Sudah Punya Gripen E/F, Angkatan Udara Brasil Dikabarkan Berusaha Beli F-16 Bekas Pakai dari AS

Sepertinya ada anomali pada postur kekuatan udara angkatan bersenjata Brasil, Negeri Samba itu telah mengikat kontrak untuk akuisisi dan produksi bersama jet tempur canggih Gripen E/F (disebut Brasil dengan kode F-39) dari Saab, Swedia. Lain dari itu, Angkatan Laut Brasil sampai saat ini masih mengoperasikan varian jet tempur lawas A-4 Skyhawk yang telah mendapatkan upgrade. Dan ada kabar yang boleh jadi akan lebih banyak mengundang pertanyaan besar, yakni rumor bahwa Brasil tengah berusaha membeli jet tempur bekas F-16 Fighting Falcon.

Baca juga: Saab dan Embraer Buka Jalur Produksi Jet Tempur Gripen E di Sao Paulo – Brasil

Tetangga di selatan Brasil, Argentina belum lama ini telah mengingat kontrak pembelian 24 unit F-16 A/B bekas pakai dari Denmark, yang batch pertamanya akan diterima mulai akhir tahun ini. Akuisisi F-16 bekas oleh Argentina terdengar wajar, mengingat kekuatan udaranya yang sangat minim, belum lagi anggaran pertahanan yang minim. Namun, lain kata dengan Brasil, yang dikenal industri pertahanannya sangat maju, dan yang terpenting, Angkatan Udara Brasil sudah mulai mengoperasikan Gripen E/F.

Mengutip dari Janes.com, Angkatan Udara Brasil dikabarkan sedang dalam pembicaraan untuk membeli 24 unit jet tempur F-16 bekas pakai dari pemerintah Amerika Serikat, hal tersebut bersumber dari pernyataan seorang perwira tinggi Brasil kepada Janes pada awal Juni 2024.

Laporan Janes mengindikasikan bahwa negosiasi mengenai potensi pembelian F-16 bekas saat ini masih dalam tahap awal. Namun, Angkatan Udara Brasil berencana untuk mengambil keputusan dengan cepat, kemungkinan pada akhir tahun 2024. Berita tentang potensi pembelian F-16 bekas muncul ketika Angkatan Udara Brasil bersiap mengganti beberapa jet tempurnya yang sudah tua.

Merujuk ke World Air Forces 2024, Angkatan Udara Brasil saat ini mengoperasikan armada pesawat tempur yang terdiri dari 42 unit AMX, 40 unit Northrop F-5EM, 30 unit Embraer EMB 314 Super Tucano, dan enam unit jet tempur Saab Gripen E.

Sebagai tonggak sejarah, Angkatan Udara Brasil memesan 36 unit Gripen E/F (d/h Gripen NG) pada tahun 2014 senilai $5,4 miliar, dengan pengiriman diharapkan tuntas pada tahun 2027. Kontrak tersebut diperluas pada tahun 2022 untuk menambah empat jet lagi, sehingga totalnya menjadi 40 unit, namun karena kurangnya dana, Brasil kini menjajaki opsi yang lebih murah.

Perlu dicatat bahwa pesawat tempur Gripens E pertama akan melengkapi 1st Grupo de Defesa Aérea di Anápolis. Namun, Angkatan Udara belum memutuskan ke mana sisa pesanan Gripen tersebut akan dikirim. Gripen baru dilaporkan diperkirakan akan ditugaskan ke unit yang saat ini menggunakan pesawat tempur F-5.

Menanti Operasional Gripen E, AU Brasil Terima Unit Terakhir F-5M Tiger, Jet Tempur Canggih Bertampang Lawas

Selain itu, Angkatan Udara Brasil sedang bersiap untuk memensiunkan armada pesawat tempur AMX-nya tanpa adanya pengganti baru, yang kemungkinan mendorong potensi pembelian F-16 bekas dari pemerintah AS.

Kilas balik ke dekade silam, pada awal tahun 2000-an, Brasil sudah pernah mencoba membeli sejumlah F-16 dari AS, namun kesepakatan tidak berhasil. Pada tahun 2002, AS menawarkan untuk menjual F-16 Fighting Falcon ke Brasil, termasuk rudal udara-ke-udara yang canggih. Ini adalah tawaran pertama yang diberikan kepada negara Amerika Latin. Pejabat Brasil menerima proposal dari Defense Security Cooperation Agency (DSCA), dalam hal ini termasuk F-16 dan persenjataan terkait, seperti rudal udara-ke-udara jarak menengah AMRAAM.

Tapi ternyata, ada perbedaan pandangan dari salah satu kubu di Washington, yakni muncul kebijakan Pentagon yang mencegah masuknya teknologi canggih ke suatu wilayah, karena khawatir hal itu dapat mengganggu keseimbangan militer dan memulai perlombaan senjata. Namun, seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan AS mengajukan tawaran tersebut karena Peru telah mengakuisisi AMRAAM versi Rusia (Vympel R-77). (Bayu Pamungkas)

R-77: Lawan Tanding Terberat Rudal AIM-120 AMRAAM – “Pembunuh” dari Balik Cakrawala

3 Comments