Pertama Kali, Pembom B-1B Lancer Terlihat Gotong Bom Anti Bunker GBU-72 A5K Berbobot 2,2 Ton

Untuk pertama kalinya, pembom strategis sayap ayun B-1B Lancer terlihat menggotong jenis bom pintar berpemandu pada pylon eksternal (hardpoint). Namun, bom pintar berpemandu ini bukan sembarang bom, melainkan GBU-72 Advanced 5K (A5K) Penetrator – bom anti bunker (bunker buster bomb) yang beratnya mencapai 5.000 pon atau setara 2.268 kilogram.

Baca juga: Bakal Dipasang di KF-21 Boramae, Taurus Systems Kembangkan Rudal Jelajah Anti Bunker dengan Jangkauan 600 Km

Penampakan B-1B Lancer yang tengah menggotong GBU-72 berhasil diabadikan oleh Ian Recchio di akun Instagram @lookunderocks. Dalam foto tertanggal 14 Maret 2024, nampak B-1B berada di belakang (sedang melakukan air refueling) pesawat tanker KC-135 Stratotanker milik Angkatan Udara AS (US Air Force).

Seperti dikutip Theaviationist.com (7/6/2024), sebuah pembom B-1B Lancer terlihat terbang di atas gurun Mojave dengan detail menarik di bawah badan pesawatnya: BONE (dari “B-One”, sebutan tidak resmi untuk pesawat tersebut) sebenarnya membawa apa yang awalnya tampak seperti GBU-31 Joint Direct Attack Munition.

(Instagram lookunderocks)

Dari analisa foto versi resolusi tinggi, pandangan pertama dari senjata tersebut seperti GBU-31v1/B seberat 2.000 pon. Namun, setelah diperiksa lebih dekat, terlihat beberapa perbedaan dengan melihat secara khusus pada bagian strakes/fin dari kit JDAM. Faktanya, mereka tampak lebih panjang daripada yang ada pada GBU-31 (v1/Mk-84 dan v3/BLU-109) dan lebih besar, persis seperti yang ada pada GBU-72.

GBU-72 A5K terlihat mirip bom berpemandu presisi – precision-guided bomb GBU-31/B JDAM (joint direct attack munition) yang membawa hulu ledak penghancur bunker BLU-109/B atau BLU-137/B. GBU-72 A5K mengandalkan navigasi inersia yang didukung GPS di bagian ekornya, yang merupakan varian modifikasi dari unit ekor GBU-31/B.

GBU-72 Advanced 5K Penetrator adalah bom penghancur bunker seberat 5.000 pon yang diuji pertama kali pada tahun 2021. Tujuan pengujian adalah untuk menunjukkan bahwa senjata tersebut dapat dilepaskan dengan aman dari pesawat dan memvalidasi serangan gabungan langsung seberat 2.000 pon yang dimodifikasi. -Kemampuan tail kit amunisi untuk mengendalikan dan menavigasi senjata bom ini seberat 5.000 pon.

GBU-72 diciptakan untuk mengatasi tantangan dalam menargetkan struktur keras yang terkubur dalam dan cocok untuk diluncurkan dari jet tempur dan pembom. GBU-72 pertama kali diuji pada F-15E tetapi pengujian pada B-1B benar-benar masuk akal. Dengan pemodelan yang lebih canggih dari bom anti bunker sebelumnya, GBU-72 A5K untuk punya peningkatan jangkauan dan daya hancur pada fasilitas bawah tanah yang keras seperti basis rudal balistik dan senjata nuklir Korea Utara.

GBU-72 A5K dikembangkan menggunakan pemodelan dan teknik simulasi canggih yang secara substansial meningkatkan daya mematikannya dibandingkan dengan bom anti bunker generasi sebelumnya, yaitu GBU-28. GBU-28 pertama kali digunakan di Irak selama Operasi Badai Gurun pada tahun 1991 dan selama invasi AS ke Irak pada tahun 2003. (Gilang Perdana)

Pertama Kali, F-15E Strike Eagle Uji Peluncuran Bom Anti Bunker GBU-72 A5K, Beratnya 2,2 Ton!

One Comment