Mulai Januari 2021, Frigat Iver Huitfeldt AL Denmark Pimpin Operasi Agenor di Selat Hormuz

Setelah hadir di Selat Hormuz pada bulan Agustus lalu, frigat HDMS Iver Huitfeldt (Iver Huitfeldt Class) milik AL Denmark, mulai Januari 2021 dipercaya untuk memimpin dalam Operasi Agenor yang digelar oleh European-led maritime surveillance mission in the Strait of Hormuz (EMASOH). Kepemimpinan misi Denmark adalah perpanjangan dari keterlibatannya di 2020, dimana Denmark telah mengirimkan satu unit frigat.
Mengutip dari Navalnews.com (9/11/2020), Posisi kepemimpinan Denmark di Selat Hormuz adalag untuk menggantikan peran Perancis yang memimpin Operasi Agenor sejak Februari 2029. HKementerian Pertahanan Denmark pada 6 November 2020 telah mengonfirmasi bahwa kepemimpinan Denmark akan berjalan selama satu semester di 2021.
Menteri Luar Negeri Denmark Jeppe Kofod, menyebut bahwa di Selat Hormuz, bendera Denmark telah menjadi simbol keselamatan, stabilitas, dan kebebasan navigasi. “Denmark adalah negara maritim sipil terbesar ke-5 di dunia, dan kami berkomitmen mengambil tanggung jawab itu,” ujar Kofod.

Komponen kekuatan AL Denmark akan berbasis di pangkalan angkatan laut Perancis Camp Al Salam di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab yang memiliki komando di atas kapal dan pesawat intai yang dikerahkan ke wilayah operasi.
[the_ad id=”12235″]
Frigat Iver Huitfeldt AL Kerajaan Denmark bergabung dengan Operasi Agenor pada Agustus 2020. Operasi ini digagas murni oleh negara-negara Eropa yang didorong oleh inisiatif Perancis sehubungan dengan peristiwa di Selat Hormuz pada 2019. Tugas utama frigat adalah memastikan kepatuhan dengan konvensi internasional tentang pergerakan bebas di laut.

Operasi Agenor adalah jenis operasi pengawasan maritim, yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan Eropa dalam menilai situasi serta memantau aktivitas maritim, dan yang lebih utama lagi untuk menjamin kebebasan navigasi di Teluk Persia dan Selat Hormuz. Operasi Agenor dikendalikan dari markasnya di pangkalan angkatan laut Perancis di Abu Dhabi, Tactical Force 474 yang menyatukan kekuatan militer Perancis, Belanda, Denmark, Belgia, Yunani, Portugal, Italia, dan Jerman.
Parlemen Denmark pada 11 Juni 2020 memberi lampu hijau untuk pengiriman frigat Iver Huitfeld ke wilayah yang kerap bergejolak tersebut. Dalam persetujuan parlemen, frigat dengan panjang 138 meter ini juga akan membawa helikopter anti kapal selam jenis MH-60R Seahawk. (Gilang Perdana)



Assalamu’alaikum wr. wb.
Kalau kapal saya setujudengan iver tapi jangan menganggap kapal rusia mahal.
Jelas salah.
La dikira kapal eropa murah?
Ngelobinya pakai biaya, iya russia cuma satu ya rusia saja la eropa yang di lobi banyak, belum pihak amerika yang minta jatah juga.
Yang ngajari indonesia suap menyuap ya belanda jaman kolonial makanya tidak heran dengan lobi2 begitu.
Gila.
Info Frigate gorshkov
https://aminoapps.com/c/warfare-roleplay/page/item/admiral-gorshkov-class-frigate/E6Q2_53TLI5rKo3xwbgmaLVxP5oaY48Zd4
Jd silahkan menilai mana yg valid, apakah sales bapuk gagal yg hobi cari kopi gretongan di warung starbuck. Atau situs itu yg salah.😁😁
Sekedar info tambahan
https://www.rina.org.uk/What_rivals_will_the_Type_31e_face.html
Ane setuju harga admiral Gorkhov lebih mahal walopun harganya tidak sampai sampai milyar US dollar per unit. Harga USD 250 juta itu masih kosongan, kita lihat aja harga proyek Gorkhov India yg sampai USD 950 juta untuk dua unit, “India’s Ministry of Defence signed a $950 million deal with Russia to purchase two Admiral Grigorovich frigates which will be built in Russia’s Baltic Coast Yantar Shipyard, Janes reported on October 29”. Itu artinya jika komplit maka harganya sekitar USD 475 juta per unit.
India memang berencana untuk membangun sisa 2 kapal dari 4 unit kapal yg direncanakan dg harga USD 500 juta atau USD 250 jt perunitnya, tapi itu hanya kosongan sedangkan perlengkapan yg lainnya akan ditentukan kemudian. “The new agreement between Russian state exporter Rosoboronexport and Goa Shipyard Limited for two ships is for $500 million, although a government official said that includes only the “foreign content,” including material, design and assistance, Hindustan Times reported. *The final cost of the two ships has yet to be determined*, according to the report”.
Sumbernya bisa dilihat dimari https://www.thedefensepost.com/2018/11/20/india-russia-4-admiral-grigorovich-project-11356-frigates/amp/
Sedangkan harga Iver dg senjata lengkap senilai USD 340 juta per unit dan kontrak pengadaan 2 kaprang Iver untuk Indonesia USD 720 juta atau USD 360 juta perunit, bisa jadi kelebihan usd 20 jt selain karena inflasi juga untuk biaya ToT atau yg lain. So,pilihan Indonesia itu sudah tepat.https://www.navyrecognition.com/index.php/news/defence-news/2020/july/8685-indonesia-signs-preamble-contract-for-construction-of-two-iver-huitfedlt-class-frigates.html
Isian Iver ga segarang groskov mbah
Tergantung Dhek. Iver lebih ditujukan buat AAW sedangkan Gorkhov lebih pada Multirole. Kalo buat AAW Iver lebih kuat dari Gorkhov.
harga Gepard Vietnam FBNW medio 2000an usd 350-juta
tetapi sigma 10514 TNI AL FBNW cuma usd 220-juta
harga kaprang Rusia memang tak masuk di akal coy
shipyard yg secara teknologi tertinggal. ketika Rusia mengalami kebangkitan ekonomi tahun 2004 cuma 2 shipyard yg dimodernisasi tapi keduanya diperuntukkan buat submarine
shipyard yg secara teknologi lumayan tertinggal solusinya padat karya. permasalahannya tidak ada satupun shipyard Rusia yg bisa full 12 bulan aktif. Durasi kerja efektif cuma 7 bulan. 5 bulan stop karena musim dingin dan gaji pekerja tetap bayar
eksodus pekerja Ukraina dan mau tak mau diganti ke pekerja Rusia dengan upah yg lebih tinggi
sanksi CAATSA fase 1 dengan menaikkan pajak komponen militer terutama semikonduktor. 80% semikonduktor alutsista dan arsenal Rusia dipasok Israel. Mau tak mau Israel harus nurut ke US
Gorshkov class estimasi awal di 1990an usd 800 juta tapi malah membengkak untuk 2 unit batch 1 jadi usd 1,5 milyar perunit. batch 2 estimasi awal anggaran usd 1,7 milyar perunit tapi tipikal program matra laut Rusia molor dan pembengkakan anggaran sudah pasti karena buruknya kinerja shipyard
https://www.thedrive.com/the-war-zone/33099/russia-has-abandoned-its-massive-nuclear-destroyer-and-supersized-frigate-programs
Rusia saja membatalkan pembangunan destroyer berplatform Gorshkov tapi Jepang dengan anggaran militer 80% dari Rusia malah ngebut menambah jumlah destroyer seperti Maya, Akizuki, Asahi
https://www.indomiliter.com/rosoboronexport-rayakan-20-tahun-berdiri-raih-us180-miliar-ekspor-senjata-didominasi-produk-matra-udara/
nilai ekspor matra laut lebih kecil daripada matra darat. miris. seharusnya idealnya nilai ekspor matra laut tidak jauh berbeda dengan matra udara bahkan bisa lebih besar. artinya matra laut Rusia kurang laku karena harganya kemahalan. ini sudah menandakan industri matra laut Rusia terutama shipyard memang bermasalah
Buka lagi defense studies dimana Vietnam sudah didesak Rusia menaati komitmen menambah gepard dan 636 masing masing 2 unit. rapi dari 2014 hingga sekarang belum ada jawaban. Yg terjadi malah Belanda yg panen besar
Kali ini saya setuju dengan om ayam
Dari zaman formil kaskus masih rame sesepuh seperti om mawasorangutan, makingthings sudah beberapa kali komentar tentang buruknya kinerja dan efisiensi shipyard Rosikin
Terserah fansboy Rosikin mau ngomong tapi nilai ekspor matra laut Cina di kkawasan Asia lebih besar dibandingkan Rusia terutama 10 tahun terakhir.
Vietnam bisa jadi contoh ketika memutuskan program Sigma 9814 disuspended bukannya balik ke Rusia tapi memilih mengincar Damen Crossover dan Damen Omega.
Justru Vietnam lebih getol membangun rudal sendiri dari reverse engineering rudal Rusia seperti KH 35, Pantsir, Tunguska dan Igla buat kapal perang masa depan mereka yang rencananya memakai hull desain Belanda
Vietnam dengan anggaran militer yg terus mengalami penurunan mau berpikir logis bahwa Rusia tidak mampu menghadirkan solusi dengan harga terjangkau dan beralih ke pemasok lain
Buat yang mengatakan Admiral Gorshlkov bisa tenggelam di Samudra Hindia, tidak juga frigate Talwar class punya India (yang bobot fullnya 4.450 ton)& Shivalik class (6.200 ton full load) enjoy aja melenggang di Hindia,Corvette Sigma/Diponegoro class kita(90 m/1.800 ton) juga cuek bebek saja lewat,kapal kayu nelayan aceh bisa masuk ke sono.
Bagaimana mungkin Frigat Gorshkov (4.500 ton berat kosong) bisa tenggelam diHindia.
Kalau komen mikir dulu ya 👍👍😄😄😏😏.
Raleigh Burke class flight 1
First ship USS Raleigh Burke ddg-51
Laid down :1988 -Launched : 1989
Penugasan :1991
Cost : ship US$ 1,1 Bilion
Weapons systems US$ 780 million
Total : US$ 1.88 Bilion.
Jadi tidak mungkin harga Gorshkov class US$ 2 miliar/unit.
Kalo harganya lebih mahal dari iver Mungu persenjataannya mas yang buat perbedaan plus ada permasalahan dimesin(pake mesin
Ukraina aka import.penyebab terhambatnya pembuatan kapal)jadi mahal sekrang udah pake mesin buatan dalam negeri.
Gorshkov
32xVLS REDUT fir 9M96,9M96M,9M96D/
9M9MD(M2) and/or/plus quad packed 9M100 SAM
24xUKSK VLS for Zircon(Hypersonic Land Attack Cruise Missile 1.000 km/400 Km(export),Kalibr, or P-800 onion
2xKashtan Ciws
1x 130 mm A-192M Arsenal/Amethyst Naval gun.
8xtorpedo Paket NK 330mm
Kalau iver murah per unitnya US$ 350 Juta
Itu kapal kosong tanpa senjata paling yang ada hanya ottomelara 76 mm.senjata lainnya ciws 35mm,SAM,SSM/AShM, n torpedo ngeteng.
Sabar bung silver
Yg ente layanin itu sales (ngakunya) gagal. Yg jelas TNI AL gak akan pernah beli kaprang buatan Chipeng (jualan si sales gagal) yg terkenal dng besi kualitas buruknya spt yg terjadi dng tetangga jiran kita.
Perangkat elektronik dan sensor serta senjata di kaprang kita yg sdh terlanjur pake buatan chipeng yg parah loyonya akan diganti buatan eropa. Krn duit kita msh blom mampu utk beli punya Rusia yg stroong binggiiit….hikhikhik
Kalo ada yg dibilang frigate Rusia mahal harganya ngalahin harga Destroyer AS, itulah dia sales gagalnya yg kerjanya cuma nongkrong di warkop starbucks cari kopi gretongan sambil bual sana sini pepesan kosong. Krn mikirnya gak pake logika. Ilmu dia hanya sebatas seeker ngadat aja yg diulang sampe berjilid2…hikhikhik
Situ tak sadar ya
Cuma modal Yakhont 4 biji di KRI KWA lagaknya selangit
Nilai kontrak Cina serta kuantitas di TNI AL serta ASEAN jauh lebih besar dibanding Rusia
Masih ingat 5 Kilo yang ditendang Changbogo atau Streguschy yang tersingkir karena lobi Londo dan Brunei
Ngaca dulu
Ente merem ya?
Gepard yg diakuisisi vietnam berapa. Kilo yg diakuisisi vietnam ada berapa.? Masih ingat.? Brp nilainya utk ASEAN.?
Bukan hanya yakhont yg dibeli, kendaraan lapis baja utk marinir TNI jg banyak lhoo. Jng berasap tuh kepala yaa….hikhikhik
Emangnya Changbogo buatan Chipeng ya? Baru tau ane….hikhikhik
Bukannya buatan Korea dek?
Londo dan Brunai itu bagian dari Chipeng jg ya dek.? Makanya dibaca sambil dieja ya dek, biar kepala gak berasap..😁
Mantap jiwa ! Hajar bleh ! Dengan semangat 11.000 triliun yg ada di kantong dan harta karun di bawah laut, berpadukan dengan strategi Sang Jenderal. Segera beli dan perbanyak kapal-kapal perang permukaan. Frigat Iver class ini sebanyak 30-50 unit. Juga frigat FREEM 30-50 unit. Juga frigat Nippon 30DX sebanyak 100 unit. Juga frigat Hollanda, Omega Class, 100 unit. Hamburkan dan tebarkan semuanya di LCS, untuk menegakkan simbul Blue Water Navy kita. Laksanakan ! Bravo !
Overkill mengerahkan fregat AAW utk misi low intensity conflict atau misi-misi pengawalan seperti ini, maka bbrp negara NATO (itali, perancis dan spanyol) mengembangkan konsep kapal OPV masa depan utk tugas2 seperti ini
Omega, PKR batch 2, Iver, Arrowhed, Gowind, Fremm, 30DX/30FMM ayo tambah daftarnya biar pihak Kemenhan makin bingung nentuin pilihannya 😂
Arrowhead = Iver
Hitung – Hitung “Promosi”…
Makin banyak referensi makin bingung..makin bingung makin lama nentuinnya..makin lama makin naik harganya..ujung2nya beli bekasan lagi
Denmark: kami adalah negara maritim sipil terbesar ke 5 lima didunia!
Indonesia: paan cemen loe, la gua poros maritim dunia!
Denmark: (songong lo, beli kapal 2 bijik aja ngga jadi2 mikirnya smp ke langit) #sambil tetep senyum biar lapaknya laku 🙂
Naah, ini dya yg I mksud Neng Iver yg udh battle proven stroonggg bingiitt… beda dgn lapak kapal sebelah Admiral gosok2 bsa tnggelam tuh kapal klo msuk samudra hindia yg ganas ombak.y
Harganya amit amit ngalahin Arleigh Burke flight 1
Ane lebih suka Gregorovich secara itu jualan ane pertama kali.
iver tni al udh nunggu nya ampe 2025 ee malah senjata nya ketengan wkwkwkwk
mulai januari 2021 iver class TNI AL akan mulai d bangun…
.oohhhh indahnya andai judul ini yg muncul…tp it smw msh sebatas angan dn harapan…
Hohoho
Barang cakep murmer 1/3 harga Gorshkov
No shipyard bapuk padat karya super lelet 10 tahun
@ayam jago
Bung untuk pengadaan frigate ini sebenarnya untuk ngelanjutin program PKR yg mandek atau beda program yah bung?
Kok sampai sekarang belum ada tanda2 kita jadi mau ambil Iver, apa nerusin dari Damen?
Belum lagi kemarin hasil kunjungan ke Jepang kita dpt offer destroyer bekas sama joint venture fregatnya Jepang. Mohon pencerahannya bung. .
Bukannya Iver sudah pasti 2 unit
Nah iya bung, sudah denger juga saya Iver diambil 2 unit tapi kapan penandatangananya (mungkin sudah tp gak di publish). Tapi peletakan keel laying aja belum jalan bung..
Makanya saya penasaran, ditambah lagi tawaran dr Jepang apa pengaruh kepengadaan fregat kita atau yg dr Jepang jadi bikin kelas baru?
Denger2 yg program Iver memang bakal jalan ( krn pesanan orang lingkar dalam jg Ga mungkin di cancel kan?)
Kemungkinan besar pakai exocet,.
Tapi kalo mau lebih garang di pasang ICBM
Klo jd akuisis 2 unit, utk ngisi persenjataannya saja mungkin perlu anggaran besar apalagi rencana 4 unit. Blom lg frigate dr jepang, kemudian martadinata class yg akan dibangun lg 2 unit.
Mungkin di MEF 3 TNI AL disibukan dng kontrak pengadaan rudal utk semua ftigate yg telah datang.
Santer terdengar kabar KCR 60M skan menggunakan exocet menggantikan C-705 yg performa kancrut. Bahkan perangkat elektroniknya pun akan diganti huatan barat bukan buatan chipeng yg spek loyo, jualan bual sales (ngakunya) yg sering nongkrong dimari…..hikhikhik
Apa kabar Rusia punya??? Masih kena CAATSA ya?? Hhhhhhhhhhhhh
Jassm itu rudal udara ke darat ONI-SAMA
bukan Surface to surface atw AShM.
Jadi tidak bisa diletakkan vls MK. 41
LRASM variant ship launched dari Jassm
Larsm lain produk bang
Hanya penamaan/kodenya saja yang sama AGM-158 untuk jassm(Produce 1998-present) dan AGM-158C untuk LEAST(2009)
Masih turunan
Satu lini produksi malah
“The LRASM is based on the AGM-158B JASSM-ER, but incorporates a multi-mode passive RF, a new weapon data-link and altimeter, and an uprated power system. It can be directed to attack enemy ships by its launch platform, receive updates via its datalink, or use onboard sensors to find its target. LRASM will fly towards its target at medium altitude then drop to low altitude for a sea skimming approach to counter anti-missile defenses”
https://en.wikipedia.org/wiki/AGM-158C_LRASM
Ada rencana emg buat gantiin Tomahawk, jadi bisa dipasang di VLS.
VLSnya pake MK.41 mode strike version biar bisa dipasang JASSM. Sekalian ama Poseidon juga, kasih Harpoon juga ntar
Tak mungkin coy. AAW frigate yang menganut BMS NAWS dari Norwegia, Belanda, Jerman & Denmark pakai tactical type Mk 41 VLS. Cuma Inggris dan Spanyol yang dapat akses buat attack type Mk 41 VLS
Iver bisa dipasang attack type Mk 41 VLS buat mengakomodir JASSM tapi apa bakal dapat izin US. Palingan cuma dapat light type Mk41 VLS seperti Bhumibol Adulyadej class milik Thailand Navy. Pilihan AShM yang muat cuma NSM serta Type 07 ASROC buat arsenal ASuW
NSM juga udah lumayan apalagi kalo dapet JSM, jangkauannya bisa terdongkrak Ampe 500km itu. Ntar beli JSM varian udara dipake di F-16V tinggal buat sertifikasinya aja, itu kalo belum dpt F-35.
BMS NAWS itu apa bang? Ane cari di Google susah dapatnya
NATO Air Warfare System. Mirip AEGIS tapi menggunakan platform Thales APAR