Hari ini 21 tahun lalu, bertepatan dengan 5 Agustus 2004, tiga jet tempurA-4 Skyhawk dari Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar terbang mengangkasa di langit Indonesia untuk terakhir kalinya dengan tujuan Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. (more…)
Meski telah dipensiunkan Skadron Udara 11 TNI AU sejak tahun 2003, namun nama jet tempur A-4 Skyhawk masih berkibar dalam dunia dirgantara. Purna tugas sebagai aset kombatan, A-4 populer debutnya sebagai jet untuk peran pelatihan atau agresor. Dan tahukah Anda, hari ini 71 tahun lalu, bertepatan dengan 22 Juni 1954, dikenang sebagai momen penerbangan perdana jet tempur legendaris Douglas A-4 Skyhawk. (more…)
Hari ini, 45 tahun lalu, bertepatan dengan 4 Mei 1980, menjadi momen bersejarah dalam dunia penerbangan militer di Tanah Air. Saat itu, empat A-4 Skyhawk yang diakuisisi Indonesia, untuk pertama kalinya tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, setelah sebelumnya dikapalkan dan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (more…)
Dengan desain hidung yang relatif kecil, sebagian orang mungkin agak kurang yakin dengan penempatan perangkat radar active electronically scaned array (AESA) dan infrared search and track (IRST) pada jet tempur ringan A-4 Skyhawk. Namun, sejak pertengahan tahun 2022 muncul A-4N “Aggressor” milik Top Aces yang diklaim sebagai varian tercanggih Skyhawk. (more…)
Rencananya mulai akhir tahun ini, Angkatan Udara Argentina akan kedatangan batch perdana dari total 24 unit jet tempur F-16 AM/BM yang dibeli bekas dari Denmark. Dengan kedatangan Elang Penempur, lantas menjaid pertanyaan, apakah Argentina nantinya akan memensiunkan jet tempur ringan A-4AR Fightinghawk? (more…)
Dalam jagad jet tempur ringan produksi Amerika Serikat, maka boleh dikata ada dua jenis pesawat yang usianya sudah tua, namun seolah menolak untuk dipensiunkan. Alih-alin pensiun, penempur seperti F-5 E/F Tiger dan A-4 Skyhawk masih terus digunakan oleh beberapa negara dengan sejumlah upgrade untuk meningkatkan performa tempurnya. (more…)
Ada dua negara yang bisa dikata “cinta mati” pada sosok jet tempur legendaris A-4 Skyhawk. Yang pertama adalah Selandia Baru, meski telah memensiunkan A-4K Skyhawk pada tahun 2001, Negeri Kiwi sampai saat ini tak pernah mempunyai jet tempur lain pasca A-4K Skyhawk, padahal serangkaian upgrade telah dikuncurkan dengan dana besar untuk A-4K lewat project Kahu. Dan negara kedua yang setia pada Skyhawk adalah Argentina, dimana sejak era Perang Malvinas sampai saat ini, ibarat kata, Skyhawk selalu di hati. (more…)
Nama senjata yang satu ini jelas tak populer di jagad alutsista Tanah Air, tapi tahukah Anda, bahwa kanon buatan Perancis ini selama puluhan tahun telah menjadi senjata utama pada pesawat tempur Douglas A-4E/H Skyhawk TNI AU. Dan setelah A-4 Skyhawk TNI AU beristirahat dalam damai, kini ada kabar yang kembali mengingatkan kita akan masa kejayaan Skyhawk di Indonesia. Persisnya DEFA 552 kaliber 30 mm yang terpasang sebagai kanon internal di eks A-4 Skyhawk TNI AU akan ‘dihidupkan’ kembali. (more…)
Berbeda dengan Singapura, Malaysia dan Thailand, Indonesia sejak era Orde Baru tidak memiliki jet tempur dengan fitur reconnaissance yang embedded. Jet tempur embedded reconnaissance bisa diartikan sebagai pesawat tempur yang dari pabriknya secara dedicated dilengkapi peralatan intai fotografi udara. Di lingkup ASEAN, identitas jet yang dimaksud adalah RF-5E Tigereye, varian F-5E Tiger II yang konfigurasi pada bagian hidungnya dilengkapi perangkat kamera panoramic. (more…)
Di luar Amerika Serikat, Indonesia adalah negara pengguna pertama pesawat tanker KC-130B Hercules pada awal 1960. Namun faktanya baru dua dekade kemudian, KC-130B Hercules TNI AU menemukan ‘jodoh’, yakni saat TNI AU menerima paket jet tempur taktis A-4 Skyhawk. Dan kemudian resmilah A-4 E/H Skyhawk sebagai pesawat TNI AU pertama yang punya kemampuan air refueling. Meski kini statusnya telah menjadi penghuni museum dan monumen, debut Skyhawk tak akan lekang dalam sejarah perkembangan kekuatan udara nasional. (more…)