Update Krisis IranKlik di Atas

Rekor Baru Airbus A400M Atlas, Angkut Ranpur Lapis Baja IFV Puma Angkatan Darat Jerman

Setelah sukses mengangkut eskavator dan truk tangki BBM, pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas belum lama ini mendapat muatan ‘kelas berat’ baru untuk menambah porfolionya. Persisnya pada 9 Juli 2025, A400M milik Angkatan Udara Jerman telah mengangkut untuk pertama kalinya ranpur (kendaraan tempur) lapis baja roda rantai Infantry Fighting Vehicle (IFV) Puma.

Baca juga: Airbus A400M Malaysia Sukses Angkut Eskavator dan Truk Tangki BBM ke Palu

Misi yang belum pernah dilakukan sebelumnya ini, dilaporkan Angkatan Darat Jerman, menyoroti upaya berkelanjutan Jerman untuk memperkuat kemampuan reaksi cepatnya dan mengadaptasi pasukan lapis bajanya untuk penempatan lebih cepat, seiring Angkatan Darat Jerman menyempurnakan prosedur pemuatan dan penerbangan baru, maka A400M menjadi preseden bagi pengerahan yang lebih cepat dan fleksibel.

Airbus A400M Atlas, yang dikenal dengan kapasitas muatannya yang mengesankan hingga 37 ton dan ruang kargo yang serbaguna, telah terbukti mampu mengangkut berbagai kendaraan lapis baja seperti GTK Boxer. Puma IFV, dengan lapis baja modular dan tingkat perlindungan yang canggih, memerlukan pembongkaran sebagian agar tetap berada dalam batasan berat dan dimensi.

Tidak seperti kendaraan beroda yang lebih ringan, sasis beroda rantai dan paket perlindungan yang lebih berat pada Puma menimbulkan tantangan yang lebih besar untuk pengangkutan udara. Selama operasi dua hari, Puma ditarik dengan hati-hati ke dalam pesawat menggunakan sistem winch onboard A400M, sementara stabilisator yang dapat diperpanjang secara hidraulik memastikan roda pendaratan tetap berada dalam batas tekanan aman, detail krusial untuk menjaga integritas struktural pesawat selama pemuatan dan penerbangan.

Dibandingkan dengan ranpur beroda ban Boxer 8×8 , yang telah diuji dalam konfigurasi terpisah untuk A400M, Puma membutuhkan prosedur baru yang presisi untuk menangani batasan berat tempur dan pusat gravitasinya. Operasi ini tidak hanya memvalidasi kemampuan transportasi IFV tetapi juga menetapkan protokol terperinci untuk mengikat dan mengamankan kendaraan, yang mempersiapkan misi rutin yang didukung oleh dua petugas pemuatan (loadmaster) dan seorang pengemudi tank dalam waktu kurang dari dua jam.

Secara strategis, uji coba ini mencerminkan dorongan Jerman yang lebih luas untuk memastikan brigade lapis bajanya dapat merespons dengan cepat ancaman yang berkembang di Eropa Timur atau di luarnya.

Airbus Canangkan Peningkatan Kapasitas Muatan A400M Atlas, dari 37 Jadi 40 Ton

Tonggak sejarah ini menunjukkan bahwa Jerman berinvestasi tidak hanya pada peralatan modern, tetapi juga pada sarana untuk memindahkannya kapan dan di mana pun dibutuhkan. Seiring Bundeswehr menyempurnakan prosedur pemuatan dan penerbangan baru ini, penerbangan perdana Puma dengan A400M menjadi preseden bagi pengerahan yang lebih cepat dan lebih fleksibel, sebuah faktor penting dalam memastikan pertahanan kolektif Eropa tetap tangguh dan responsif.

Ranpur Puma punya berat di rentang 31 – 45 ton, tergatung konfigurasi dan level proteksi. Diawaki 3 personel, Puma dapat membawa 6 pasukan infanteri bersenjata lengkap. Bekal senjata utama Puma adalah kanon MK30-2/ABM kaliber 30 mm dengan 400 munisi dan senapan mesin MG5 kaliber 7,62 mm. Opsional, kubah Puma dapat dilengkapi rudal anti tank Spike LR dan 6 peluncur granat kaliber 76 mm.

[the_ad id=”77299″]

Puma telah dioperasikan Angkatan Darat Jerman sejak April 2015. Yang mana 350 unit kendaraan telah dikirim per Agustus 2021. Awalnya 405 unit yang dipesan, tetapi pada 11 Juli 2012 pesanan dikurangi menjadi 350 unit.

Pada Maret 2022, Angkatan Darat Jerman mendapatkan pembiayaan untuk batch kedua untuk 229 unit Puma. Dan akibat insiden masalah teknis pada 18 unit Puma, pesanan batch kedua dibatalkan atau akan ditinjau ulang. (Gilang Perdana)

Meski Pernah Membuat ‘Malu’ Jerman, 143 Unit IFV Puma Kini Menjalani Program Retrofit