Kunjungan Ke Akmil Magelang, Presiden Macron dan Prabowo Gunakan Helikopter Leonardo AW189 ‘P-7001’

Ada banyak hal menarik dari lawatan kenegaraan Presiden Perancis Emmanuel Macron di Indonesia, salah satunya pada lawatan ke Akademi Militer (Akmil) di Magelang (29/5/2025), Presiden Macron yang didampingi Presiden RI Prabowo Subianto nampak menggunakan helikopter VVIP/Kepresidenan jenis baru, yakni Leonardo AW189 dengan nomer pada ekor P-7001.
Dalam tangkapan layar televisi, helikopter bercat putih tersebut take-off dari Bandara NYIA di Kulonprogo, Yogyakarta langsung menuju Kampus Akmil di Magelang. Adapun agenda lanjutan Orang Nomer Satu di Perancis tersebut mencakup kunjungan ke Candi Borobudur, sebelum nantinya mengakhiri kunjungan untuk selanjutnya menuju Singapura.
Meski belum ada keterangan resmi, helikopter yang ditumpangi Presiden Macron dan Prabowo dari tampilannya merujuk pada Leonardo AW189, dan dengan nomer pada ekor P-7001, maka ada kesesuaian dengan identitas helikopter milik Polisi Udara, yang telah dikonversi sebagai helikopter angkut VVIP dengan cat yang diganti.
Leonardo AW189 adalah helikopter multirole kelas menengah buatan Leonardo Helicopters (dulu AgustaWestland, Italia). Helikopter ini dirancang terutama untuk operasi jarak jauh dan lepas pantai (offshore), namun juga digunakan untuk misi SAR (Search and Rescue), VIP transport, dan misi militer ringan.

Prototipe helikopter ini pertama kali diperlihatkan pada Paris Airshow 2011, sementara penerbangan perdananya dilakukan pada 21 Desember 2011. Pada tahun 2014, AW189 mulai disertifikasi oleh EASA (European Union Aviation Safety Agency) dan kemudian diikuti dengan sertifikasi FAA dan otoritas penerbangan lainnya.
Inovasi kunci dari AW189 adalah adopsi sistem avionik digital penuh (full-glass cockpit dengan sistem digital) dan desain modular untuk kemudahan perawatan. Selain itu, AW189 termasuk tipe heavy-class, tetapi lebih ekonomis dibanding helikopter berat konvensional seperti H225. Dan AW189 menjadi salah satu helikopter pertama yang menawarkan konfigurasi SAR otomatis dan long-range sebagai standar.

Dari spesifikasi, Leonardo AW189 diawaki dua orang (pilot dan kopilot) dan kapasitas antara 16-19 penumpang. Dapur pacu AW189 dipercayakan pada mesin2 × General Electric CT7-2E1 turboshaft dengan kecepatan Maksimum 313 km/h (169 knot).
Helikopter ini punya jarak tempuh sekitar 930 km dengan endurance terbang sekitar 5 jam (tergantung konfigurasi). Berat maksimum saat tinggal landas sekitar 8,3 ton. (Bayu Pamungkas)
Intip Livery Baru “Merah Putih” Helikopter Kepresidenan Republik Indonesia


