Angkatan Darat AS (US Army) baru saja memberikan kontrak senilai US$17,58 juta kepada perusahaan kedirgantaraan terkemuka untuk menghadirkan Red Dragon, sebuah sistem pesawat tanpa awak (UAS) tipe one-way attack (kamikaze) yang dirancang untuk menghancurkan target di jarak ekstrem tanpa bergantung pada sinyal satelit. (more…)
Dalam beberapa video yang viral di media sosial, militer Rusia berhasil membetot perhatian dengan pengoperasian drone FPV (First Person View) kamikaze dengan kendali lewat kabel serat optik (fiber optic). Dengan kemampuan anti jamming, drone dengan kabel serat optik dapat melakukan serangan secara presisi dan menciptakan ketakutan tersendiri bagi lawan, meski drone jenis ini punya keterbatasan pada jarak jangkau. (more…)
Setelah F-15E Eagle dan F-16 Fighting Falcon, maka Eurofighter Typhoon akan menjadi jet tempur pertama di luar produksi AS yang akan dipasangi perangkat Digital GPS Anti-jam Receiver (DIGAR). Upgrade pemasangan DIGAR pada jet tempur Typhoon terkait dengan peningkatan kapabilitas tempur dalam program Phase 4 Enhancements (P4E). (more…)
Salah satu masalah serius yang dihadapi militer Ukraina adalah menghadapi peperangan elektronika (electronic warfare/EW) yang dilakukan oleh pihak Rusia. Sejak lama, Rusia diketahui mampu melakukan jamming pada beragam sinyal radio, termasuk sinyal GPS, yang tak pelak banyak membuat kegagalan pasukan Ukraina dalam menjalankan operasi tempurnya. Nah, belum lama ini, pihak Ukraina mengklalim telah menemukan solusi untuk menghadapi aksi jamming oleh Rusia. (more…)
Setelah sempat melakukan negosiasi untuk memasok perangkat peperangan elektronik di frigat FREMM pesanan Indonesia, kini ada kabar terbaru dari Elettronica, dimana perusahaan penyedia perangkat elektronik pertahanan yang bermarkas di Roma, Italia, telah meraih kontrak untuk memasok komponen electronic warfare (peperangan elektronik) pada dua kapal perang jenis OPV (Offshore Patrol Vessel) 90 pesanan TNI AL yang kini sedang dibangun oleh galangan PT Daya Radar Utama (DRU). (more…)
Bertembarnya perangkat anti drone, seperti jammer gun boleh jadi membuat tak nyaman para manufaktur drone alias UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Dengan dalih mengamankan investasi bagi para penggunanya, Drone Evolution, pabrikan drone asal Tanah Britania Raya telah meluncurkan apa yang disebutnya sebagai SafeFlight. SafeFlight sendiri berwujud mini quad drone yang dilengkapi komponen anti jamming dan teknologi yang dapat menolak setiap upaya gangguan elektronika. (more…)