Setelah 14 Tahun, Beredar Video Penerbangan Perdana Chengdu J-20, Jet Tempur Stealth Pertama Cina

Meski peristiwanya telah berlangsung 14 tahun silam, namun, baru belakangan ini diperlihatkan video penerbangan perdana prototipe jet tempur generasi kelima Chengdu J-20 “Mighty Dragon”.
Baca juga: Hari ini, 14 Tahun Lalu, Chengdu J-20 Sang Penantang F-22 Raptor Terbang Perdana
Persisnya, China Media Group (CMG) pada hari Sabtu merilis rekaman monumental pemerbangan perdana jet tempur stealth J-20 pada 11 Januari 2011. Dirancang oleh Chengdu Aircraft Design and Research Institute, pesawat tempur stealth pertama Cina ini melakukan lepas landas bersejarah di Bandara Wenjiang Chengdu yang disambut sorak sorai para pengembangnya.
“Selain beberapa staf teknis dan personel pendukung kami yang berada di luar menara kontrol, terdapat banyak pekerja penelitian dan pengembangan garis depan di sisi landasan. Kami menyaksikan lepas landas dan pendaratan pesawat secara langsung. Saya rasa kami merasakan kegembiraan yang luar biasa — perasaan ingin mengepalkan tangan. Setelah begitu banyak upaya, akhirnya pesawat itu terbang,” kata Xue Longxian, seorang peneliti di Chengdu Aircraft Design and Research Institute, ketika mengenang momen mendebarkan tersebut.
China has released rare footage of the J-20 stealth fighter’s maiden flight from January 11, 2011. pic.twitter.com/erP9D9vIcY
— Polymarket Intel (@PolymarketIntel) October 4, 2025
Setelah penerbangan selama 18 menit, prototipe J-20 mendarat dengan mulus, mengukuhkan keberhasilan penerbangan perdananya.
“Kesan pertama saya adalah pesawat ini sangat sensitif dan mudah dikendalikan. Saya merasa hebat, tetapi saya mendarat sebelum benar-benar menikmatinya,” ujar Li Gang, pilot uji coba dalam penerbangan perdana J-20.

Penerbangan yang sukses ini menandai Cina sebagai salah satu dari sedikit negara di dunia yang mampu mengembangkan jet tempur siluman secara mandiri, mencapai lompatan bersejarah dalam industri penerbangan negara tersebut.
Sebagai pesawat tempur siluman generasi kelima pertama yang dikembangkan di dalam negeri, J-20 telah mengembangkan serangkaian teknologi inti utama, termasuk kemampuan siluman yang tinggi, performa tinggi, dan kemampuan manuver yang tinggi.
J-20 diklaim telah dilengkapi dengan rudal udara-ke-udara dan sistem manajemen misi tercanggih di Cina yang secara signifikan meningkatkan tingkat keberhasilan serangan. J-20 juga dapat membentuk kemampuan tempur sistemik dengan peralatan penerbangan lainnya, seperti kendaraan udara tak berawak dan pesawat peringatan dini, mencapai lompatan dari pertempuran satu pesawat menjadi pertempuran sistematis.
Merujuk ke catatan sejarah, pasca terbang perdana, J-20 baru diperlihatkan ke khalayak luas pada Zhuhai AirShow pada tahun 2016. Dan baru pada akhir 2018, J-20 disebutkan masuk fase produksi.
Sementara operasional resmi J-20 oleh Angkatan Udara Cina – People’s Liberation Army Air Force (PLAAF) berlangsung pada pertengahan 2019.
Guna menjaga gengsi dan kerahasiaan, Cina tak akan menjual Chengdu J-20 untuk ekspor, menjadikan sosok jet tempur futuristik ini disejajarkan dengan keberadaan F-22 Raptor. (Gilang Perdana)



semakin lama berdirinya sebuah negara ya harusnya ada kemajuan contohnya china/tiongkok, masa kita mau menuju 100 tahun merdeka cuma gembar gembor : kita negara besar + kita kuat tanpa bukti nyata.
indo cuma ikut proyek kf21 boramae aja kebanyakan mengeluh (tot minim lah )
masa iya ada makan siang gratis wkwk
perjalanan china dalam membangun jet tempur :
Era imitasi dan adopsi teknologi asing (1950–1980-an)
Pada era ini, industri penerbangan Tiongkok sangat bergantung pada Uni Soviet, dengan strategi utama berupa perakitan dan produksi berlisensi dari desain Soviet.
Shenyang J-5 (berbasis MiG-17 Soviet)
Tahun produksi: 1956–1969.
Shenyang J-6 (berbasis MiG-19 Soviet)
Tahun produksi: 1958–1983.
Chengdu J-7 (berbasis MiG-21 Soviet)
Tahun produksi: 1960-an–2013.
Era kemandirian desain (1980–2010-an)
Pada era ini, Tiongkok mulai mengembangkan jet tempur dengan hak kekayaan intelektual independen, mengakhiri ketergantungan penuh pada model tiruan.
Shenyang J-8
Tahun produksi: J-8 (1980-an), J-8II (1980-an–sekarang)
Chengdu J-10 “Vigorous Dragon”
Tahun produksi: Mulai beroperasi pada 2006.
Skandal: Meskipun dianggap sebagai pencapaian besar, J-10 awal masih menggunakan mesin impor dari Rusia, menunjukkan keterbatasan Tiongkok dalam mengembangkan mesin jet canggih.
kemiripan desain dengan jet tempur lavi israel
Shenyang J-11 (berdasarkan Su-27 Soviet)
Tahun produksi: Sekitar akhir 1990-an.
Jumlah unit: Sejumlah besar telah diproduksi, dengan perkiraan terus bertambah.
Skandal: Tiongkok dituduh melakukan rekayasa terbalik (reverse engineering) pada Su-27 Rusia untuk mengembangkan J-11 secara mandiri, yang menimbulkan ketegangan dengan Rusia.
Era jet tempur generasi kelima dan keenam (2010-an–sekarang)
Pada era ini, Tiongkok berhasil memproduksi jet tempur siluman generasi kelima secara mandiri dan sedang mengembangkan jet tempur generasi keenam.
Chengdu J-20 “Mighty Dragon”
Tahun produksi: Uji terbang pertama pada 2011. Mulai beroperasi sekitar 2017.
Jumlah unit: Produksi tahunan diperkirakan mencapai 100 unit atau lebih pada 2024, dengan total lebih dari 200 unit.
Skandal: Tiongkok dituduh mencuri teknologi dari program F-35 dan F-22 AS untuk mempercepat pengembangan J-20.
Shenyang J-35
Tahun produksi: Uji terbang pertama sekitar 2012, dirancang untuk operasi berbasis kapal induk.
Jumlah unit: Produksi belum diketahui, tetapi diperkirakan akan menjadi jet tempur utama di kapal induk Tiongkok.