PT Dahana dan Hariff Defense Tampilkan SLT (Senjata Lawan Tank) Berbasis Roket dengan Peluncur Reusable

Senjata Lawan Tank (SLT) kembali diperkenalkan dalam pameran pertahanan Indo Defence 2024 (11-14 Juni 2025), kali ini jenis SLT terbaru adalah hasil rancangan dari BUMN PT Dahana dan perusahaan swasta nasional, PT Hariff Dipa Persada (Hariff Defense). Proyek ini merupakan pengembangan utama dalam upaya Indonesia untuk membangun produksi persenjataan ringan dalam negeri, yang bertujuan untuk memenuhi persyaratan pelatihan dan operasional.

Baca juga: TNI AD Uji Coba Instalaza Alcotan-100 (M2), Senjata Lawan Tank Disposable Kaliber 100mm

Kerja sama tersebut diformalkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 12 Juni 2025. Perjanjian tersebut didasarkan pada komplementaritas industri. Hariff Defense bertanggung jawab atas pengembangan peluncur, termasuk komponen elektronik, aerodinamika, dan arsitektur roket.

Sementara PT Dahana dalam proyek ini akan memasok bahan peledak, propelan, dan bahan isolasi termal. Pengguna akhir diidentifikasi sebagai Pusat Senjata Infanteri Angkatan Darat (Pusenif AD), yang menunjukkan niat untuk mengintegrasikan sistem dalam kerangka doktrinal nasional.

SLT dirancang untuk melumpuhkan kendaraan lapis baja musuh menggunakan roket yang dilengkapi dengan hulu ledak shaped-charge, dan tersedia dalam varian aktif atau asap.

SLT ini memiliki peluncur yang dapat digunakan kembali (reusable) dengan amunisi roket yang dapat diisi ulang, sehingga ideal dan efisien bagi program pelatihan. Untuk dukungan penargetan, SLT ini terintegrasi dengan sistem penglihatan dan layar OLED 0,6 inchi, yang menampilkan data penembakan yang berasal dari sensor elektronik dan pengintai jarak (rangefinder).

Unit penglihatan dilengkapi dengan kamera 12,3 megapiksel dan pengintai laser yang mampu mengidentifikasi target kendaraan hingga 1.000 meter dan target manusia hingga 300 meter. Sistem penglihatan disokong tenaga baterai antara 7,2 dan 8,4 V, dengan konsumsi daya 0,3 ampere. Perangkat penglihatan ini punya bobot 1,27 kg dan berukuran 120 x 115 x 108 mm.  Perangkat lunak onboard di sistem SLT berjalan pada platform Linux dan diprogram dalam C++ untuk mengelola komputasi balistik dan fungsi penglihatan.

Korps Paskhas Tampilkan Instalaza C90-CR Sebagai Senjata Bantuan

Bobot peluncur 3,345 kg (tidak termasuk roket) dengan ukuran panjang 1.002 mm, dan menggunakan pemicu elektrik. Roket anti tank ini dirancang untuk menyerang target pada jarak antara 200 dan 300 meter. Jangkauan target ditentukan melalui kombinasi pencarian jarak dengan laser (laser rangefinder) dan estimasi visual manusia hingga 1.000 meter.

Komponen utama, yaitu roket pada SLT ini memiliki panjang 541,13 mm, diameter kaliber 78,06 mm, dan berat 1,459 kg. Komponen roket ini mencakup unit propulsi pasif, prosesor ARM Cortex-M4 32-bit, dan serangkaian sensor termasuk akselerometer, giroskop, dan detektor jarak dekat.

Roket Anti Tank dengan Peluncur Disposable RPG-75 Perkuat Senjata Pasukan Pendarat TNI

Sirip belakang pada roket bersifat tetap, sedangkan sirip pemandu bersifat aktif. Bahan yang digunakan untuk kerucut hidung, hulu ledak, dan sistem propulsi meliputi komposit, karet, aluminium, grafena, dan polistirena. Hulu ledak menggunakan bahan peledak tipe A5AP.

Diproduksi oleh dua perusahaan di dalam negeri, maka tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) SLT ini dilaporkan sebesar 50% untuk roket dan 41% untuk peluncur, yang mencerminkan upaya berkelanjutan menuju otonomi industri bertahap. Armyrecognition.com menyebut, Hariff Defense dan Dahana berencana untuk mengembangkan varian SLT di masa mendatang sebagai rudal berpemandu dan, akhirnya, sebagai amunisi pintar yang ditujukan untuk penyebaran taktis.

Di masa lalu, Dislitbangad dan PT Pindad juga pernah memperkenalkan jenis Senjata Lawan Tank (SLT), besar harapan SLT terbaru garapan Dahana dan Hariff Defence tidak berakhir sebagai prototipe semata. (Gilang Perdana)

Pindad SLT Latih: Tingkatkan Keterampilan dan Self Confidence Prajurit Infanteri

One Comment