Mengenal MH-60M DAP: Helikopter Serbu Canggih 160th SOAR dalam Operasi Penangkapan Nicolas Maduro

Dalam hiruk-pikuk operasi penangkapan Nicolas Maduro di Caracas pada 3 Januari 2025, dunia dikejutkan oleh efektivitas 160th Special Operations Aviation Regiment (SOAR) atau yang dikenal sebagai “Night Stalkers”. Di balik keberhasilan penyusupan tersebut, terdapat satu platform yang menjadi “malaikat pelindung” sekaligus pemukul utama bagi pasukan elit Delta Force, yaitu MH-60M Direct Action Penetrator (DAP).
Baca juga: BREAKING: Delta Force Tangkap Maduro di Caracas! Operasi Militer AS Guncang Dunia
Helikopter besutan Sikorsky Aircraft ini bukanlah sekadar Black Hawk biasa, melainkan sebuah platform angkut yang bertransformasi menjadi helikopter serbu paling mematikan di inventaris militer Amerika Serikat.
Pengembangan MH-60M DAP berakar dari kebutuhan pasukan khusus akan helikopter yang memiliki kecepatan dan kelincahan yang sama dengan helikopter angkut pasukan, namun dibekali daya gempur sekelas AH-64 Apache.
Alih-alih menggunakan AH-64 yang memiliki profil terbang berbeda, 160th SOAR memodifikasi rangka UH-60M Black Hawk terbaru. Dikembangkan oleh Sikorsky Aircraft, varian “M” ini membawa perubahan besar pada struktur rangka yang lebih kuat dan penggunaan mesin General Electric YT706-GE-700 yang mampu menyemburkan tenaga hingga 2.600 shp. Tenaga masif ini krusial untuk mengangkat beban persenjataan berat di lingkungan hot and high seperti pegunungan atau kota tropis yang padat.

Salah satu rahasia utama yang memungkinkan MH-60M DAP menyusup ke Caracas tanpa terdeteksi radar pertahanan udara adalah integrasi sistem radar AN/APQ-187 Silent Knight. Radar ini memiliki kemampuan terrain-following (TF) dan terrain-avoidance (TA) yang sangat canggih.
Berbeda dengan radar konvensional, Silent Knight bekerja dengan memancarkan gelombang yang sangat rendah probabilitas intersepnya (Low Probability of Intercept), sehingga helikopter dapat terbang “menyapu rumput” pada ketinggian ekstrem rendah—seringkali di bawah 30 meter—mengikuti kontur bumi secara otomatis. Sistem ini terhubung langsung dengan sistem kontrol penerbangan, memungkinkan pilot menembus kegelapan total, kabut, atau asap medan perang tanpa khawatir menabrak gedung, kabel listrik, atau bukit, sembari tetap berada di bawah cakupan radar musuh.
Kemampuan khusus ini didukung oleh fleksibilitas persenjataannya yang dipasang pada sayap pendek (stub wings) Light Armament Support Structure (LASS).
Karena DAP tidak membawa personil di kabin utama, ruang tersebut dialokasikan untuk tangki bahan bakar tambahan dan amunisi masif. Komposisi senjatanya biasanya mencakup kanon otomatis M230 30mm, rudal anti-tank AGM-114 Hellfire, roket APKWS berpemandu laser, hingga senapan mesin gatling GAU-19/A kaliber 12,7 mm. Konfigurasi ini memungkinkan DAP untuk menghancurkan target lapis baja maupun kerumunan infanteri dengan presisi tinggi melalui sensor AN/ZSQ-2 EOSS yang mampu mengunci target dari jarak yang sangat jauh.
Sikorsky Tawarkan “UH-60 Armed Black Hawk”: Punya Daya Gempur Khas Helikopter Serang
Seringkali muncul pertanyaan mengenai perbedaan antara MH-60M DAP milik US Army dengan “UH-60 Armed Black Hawk” yang ditawarkan Sikorsky ke pasar internasional. Perbedaan utamanya terletak pada “otak” sistemnya. MH-60M DAP menggunakan Common Avionics Architecture System (CAAS) yang menyatukan seluruh data sensor, navigasi, dan senjata ke dalam layar digital yang terintegrasi.
Sementara itu, Armed Black Hawk (seperti varian yang digunakan oleh militer Kolombia) umumnya menggunakan sistem avionik yang lebih sederhana dan tidak memiliki kemampuan radar TF/TA Silent Knight yang sangat rahasia tersebut.
Hal serupa juga berlaku pada UH-60M DAP yang dioperasikan oleh Angkatan Darat Uni Emirat Arab (UEA). Meskipun menggunakan nama “DAP”, varian milik UEA sebenarnya adalah versi ekspor dari Armed Black Hawk.
Perbedaan mencoloknya adalah ketiadaan sistem komunikasi satelit terenkripsi khusus militer AS, serta sistem pertahanan diri terintegrasi yang mampu mengacak radar musuh secara otomatis. Versi US Army (MH-60M) memiliki standar integrasi sistem peperangan elektronik yang jauh lebih kompleks untuk bertahan di zona tempur yang paling berbahaya.
Pasukan Khusus Uni Emirat Arab Uji Kolaborasi UH-60M Black Hawk dengan Sepeda Motor Listrik
Di dalam struktur Angkatan Darat AS, MH-60M DAP ditempatkan secara eksklusif di bawah 160th SOAR (Airborne), khususnya pada Batalyon ke-1 di Fort Campbell.
Untuk mendukung jangkauan operasi global, helikopter ini dilengkapi dengan probe pengisian bahan bakar di udara (air refueling). Dengan dukungan pesawat tanker seperti MC-130J, MH-60M DAP dapat terbang ribuan mil melintasi perbatasan negara tanpa perlu mendarat.
Kemampuan jelajah tanpa batas yang dikombinasikan dengan radar pelacak kontur bumi menjadikannya platform yang tak tertandingi dalam operasi penyergapan lintas negara yang membutuhkan kecepatan, kerahasiaan, dan daya gempur yang menghancurkan. (Gilang Perdana)
Sikorsky MH-60S Knighthawk: Workhorse Angkatan Laut AS dengan ‘Darah’ Black Hawk


