STM (Turki) Tawarkan Desain LPD (Multirole Support Ship/MRSS) ke Malaysia, Saingan Langsung PT PAL

Meski terjalin kerja sama yang erat antara indudstri pertahanan Indonesia dan Turki, namun dalam Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA) 2025, industri pertahanan kedua negara rupanya harus berkompetisi terkait proyek Multirole Support Ship (MRSS) untuk kebutuhan Angkatan Laut Malaysia.
Baca juga: Damen Enforcer 10000 – Tawaran Belanda Untuk Landing Platform Dock Malaysia
Meski diisebut MRSS, namun sejatinya yang dimaksud adalah jenis kapal Landing Platform Dock (LPD). Dalam konteks ini, PT PAL Indonesia punya portfolio yang kuat, sebut saja serial LPD Makassar class yang telah dioperasikan TNI AL, kemudian Tarlac class yang digunakan Angkatan Laut Filipina dan LPD 163M Al Maryah pesanan Angkatan Laut Uni Emirat Arab (UEA) yang tengah dalam fase pembangunan.
Nah, galangan Turki, STM (Savunma Teknolojileri Mühendislik), rupanya ingin mengambil kesempatan dalam proyek MRSS Malaysia, yakni dengan diungkapkannya desain MRSS yang disebut dirancang khusus sesuai pra syarat dari Angkatan Laut Malaysia. Desain tersebut diungkap pada hari pembukaan LIMA 2025 di pada tanggal 20 Mei 2025.
STM mengatakan bahwa MRSS rancangan untuk Malaysia mampu membawa helikopter serta dirancang untuk melakukan operasi ekspedisi dan mampu mengangkut pasukan, peralatan, dan kendaraan. Kapal tersebut juga dapat digunakan untuk operasi dukungan logistik, berfungsi sebagai kapal evakuasi atau rumah sakit, dan melakukan misi pencarian dan penyelamatan.

STM’nin Çok Maksatlı Destek Gemisi (MRSS) LIMA 2025’te Sahneye Çıktı
STM, askeri denizcilik alanındaki mühendislik birikimi ve tasarım kabiliyetiyle, Çok Maksatlı Destek Gemisi (MRSS) platformunu özgün olarak geliştirdi. Bu yeni nesil gemi, Malezya’da düzenlenen Langkawi… pic.twitter.com/ryJwGZrbg3— C savunma (@CSavunma) May 20, 2025
Menurut STM, konsep MRSS yang ditawarkan berbobot 9.600 ton, memiliki panjang keseluruhan 153 meter, lebar 24 meter, dan kecepatan maksimum lebih dari 18 knot. LPD tersebut ditenagai oleh dua mesin diesel 5.200 kW dan memiliki jangkauan lebih dari 8.000 mil laut dengan kecepatan 14 knot.
Desain MRSS Malaysia ala STM dapat menampung awak sebanyak 150 personel dan mengangkut hingga 500 personel tambahan. STM mengatakan LPD tersebut mampu mengangkut dua unit Landing Craft Utility (LCU), 14 unit MBT, sembilan kendaraan serbu amfibi, dua rigid hull inflatable boats (RHIB) dan dua helikopter berukuran sedang.
Terlepas dari penawaran dari Turki, peluang PT PAL Indonesia punya peluang besar untuk memenangkan tender MRSS, seperti pada 19 April 2024, Panglima Angkatan Laut Laksamana Tan Sri Abdul Rahman bin Ayob mengunjungi PT PAL di Surabaya. Kedatangannya disambut oleh manajemen puncak PT PAL untuk memberi pengarahan mengenai operasional perusahaan, dan diakhiri dengan berkeliling galangan. Menurut Angkatan Laut Malaysia, mereka setidaknya membutuhkan hingga 15 unit MRSS. (Gilang Perdana)
Mulai Dibangun 2024, Uni Emirat Arab Order Landing Platform Dock ke PT PAL Indonesia



Tenang. Kalau turki ada STM . Indonesia ada SMK.
Masih produk Turki.
Itu ada kontrak kendaraan lapis baja 4×4 sejumlah 173 unit senilai 300 juta usd.
Selain itu ada kontrak dengan total 900 juta usd ( 300+300+200+100 = 900 ) untuk drone ucav berikut attack munitionnya dengan supplier baykar makina, TAI dan Rocketsan.
Kelihatannya seremoni penandatanganan pada Indo Defense Juni nanti.
Wah TB-3, Anka, Akinci dan mam-l jadi nih.
Selain itu apalagi ya ? Istif class ? Kapal selam?
Kecil kemungkinannya PT. PAL menang tender di Malaysia. Malaysia masih gengsian dengan alutsista Indonesia.