Tag: Raytheon

AS Kekurangan Stok Rudal Patriot, Jepang Umumkan Pasok Rudal PAC-3 Patriot Produksi Mitsubishi

Imbas dari keputusan Presiden Joe Biden yang ‘jor-joran’ memasok sistem rudal hanud MIM-104 Patriot ke Ukraina, berimbas pada menipisnya stok Patriot di dalam negeri. Yang unik, kini Jepang sebagai sekutu ring satu di kawasan Indo Pasifik, telah menyetujui untuk memasok rudal Patriot ke Amerika Serikat, yang notabene adalah negara asli pembuat Patriot. (more…)

Raytheon dan Kongsberg Tuntaskan Uji Peluncuran Perdana Rudal AMRAAM-ER di Sistem Hanud NASAMS

Mengambil lokasi di Pulau Andoya, bagian utara Norwegia, — Raytheon, bagian dari RTX, dan Kongsberg Defense and Aerospace, dengan dukungan dari Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata Norwegia, berhasil menyelesaikan uji peluncuran perdana rudal AMRAAM-Exended Range (ER) pada sistem hanud NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System). Uji peluncuran perdana ini dilaporkan berhasil dengan sukses. (more…)

Di Tangan Korps Marinir AS, Rudal Hanud Tamir Iron Dome Disebut “MRIC SkyHunter”

Photo by Lance Cpl. Michael Bartman

Merujuk pada pemberitaan di Agustus 2023, Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) telah memutuskan memborong tiga baterai (kompi) sistem hanud Iron Dome dengan hampir 2.000 unit rudal Tamir. Persisnya, USMC telah menyusun rencana untuk mengakuisisi tiga baterai Iron Dome, yang terdiri dari 44 peluncur dan 1.840 rudal pencegat Tamir. (more…)

Misteri, Dua Baterai Sistem Hanud NASAMS Sumbangan Kanada “Hilang”

Selain mengoperasikan dua baterai (kompi) sistem hanud NASAMS donasi dari Norwegia, Ukraina sejatinya juga akan menerima dua baterai NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System) donasi dari Kanada. Namun ada yang ganjil dari NASAMS kiriman Kanada, yakni tidak diketahui statusnya, bak raib dari pantauan. Kok bisa? (more…)

Hadapi Drone Kamikaze, Angkatan Darat AS Borong Coyote Block 2 Loitering Munition Interceptors

Bila solusinya tidak pas, urusan menghancurkan atau menetralisir drone kamikaze bisa membuat operator boncos, sebut saja untuk mengancurkan drone kamikaze yang harganya ratusan dollar tapi dihancurkan dengan rudal hanud seharga ratusan ribu dollar. Mungkin dipadan efektif pada awal-awal, tapi untuk mengantisipasi serangan drone kamikaze yang berkelanjutan, maka dibutuhkan solusi persenjataan anti drone yang ideal. (more…)

AS Geber Produksi Rudal Udara ke Udara AIM-9X Sidewinder 2.500 Unit Per Tahun

Konflik global yang tak berkesudahan, bahkan cenderung akan menaik tensinya, rupanya membawa berhah bagi manufaktur rudal kenamaan, Raytheon Company. Persisnya, Departemen Pertahanan AS berencana meningkatkan produksi stok rudal AIM-9X Sidewinder Block II menjadi 2.500 rudal per tahun untuk mendukung kebutuhan Angkatan Udara, Angkatan Laut AS dan negara mitra/sekutu Negeri Paman Sam. (more…)

Angkatan Darat AS Gelar “GhostEye” di Guam – Radar Pendeteksi Serangan Rudal Balistik Hipersonik

Selain menggeber program Next Generation Interceptor (NGI), yakni sistem pertahanan udara untuk menghadapi serangan rudal balistik antarbenua – intercontinental ballistic missile (ICBM). Amerika Serikat kini juga tengah mengembangkan sistem radar mobile generasi terbaru yang mampu mendeksi jenis ancaman baru di masa depan, termasuk dalam hal ini adalah rudal balistik yang melesat dengan kecepatan hipersonik. (more…)

Bekali Persenjataan F-35A Lightning II, Jerman Borong Hampir 1.000 Unit Rudal AIM-120C-8 AMRAAM

Melengkapi pengadaan 35 unit jet tempur steath F-35A Lightning II, Jerman rupanya juga akan membeli paket persenjataan untuk F-35 dalam jumlah yang sangat besar. Hal tersebut diketahui setelah US Defense Security Cooperation Agency (DSCA) memberikan persetujuan atas potensi penjualan 969 rudal udara ke udara ke udara AIM-120C-8 Advanced Medium-Range Air-to-Air Missiles (AMRAAM) senilai US$2,9 miliar. (more…)

Cina Berlakukan Kontrol Ekspor Galium, Produksi Radar AESA untuk F-35 Lightning II Terancam

Meski Amerika Serikat terlihat demikian ‘galak’ terhadap Cina, namun, ada jenis material penting yang dikuasi Cina, dan bila pasokannya terhambat bisa berpengaruh besar, bahkan berpotensi mengguncang industri pertahanan Negeri Paman Sam. Yang dimaksud material tersebut adalah galium, jenis bahan di mana Cina memegang kunci sebagai produsen dan pemasok utama dunia. Galium adalah material penting yang mendukung komponen pada sistem radar canggih AESA (Active Electronic Scanning Array). (more…)