Fase Baru Shenyang J-35: Dua Jet Tempur Stealth Terbang Bersamaan Tandai Kesiapan Produksi Massal

Shenyang Aircraft Corporation (SAC) baru-baru ini merilis sebuah cuplikan video yang memperlihatkan pencapaian penting dalam pengembangan jet tempur stealth terbaru mereka, J-35. Dalam video tersebut, dua unit J-35 terlihat melakukan lepas landas dan terbang dalam formasi yang apik secara bersamaan.
Baca juga: Terungkap Produksi Serial Jet Tempur Stealth Shenyang J-35A Telah Berjalan
Bagi para analis pertahanan, kemunculan dua pesawat dalam satu uji terbang ini merupakan indikator kuat bahwa J-35 telah melewati fase prototipe tunggal dan kini memasuki tahap Early Production Aircraft atau pesawat produksi awal yang sedang menjalani uji kelaikan terbang intensif.
J-35, yang merupakan evolusi dari prototipe FC-31 Gyrfalcon, dirancang untuk menjadi penantang langsung bagi F-35 Lightning II milik Amerika Serikat. Berbeda dengan J-20 yang bertubuh bongsor dan dikhususkan untuk supremasi udara jarak jauh, J-35 memiliki profil yang lebih ramping dan multi-peran.
Menariknya, program ini dikembangkan dalam dua varian utama: varian J-35A untuk Angkatan Udara (PLAAF) dan varian berbasis kapal induk untuk Angkatan Laut (PLAN) yang dioptimalkan untuk beroperasi dari kapal induk terbaru Cina, Fujian, yang dilengkapi sistem ketapel elektromagnetik (EMALS).

Through the Lens: Footage shows a newly manufactured J-35 stealth fighter jet taking off with afterburner power on the morning of January 6, 2026, marking the “maiden flight of the new year” of China’s AVIC Shenyang Aircraft Corporation (SAC). #Chinamilitary #ChinaMilBugle… pic.twitter.com/5GJ8vSr7JG
— China Military Bugle (@ChinaMilBugle) January 7, 2026
Penerbangan bersama dua pesawat ini menunjukkan tingkat kepercayaan diri SAC terhadap stabilitas desain dan sistem avionik J-35. Analis berpendapat bahwa kemunculan beberapa pesawat produksi awal dalam waktu bersamaan bertujuan untuk mempercepat siklus pengujian.
Dengan adanya lebih dari satu pesawat uji, maka militer Cina dapat mengumpulkan data parameter terbang, integrasi senjata, dan pengujian sistem radar AESA (Active Electronically Scanned Array) secara simultan, sehingga memperpendek waktu menuju status operasional penuh yang diprediksi akan tercapai pada akhir 2026 atau awal 2027.
Tandingi F-35C, Cina Klaim Shenyang J-35B Punya Tanda Radar Sekecil Telapak Tangan
Dari spesifikasi, J-35 mengusung desain twin-engine yang memberikan redundansi keamanan lebih tinggi dibandingkan F-35 yang bermesin tunggal. Jet tempur ini dilengkapi dengan sensor elektro-optik canggih (Electro-Optical Targeting System/EOTS) di bawah hidung pesawat dan ruang senjata internal (internal weapons bay) untuk menjaga profil rendah radar (stealth).
Selain itu, penggunaan material komposit terbaru dan lapisan penyerap radar (RAM) generasi terbaru diklaim mampu mengecilkan Radar Cross Section (RCS) hingga seukuran burung kecil di layar radar lawan.
Kehadiran J-35 yang kini memasuki jalur produksi massal menjadikan Cina sebagai negara kedua di dunia setelah Amerika Serikat yang mampu mengoperasikan dua jenis jet tempur stealth generasi kelima secara bersamaan (J-20 dan J-35). Langkah ini tidak hanya memperkuat pertahanan udara domestik Cina, tetapi juga membuka peluang ekspor yang besar bagi negara-negara yang mencari alternatif jet stealth canggih dengan harga yang lebih kompetitif di pasar global. (Bayu Pamungkas)


