Raytheon dan Kongsberg Tuntaskan Uji Peluncuran Perdana Rudal AMRAAM-ER di Sistem Hanud NASAMS

Mengambil lokasi di Pulau Andoya, bagian utara Norwegia, — Raytheon, bagian dari RTX, dan Kongsberg Defense and Aerospace, dengan dukungan dari Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata Norwegia, berhasil menyelesaikan uji peluncuran perdana rudal AMRAAM-Exended Range (ER) pada sistem hanud NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System). Uji peluncuran perdana ini dilaporkan berhasil dengan sukses.

Baca juga: Rusia Hancurkan Peluncur Sistem Hanud NASAMS Ukraina, Diduga Akibat Serangan Rudal Iskander

Rudal AMRAAM-ER merupakan konfigurasi pertama yang menggabungkan sistem pemandu dari rudal AIM-120C8. Rudal ini juga dilengkapi motor roket 10 inci yang lebih kuat dari Nammo dan sistem aktuator kontrol 10 inci dari Kongsberg Defense and Aerospace, yang diberi nama Norwegia Propulsion Stack, yang mana Kementerian Pertahanan Norwegia telah menjadi mitra kolaboratifnya.

Uji peluncuran perdana AMRAAM-ER pada 27 Februari 2024, mencakup uji penembakan, di mana rudal terbang pada jalur penerbangan yang telah diprogram untuk memverifikasi jalur keluar yang aman dari peluncur NASAMS dan pengukuran pada kinerja rudal itu sendiri.

AMRAAM-ER

Meski baru masuk dalam tahap uji peluncuran, namun sistem hanud NASAMS dengan rudal AMRAAM-ER telah dipesan oleh Qatar pada tahun 2019. Proyek pengembangan AMRAAM-ER telah dirintis Raytheon pada tahun 2017.

Sebagai produk evolusi paling maju dari keluarga AMRAAM, rudal ini dirancang dengan memadukan keunggulan dari produk-produk Raytheon sebelumnya. Sebut saja untuk hulu ledak (forward warhead) dan unit pemandu (guidance unit) mengambil dari sistem rudal udara ke udara AIM-120C8. Sementara sistem motor dan kendali mencomot teknologi RIM-162 Evolved Sea Sparrow Missile (ESSM). RIM-162 ESSM adalah rudal hanud jarak menengah yang populer dipasang di kapal induk, kapal perusak, frigat sampai kapal amfibi armada AS.

Dengan kecepatan Mach 4, AMRAAM-ER disebut-sebut mampu melesat sejauh 50 kilometer dan dapat terbang sampai ketinggian 25 kilometer. Rudal yang punya panjang 3,7 meter dan berat 152 kg ini dilengkapi sistem pemandu inertial guidance dan terminal active radar homing. (Bayu Pamungkas)

Jadi yang Pertama, Sistem Hanud NASAMS Qatar Menggunakan Rudal AMRAAM-ER