
Jerman memperkuat kemampuan pertahanannya dengan membeli 20 Eurofighter baru Tranche 5. Berdasarkan kontrak tersebut, Airbus akan memproduksi pesawat tempur multiperan tersebut di jalur perakitan terakhirnya di Manching, dekat München, Jerman. Pesawat pertama dijadwalkan untuk dikirim ke Angkatan Udara Jerman pada tahun 2031, dan yang terakhir pada tahun 2034. (more…)

Setelah sukses mengangkut eskavator dan truk tangki BBM, pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas belum lama ini mendapat muatan ‘kelas berat’ baru untuk menambah porfolionya. Persisnya pada 9 Juli 2025, A400M milik Angkatan Udara Jerman telah mengangkut untuk pertama kalinya ranpur (kendaraan tempur) lapis baja roda rantai Infantry Fighting Vehicle (IFV) Puma. (more…)

Kerap beroperasi di wilayah berkonflik, pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas milik Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe) diwartakan mendapatkan sistem proteksi tambahan dengan instalasi Directed Infrarmerah Countermeasure (DIRCM), yakni perangkat jammer berbasis inframerah untuk menangkal serangan rudal darat ke udara MANPADS (Man Portable Air Defence System). (more…)

Dengan mengusung teknik probe and drogue, pada dasarnya tidak sulit bagi Airbus A400M Atlas untuk melakukan air refueling dengan berbagai jenis pesawat dan helikopter, lantaran teknik air refueling dengan probe and drogue adalah yang paling populer. Bagi A400M, yang terbaru adalah uji coba air refueling untuk pertama kali dengan pesawat tiltrotor CV-22 Osprey. (more…)

Buntut dari kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Ukraina yang berbeda dengan kebijakan negara-negara NATO di Eropa, maka memicu beragam kekhawatiran terkait postur alutsista Eropa di masa mendatang. Setelah kegalauan Kanada yang kadung memesan 88 unit F-35A Lightning, maka keresahan serupa juga dirasakan oleh Jerman. (more…)

Meski Jerman adalah bagian dari konsorsium pengembang rudal udara ke udara jarak jauh – beyond visual range (BVR) Meteor, namun ternyata Jerman baru pertama kali menguji peluncuran rudal Meteor dari jet Eurofighter Typhoon milik Luftwaffe. (more…)

Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe) rupanya kepincut dengan apa yang telah dilakukan oleh mitranya, Angkatan Udara Inggris (Royal Air Force/RAF) dalam meningkatkan kesadaran situasional bagi pilot jet tempur Eurofighter Typhoon. Persisnya Luftwaffe akan bergabung dengan RAF untuk menggunakan Striker II helmet-mounted display (HMD) produksi BAE Systems. (more…)

Dengan target mengudara pada tahun 2030, Airbus punya rencana besar untuk menghadirkan Loyal Wingman (drone pendamping) bagi jet tempur Eurofighter Typhoon. Niatan tersebut pertama kali diumumkan ke publk pada Pameran Dirgantara Internasional ILA 2024 di Berlin (5 – 9 Juni 2024). (more…)

Untuk pertama kalinya, Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe) berhasil melakukan manuver taktis berupa lepas landas dan mendarat di jalan raya dari lokasi di luar teritorial Jerman. Tiga jet tempur Eurofighter Typhoon dari 71st Squadron of the Richthofen Tactical Air Force milik Angkatan Udara Jerman telah memamerkan kemampuan baru dengan mendarat di jalan raya di Finlandia. Prestasi luar biasa ini menempatkan jet tempur Eropa ini setara dengan F-35 Lightning II, Gripen, dan F/A-18, yang sebelumnya telah membuktikan kemampuan tersebut. (more…)

Beberapa pekan mendatang, pamor Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe) dalam beberapa pekan mendatang akan naik daun, pasalnya Luftwaffe adalah kontigen yang memboyong jet tempur paling banyak dalam misi Pacific Skies 2024, yang mencakup jet tempur Eurofighter Typhoon (8 unit) dan (12 unit_ Panavia Tornado. Nah, terkait dengan peran Typhoon sebagai backbone kekuatan udara Jerman, ada kabar bahwa ‘kesaktian’ Eurofighter Typhoon Jerman akan ditingkatkan. (more…)