Cina baru saja menunjukkan lompatan besar dalam industri manufaktur militer melalui implementasi teknologi “Dark Factory” atau pabrik tanpa cahaya untuk memproduksi jet tempur siluman tercanggihnya, Chengdu J-20 Mighty Dragon. Mengutip laporan dari Science and Technology Daily, penggunaan otomatisasi penuh berbasis kecerdasan buatan (AI) ini telah berhasil meningkatkan efisiensi produksi komponen utama jet tersebut hingga hampir 150 persen. (more…)
Ambisi militer Cina dalam mendominasi teknologi peperangan udara semakin nyata dengan munculnya bocoran dokumen teknis mengenai pengembangan rudal jelajah siluman terbaru. Berbeda dengan rudal jelajah konvensional yang kerap digantung di bawah sayap, rudal misterius ini dirancang dengan dimensi kompak agar mampu masuk ke dalam internal weapons bay (ruang senjata internal) jet tempur stealth Cina, yakni Chengdu J-20 Mighty Dragon dan Shenyang J-35. (more…)
Selain B-21 Raider, sejauh ini wahana pesawat tempur/pembom yang diklaim sebagai bagian dari generasi keenam, masih dalam tatanan konsep pematangan desain. Kalau pun ada seperti FCAS (Future Combat Air System), itu juga sebatas full mockup untuk keperluan visual saat pameran. Namun, ada yang menarik untuk dicermati, bahwa Cina tak ingin ketinggalan dalam pengembangan jet tempur generasi masa depan ini. (more…)
Penempur stealth Chengdu J-20 membawa empat rudal PL-15 pada weapon bay.
Saling klaim keunggulan antar pihak yang bertikai sudah lazim namun, seberapa logis klaim itu dilontarkan, itu yang akan menjadi penilaian tersendiri. Seperti belum lama ini beredar video pendek yang melontarkan pernyataan dari pilot jet tempur Cina, dimana Ia mengklaim berhasil terbang masuk jauh ke wilayah udara Taiwan tanpa terdeteksi. Tunggangan yang dibawa sang pilot Cina memang tak sembarangan, yakni Chengdu J-20 “Mighty Dragon”, yakni penempur stealth yang diposisikan sebagai lawan tanding F-22 Raptor. (more…)