Sukhoi Su-35 Jatuh, Inilah Konfirmasi Pertama Sejak Pecah Perang di Ukraina

Saling klaim kemenangan dalam peperangan adalah hal yang wajar, tapi yang lebih penting adalah bagaimana membuktikan klaim tersebut. Untuk itu, kemunculan foto terkait bisa menjadi sumber terkonfirmasi di lapangan. Seperti belum lama ini, untuk pertama kalinya sejak invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai pada 24 Februari 2022, telah terkonfirmasi atas jatuhnya satu unit jet tempur multirole Sukhoi Su-35S (Flanker E).

Baca juga: Alami Kerusakan Mesin, Sukhoi Su-35 Rusia Jatuh Sesaat Setelah Lepas Landas

Foto puing-puing dari Sukhoi Su-35S milik Angkatan Udara Rusia (VKS) telah beredar secara online pada 3 April kemarin. Disebutkan puing-puing Su-35 jatuh di dekat Izium, di timur Ukraina, sekitar 120 kilometer ke arah utara, atau tenggara kota Kharkiv.

Identifikasi bahwa itu adalah puing-puing Su-35 dapat dilihat dari model kursi tunggal, tanpa canard dan pada ujung sayap (wingtip) dilengkapi dengan pod ECM (Jammer) L-265M10P/R dan dilengkapi pelindung panas pada stabilizer. Kuat dugaan Su-35 yang nahas ini terbang dalam misi SEAD (Suppression Enemy Air Defenses). Foto-foto lain di lokasi puing-puing Su-35 juga menunjukkan sisa-sisa rudal anti radiasi Kh-31P.

Dalam operasi militer di Ukraina, Angkatan Udara Rusia meluncurkan Kh-31P – AS-17 ‘Krypton (kode NATO) – dari jet tempur Sukhoi Su-35 dan pembom tempur Su-34 Fullback.

Meski secara desain bak pinak dibelah dua dengan Su-27, namun secara struktur Su-35 berbeda dengan Su-27, terlebih untuk jeroan elektronik yang dibenamkan. Bicara tentang airframe, struktur Su-35 diperkuat agar memiliki usia pakai lebih lama ketimbang Su-27, serta perkuatan airframe dimaksudkan agar pesawat mampu menahan gaya akibat manuver ekstrim.

Baca juga: Karena Radar PESA, Sukhoi Su-35 Disebut Kalah Unggul dari Jet Tempur Buatan Cina, Inilah Respon dari Pihak Rusia

Meski avionik dan sensornya baru, tapi radarnya masih mengadopsi Irbis-E PESA (passive electronically scanned array), tapi jangkauannya terbilang jauh dan secara teknologi masih lebih baik dari mechanically scanned radar, atau radar konvensional. Radar Irbis-E di Su-35 dapat mendeteksi 30 sasaran di udara secara simultan, dan mampu melakukan serangan ke delapan target secara bersamaan. Jangkauan radar ini disebut-sebut mampu mengendus sasaran hingga jarak 400 Km. (Gilang Perdana)

34 Comments