Perkuat Armada Laut Selatan, AL Cina Resmi Operasikan “Hubei 34” – Unit Keempat LHD Type 075 Yushen Class

Setelah diluncurkan Hudong Zhonghua Shipbuilding di Shanghai pada 14 Desember 2023, unit keempat kapal induk helikopter – Landing Helicopter Dock (LHD) Type 075 Yushen Class, Hubei dengan nomer lambung 34, akhirnya resmi komisioning pada 1 Agustus 2025. Seperti halnya unit pertama, Hainan 31, maka Hubei 34 bergabung untuk memperkuat Armada Laut Selatan (South Sea Fleet) Angkatan Laut Cina (PLA Navy).
Bergabungnya Hubei 34 mendapat sorotan media, khususnya dengan pelibatan LHD tersebut dalam latihan maritim di Laut Cina Selatan, seperti yang dilapor media resmi Cina.
Dalam latihan tersebut, Hubei 34 terlihat berlatih bersama kapal perang lainnya untuk memperingati hari jadi ke-98 PLA. Rekaman dari siaran televisi negara CCTV menunjukkan kapal tersebut beroperasi dalam formasi bersama Hainan 31, unit pertama LHD Type 075, dan empat unit Landing Platform Dock Type 071. Latihan juga melibatkan kapal pendarat berbantalan udara (LCAC) atau hovercraft Type 726, yang menyoroti fokus Angkatan Laut PLA pada proyeksi operasi serbu amfibi.


Dengan aktifnya Hubei 34, daftar lengkap LHD Tipe 075 yang telah ditugaskan mencakup Hainan, Guangxi, Anhui, dan kini Hubei. Guangxi 32, dan Anhui 33, ditugaskan di Armada Laut Timur (East Sea Fleet).
LHD Type 075 punya bobot 36.000 – 38.000 ton, dengan kemampuan membawa 30 helikopter berukuran sedang. Komposisi helikopter yang dibawa terdiri dari helikopter serang WZ-10, helikopter angkut sedang, helikopter anti kapal selam Z-18 dan Z-20.
Panjang kapal serbu amfibi ini mencapai 237 meter dan lebar 43 meter. Sebagai sistem proteksi, Type 075 dilengkapi dua kanon reaksi cepat CIWS H/PJ-11 30 mm dan dua peluncur rudal hanud HHQ-10. Kemudian ada anti torpedo system dan electronic warfare system.
LHD Type 075 dilengkapi dock basah atau well dock pada bagian buritan, dimana dapat memampung 2 – 4 unit hovercraft atau Type 726A LCAC air cushion landing craft untuk mendukung operasi pendaratan amfibi. Kapal induk helikopter ini ditenagai enam mesin 16PC2-6B dengan kekuatan 65.000 hp yang mampu membawa kapal induk ini berlayar dengan kecepatan 23 – 24 knots.
Type 726 LCAC – Mampu Membawa MBT, Inilah Andalan AL Cina dalam Operasi Serbuan Amfibi
Angkatan Laut Cina mencanangkan pembangunan hingga delapan unit LHD Type 075, selain itu, kekuatran serbu amfibi Cina masih terdongkrak berkat hadirnya LHD yang lebih besar, yakni Type 076 Yulan class (50.000 ton), yang unit pertamanya Sichuan 51 telah diluncurkan pada 27 Desember 2024, dengan jadwal komisioning pada tahun 2027. (Gilang Perdana)



kalau uangngya ada dan banyak…. jelas… kita banyak LHD, yg bisa untuk mendarat drone2 tempur segala type. 3 LHD untuk setiap kapal induk.
Indonesia jelas butuh banyak LHD sebagai kekuatan armada dan sayap angkatan laut. Kekuatan udara angkatan laut terdiri dari 4 kapal induk Drone, 4 kapal induk Helikopter dan 4 kapal induk Pespur dengan kemampuan VTOL. Dengan kemampuan tersebut Indonesia bisa maju menghadapi peperangan modern yg hibrid dan kompleks.
LHD sangat dibutuhkan juga untuk memelihara ketertiban dunia.
LHD ngapain banyak-banyak. Maksimal 4 saja cukup. Malah jikalau total pembelian alutsista hanya usd 125 miliar saja maka hanya bisa beli 1 LHD saja. Itupun bekas.
Daripada MLRS kpop lebih baik marinir beli sistem rudal pertahanan pantai Atmaca. Beli langsung 12 baterai. 1 baterai 4 unit kendaraan peluncur. 1 kendaraan peluncur berisi 4 rudal anti kapal Atmaca. Selain itu beli juga ATGM semacam Javelin dan juga RPG serta drone fpv yang sangat banyak. Kalo bisa 1 prajurit dijatah 1 drone fpv dan 1 peleton 1 atgm javelin serta 1 RPG untuk setiap regu infanteri. Udah jossss itu.
@TN: beli MLRS dari Korsel itu pemborosan. Udah tepat beli dari Turki dilengkapi dg ToT rudal balistiknya juga.
BTW Indonesia gak pengen bangun LHD juga nih? Butuh 6-12 unit loh.
Min,
Dengar rumor katanya marinir kepingin mlrs dari negeri kpop. Tolong dibahas ya.