Northrop Grumman GQM-163A “Coyote” – Target Supersonik Untuk Latihan Tangkal Serangan Rudal Anti Kapal

Serangan rudal jelajah anti kapal masih menjadi momok menakutkan dalam dinamika peperangan laut modern, masih hangat dalam ingatan insiden pada kapal penjelajah Rusia RTS Moskva, yang karam di Laut Hitam setelah dihujani rudal Neptune Ukraina. Faktanya bukan perkara mudah untuk menertalkan serangan rudal anti kapal yang bisa mengubah ketinggian secara dinamis dengan kecepatan tinggi.

Baca juga: Kemhan Rusia: Kapal Penjelajah Rudal RTS Moskva Tenggelam Saat Proses Penarikan

Mengantisipasi kondisi seperti di atas, maka menjadi perhatian serius untuk menggelar latihan untuk mengantisipasi serangan rudal anti kapal. Merujuk ke informasi resmi yang dipublikasikan oleh Northrop Grumman pada tanggal 29 Mei 2025, perusahaan tersebut asal AS itu disebut berhasil meluncurkan dua sasaran supersonik (supersonic target) GQM-163A “Coyote” dari Fasilitas Peluncuran Hebrides di Skotlandia.

GQM-163A Coyote adalah target rudal supersonik yang dikembangkan oleh Northrop Grumman untuk mensimulasikan rudal jelajah anti kapal canggih. Dengan panjang sekitar 5,5 meter, Coyote mampu mencapai kecepatan lebih dari Mach 2,5 dan terbang pada ketinggian sangat rendah, sekitar 4,5 meter di atas permukaan laut (sea skimming).

Kemampuan manuvernya yang tinggi, termasuk akselerasi lebih dari 10 g dan manuver spiral, menjadikannya tantangan nyata bagi sistem pertahanan udara (hanud) di kapal perang permukaan.

Publikasi dari Northrop Grumman atas GQM-163A Coyote sejatinya terkait dengan latihan Formidable Shield 2025. Sebagai catatan, Formidable Shield adalah latihan pertahanan udara dan rudal terintegrasi (Integrated Air and Missile Defense/IAMD) terbesar di Eropa yang diselenggarakan oleh NATO setiap dua tahun sekali.

Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan tempur, interoperabilitas, dan kemampuan pertahanan kolektif negara-negara anggota NATO terhadap ancaman udara dan rudal modern.

Dan Formidable Shield 2025 dilaksanakan dari 3 hingga 23 Mei 2025, latihan ini berlangsung di wilayah Atlantik Utara, termasuk Andøya di Norwegia dan Kepulauan Hebrides di Skotlandia.

Sebanyak 11 negara anggota NATO berpartisipasi, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Perancis, Italia, Spanyol, Norwegia, Denmark, Belanda, Belgia, dan Australia (sebagai penyedia sensor radar). Lebih dari 7.000 personel, 16 kapal perang, 27 pesawat tempur, serta unit pertahanan udara darat seperti NASAMS dan HIMARS terlibat dalam latihan ini.

Hadapi Rudal Balistik Anti Kapal, Inggris Tingkatkan Kemampuan Rudal Hanud Sea Viper Evolution di Destroyer Type 45

Dalam latihan Formidable Shield 2025, beberapa kapal perang NATO berhasil menetralkan target supersonik GQM-163A Coyote, yang mensimulasikan rudal jelajah anti-kapal berkecepatan tinggi dan rendah. Salah satu kapal yang menonjol adalah HMS Dragon, sebuah kapal perusak Type 45 milik Angkatan Laut Inggris.

Pada 15 Mei 2025, HMS Dragon berhasil menembak jatuh target supersonik yang mensimulasikan rudal jelajah anti-kapal. Sea Viper Air Defence System dengan rudal hanud Aster 30 diluncurkan mencapai kecepatan Mach 4 hanya dalam 2,5 detik setelah peluncuran dan berhasil menghancurkan target yang melakukan manuver evasif kompleks.

[the_ad id=”77299″]

GQM-163A Coyote dirancang untuk kemampuan manuver yang tinggi, mampu bertahan terhadap akselerasi lebih dari 10 g dan melakukan putaran azimuth dan elevasi serta manuver spiral.

Diproduksi secara eksklusif di Amerika Serikat, GQM-163A Coyote telah digunakan oleh Angkatan Laut AS selama lebih dari dua dekade dalam pengujian pertahanan rudal berisiko tinggi. Sistem propulsinya menggabungkan solid-fuel booster dengan air-breathing ducted rocket, yang memungkinkannya terbang dengan kecepatan melebihi Mach 2,5 sambil mempertahankan ketinggian hanya 4,5 meter di atas permukaan laut. (Gilang Perdana)

Inggris Percepat Pengembangan Rudal Jelajah Hipersonik dengan Target Operasional di Tahun 2030

4 Comments