaktur otomotifnya. “Rekan-rekan kami yang berkualifikasi tinggi di lokasi Neuss diberi perspektif baru yang menjanjikan untuk masa depan,” kata CEO perusahaan pembuat senjata tersebut. (Bayu Pamungkas)

SATRIA Sukses Meluncur, Inilah Satelit Komunikasi Terbesar di Asia, Tunjang Akses TNI dan Polri