
Dalam skenario perang terbuka, sudah barang tentu Korea Selatan dengan arsenal rudal jelajahnya memiliki list target yang diincar untuk menetralisir kekuatan militer Korea Utara. Selain target statis seperti markas Kim Jong Un, maka ada target mobile (bergerak) yang menjadi prioritas untuk dihancurkan dalam kesempatan pertama peperangan. Yang dimaksud salah satunya adalah KN-25. (more…)

Buntut dari penyusupan lima drone intai Korea Utara ke jauh wilayah Korea Selatan pada 26 Desember lalu, rupanya menjadi bola panas di pemerintahan dan militer Negeri Ginseng. Tak sekedar menyatakan permohonan maaf atas ketidakmampuan menembak jatuh drone, militer Korea Selatan diwartakan telah melakukan latihan besar-besaran anti drone pada hari Kamis, 29 Desember 2022. Bahkan ada yang menyebut ini merupakan latihan anti drone terbesar yang digelar Seoul dalam lima tahun terakhir. (more…)

Bukan saja mendapat tamparan keras, otoritas militer Korea Selatan juga harus menanggung malu atas insiden yang terjadi dalam satu hari, 26 Desember 2022, yakni terkait penyusupan drone intai dari Korea Utara yang berhasil terbang jauh memasuki ruang udara Negeri Ginseng, bahkan salah satu drone bisa terbang bebas mencapai udara kota Seoul, yang merupakan ring 1 pertahanan udara nasional. (more…)

Meski belum diketaui sebab musababnya, sebuah pesawat serang ringan bermesin turboprop KA-1 dilaporkan jatuh saat lepas landas dalam misi mencegat drone intai Korea Utara yang menyusup ke wilayah perbatasan. Kedua awak KA-1 diwartakan selamat setelah berhasil melontarkan diri. KA-1 yang punya kemampuan COIN (Counter Insurgency) adalah varian lanjutan, atau varian yang dikembangkan dari pesawat latih KT-1B Wong Bee, yang tak lain merupakan pesawat latih dasar bagi penerbang TNI AU. (more…)

Sistem pertahanan udara Korea Selatan dalam 24 jam terakhir dalam kondisi kesiapan tempur tinggi, yakni pasca penyusupan beberapa drone intai dari Korea Utara di daerah perbatasan sekitar Provinsi Gyeonggi. Penyusupan drone langsung direspon oleh Angkatan Udara Korea Selatan yang memerintahkan scramble (terbang cepat kurang dari 12 menit sejak perintah diberikan) pada pesawat tempur untuk mencegat (intercept) drone tersebut. (more…)

Menghadapi ancaman nyata dari Cina dan Korea Utara, Jepang seperti halnya Korea Selatan, telah mengembangkan rudal jelajah jarak jauh untuk kemampuan menyerang balik secara efektif bila pecah perang terbuka. Namun, provokasi dari Korea Utara yang semakin sering dan nekad, termasuk peluncuran rudal balistik yang melintasi ruang udara Jepang, menjadikan Tokyo harus memikirkan opsi lain, lantaran pengembangan rudal jelajah di dalam negeri memerlukan waktu yang tidak singkat. (more…)

Mengikuti langkah Jepang yang menggelar uji sistem anti rudal balistik di lepas pantai Hawaii pekan lalu. Korea Selatan yang juga menghadapi ancaman langsung dari Korea Utara, pada Selasa, 22 November 2022, dikabarkan sukses melakukan uji coba sistem anti rudal balistik. Bedanya, bila Jepang menggunakan rudal SM-3 Block IIA dari kapal perang, Korea Selatan meluncurkan rudal L-SAM dari daratan. (more…)

Uji peluncuran rudal balistik dengan bumbu provokasi yang dilakukan Korea Utara ke wilayah Jepang dan Korea Utara, tak pelak telah meningkatkan alarm kesiapan tempur di kedua negara sekutu Amerika Serikat tersebut. Sebagai antisipasi pada serangan rudal balistik, dua kapal perusak (destroyer) Maya Class Angkatan Laut Jepang, berhasil menguji coba rudal hanud pencegat SM-3 terhadap target rudal balistik di lepas pantai Hawaii pekan lalu, namun baru diwartakan Angkatan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF) pada hari Senin kemarin. (more…)

Tak berselang lama setelah peluncuran rudal balistik Korea Utara yang dilepaskan ke arah Jepang dan telah memicu sirine tanda bahaya di Tokyo dan beberapa kota besar lainnya. Maka di Korea Selatan juga ada sirine tanda bahaya di kota pesisir Gangneung. Namun, berbeda dengan kasus di Jepang, sirine tanda bahaya di Korea Selatan berasal dari rudal balistik yang gagal diluncurkan oleh militer Korea Selatan sendiri. (more…)

Hanya berselang sehari pasca uji coba rudal balistik Korea Utara Hwasong-17 yang jatuh di ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) Jepang, Korea Selatan langsung bereaksi dengan memberikan persetujuan untuk program pengembangan rudal hanud anti rudal balistik Naval L-SAM yang akan dipasang pada kapal perusak (destroyer) KDDX. (more…)