
Bom penetrator sebagai penghancur bunker identik dalam operasi serangan udara yang menyasar sasaran terpilih. Dari nama-nama bom penetrator, kebanyakan adalah buatan Amerika Serikat dan Barat, sementara Cina juga punya bom penetrator dengan kemampuan presisi. Salah satu yang relatif baru dan populer adalah YJ-1001-1 dengan berat 1.000 kg. (more…)

Guna menandingi hegemoni Amerika Serikat dan memantapkan propaganda, Beijing lumayan banyak merilis beragam alutsista canggih. Namun, di balik kabar adopsi alutsista canggih, militer Cina rupanya masih menggunakan senjata konvensional, bahkan yang satu ini layak disebut sebagai salah satu senjata manpack tertua. Yang dimaksud adalah senjata penyembur api (flamethrower). Disebut sebagai salah satu senjata tertua, lantaran debut perdana senjata penyembur maut ini sudah eksis sejak era Perang Dunia I. (more…)

Untuk pertama kalinya, pembom strategis sayap ayun B-1B Lancer terlihat menggotong jenis bom pintar berpemandu pada pylon eksternal (hardpoint). Namun, bom pintar berpemandu ini bukan sembarang bom, melainkan GBU-72 Advanced 5K (A5K) Penetrator – bom anti bunker (bunker buster bomb) yang beratnya mencapai 5.000 pon atau setara 2.268 kilogram. (more…)

Amerika Serikat sepertinya sedang gandrung menguji coba bom udara, selain telah merampungkan sertifikasi desain pelepasan bom nuklir dari jet tempur stealth F-35A Lightning II, ada kabar bahwa Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) untuk pertama kalinya melakukan uji coba peluncuran bom anti bunker (bunker buster bomb) jenis baru, GBU-72 Advanced 5K (A5K) Penetrator dari jet tempur F-15E Strike Eagle. (more…)