KRI Tjiptadi 381 Ditabrak Kapal Vietnam, Ini Kedua Kalinya Korvet Parchim Mendapat Provokasi di Laut Natuna

Insiden yang menimpa kapal perang TNI AL di Laut Natuna pada 17 Juni 2016 seolah kembali terulang, peristiwanya mirip yaitu melibatkan korvet Parchim Class. Pada insiden 27 April lalu yang menjadi lakon adalah KRI Tjiptadi 381 dengan kapal Vietnam Fisheries Resources Surveillance (Pengawas Perikanan Vietnam). Sementara pada tahun 2016 yang terlibat adalah KRI Imam Bonjol 383 dengan kapal China Coast Guard (CCG) Haijing 3303. Persamaan adalah kedua kapal perang TNI AL sedang melakukan upaya penegakan hukum dengan menarik kapal pencuri ikan asal negara yang bersangkutan.
Baca juga: Haijing 3303 – Senjata Kelas Kapal Patroli, Performa Kelas Korvet
Bila dahulu KRI Imam Bonjol 383 dan dan Haijing 3303 ‘sebatas’ pys war di lautan , dengan aksi memotong jalur kapal perang Indonesia, maka insiden 27 April 2019 bisa dikatakan lebih ‘parah,’ dengan nekat kapal Pengawas Perikanan Vietnam bernomor lambung KN 264 dan KN 213 dengan cara menabrak lambung kiri KRI Tjiptadi 381. Dalam rekaman video yang beredar luas, nampak detik-detik upaya menambrak lambung korvet buatan Jerman Timur ini berlangsung dramatis.
Dikutip dari tempo.co (29/4), Panglima Komando Armada I TNI AL, Laksamana Muda TNI Yudo Margono, sebagaimana dikutip Kepala Dinas Penerangan Komando Armada I TNI AL Letnan Kolonel (P) Agung Nugroho, di Jakarta, membenarkan terjadinya insiden tersebut.

Yudo menguraikan kronologi singkat kejadian itu. Menurut dia, bermula saat KRI Tjipradi 381 melaksanakan operasi penegakan hukum di ZEE Indonesia. “Tepatnya di Laut Natuna Utara terhadap kapal ikan asing berbendera Vietnam bernomor lambung BD 979,” kata Yudo. Ia mengatakan kapal itu sedang mencuri ikan di perairan Indonesia.
Komandan KRI Tjiptadi kemudian berupaya menangkap kapal tersebut. Ternyata kapal ikan ini dikawal kapal Pengawas Perikanan Vietnam. Menurut Yudo, kapal pengawal itu berusaha menghalangi proses penegakan hukum oleh personel TNI AL di KRI Tjiptadi 381. “Mereka memprovokasi hingga gangguan fisik dengan cara menabrakkan badan kapalnya ke KRI Tjiptadi 381,” kata Yudo.
[the_ad id=”12235″]
Menurut Komando Armada I TNI AL, lokasi kejadian itu ada di wilayah ZEE nasional, sehingga tindakan penangkapan kapal ikan ilegal itu oleh KRI Tjiptadi 381 sudah benar dan sesuai prosedur. Namun pada sisi lain, pihak Vietnam juga mengklaim wilayah itu merupakan perairan Vietnam.
View this post on Instagram
“Terkait tindakan KRI Tjiptadi 381 sudah benar dengan menahan diri,” kata Yudo. Untuk meminimalisir adanya ketegangan atau insiden yang lebih buruk di antara kedua negara, Yudo mengatakan, kejadian/insiden tersebut akan diselesaikan melalui jalur resmi antar pemerintahan kedua negara, Indonesia dan Vietnam.
Dinas Penerangan Komando Armada I TNI AL menyatakan akibat dari provokasi kapal Pengawas Perikanan Vietnam bernomor lambung KN 264 dan KN 23 dengan cara menabrak lambung kiri KRI Tjiptadi 381, kapal ikan ilegal Vietnam itu bocor dan tenggelam.
Untuk selanjutnya, ABK kapal ikan ilegal Vietnam yang berjumlah 12 orang ditahan dan dibawa ke geladak KRI Tjiptadi 381. Tapi Yudo mengatakan dua ABK yang berada di atas kapal ikan itu berhasil melompat ke laut dan ditolong salah satu kapal Pengawas Perikanan Vietnam.
Vietnam Fisheries Resources Surveillance merupakan sebuah badan pemerintahan Vietnam yang berada di bawah pengelolaan Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Vietnam. (Gilang Perdana)



Sudah saatnya hukum yg lebih tegas dan keras di tegakkan buat para pelanggar wilayah kedaulatan RI, sudah jelas kapal pengawas perikanan Vietnam melakukan upaya pencegahan terhadap KRI Tjiptadi yg melakukan penegakan hukum terhadap kapal nelayan berbendera Vietnam yang terbukti melakukan illegal fishing di perairan Indonesia, kapal pengawas perikanan Vietnam dalam aksinya jelas-jelas melanggar wilayah kedaulatan laut Indonesia dan melakukan tindakan perlawanan terhadap aparat negara, dalam kasus ini TNI AL, yang sedang mejalankan tugasnya mejaga kedaulatan perairan Republik Indonesia.
di ZEE bro, daerah abu-abu, masih belum bisa di katakan wilayah kedaulatan laut Indonesia, pelajari dulu ZEE itu apa
Sebenarnya lautan di sekitar Vietnam kaya akan Ikan, akan tetapi karena takut dengan intimidasi angkatan laut China, maka nelayan Vietnam pergi ke perairan RI di Natuna untuk mencari ikan. Ini memang ironis bagi negara Vietnam
kata bu susi di laut sana sudah menipis ikannya bro. makanya lari kesini
Ini urusan bahaya…..kalau kapal yang menyerang parchim adalah kapal coast guard china yang 5 kali lebih besar dr kapal butut yng pnya vietnam kemarin….bisa celaka. Cina adalah pemaling ikan plg berbahaya di daerah natuna krn radar dan kapal2nya lebih canggih dari punya indo. Dan sizenya kapal CG mereka lebih besar, lebih cepat , endurance lebih lama dan jarak tempuh lebih jauh wong datengnya aja ke natuna udah brpa ribu kilo??? sudah sepatutnya indonesia menaru fhreegat lebih banyak ke daerah ini krn KCR 40 atau 60m tidak akan bakal mempan…malah balik diintimidasi. Solusi ? menambah kapal patroli yang bisa tembus max speed 60 knot, melibatkan helikopter spti dauphin lebih banyak dgn Door MG utk mensupport kapal2 AL atau coast guard lokalan bakamla serta membangun fasilitas depo bbm dan perbekalan lain lebih banyak di daerah pesisir kalbar untuk mendukung area operasi lebih luas dan lebih lama. Kalau tidak ada support list barusan (juga beserta radar darat yang lebih kuat) akan sulit melawan cina / thailand / malinngssiah yg nelayannya gearnya utk membela diri dan me-maling ikan “1 juta kali lipet” lebih baik dari nelayan lokal yang support dari pemerintah / AL sngt2 minim—> IRONI
KRI van speijk Ahmad Yani lebih baik diberikan ke kkp…tinggal mencopoti persenjataan berat…dan hal lain yang tidak perlu….pasti kapal ini bisa lebih ringan dan hemat biaya…
kapal ini sangat kokoh dan kuat……cocok buat ditabrakkan ke kapal asing…hahahah
Kudune nek patroli aja dhewekan, mbok ya kudu ana 2 utawa 3 kapal patroli barengan, dadi nek ana salah siji sing ditabrak, sing sijine sing ora ditabrak iso mbales nabrak.
Nang hule kapal2 patroline awake dhewe kudu dipasang tiang listrik sing dicor karo beton, ujunge dipasang mata intan. Saben kapal dipasang 2 wae, siji ing kanan, siji ing kiri. Dadi mirip kaya tanduk kebo kae. Dadi nek dienggo nabrak, kapal sing nabrak iso marake kapal lawan bolong 2, ben kapal sing ditabrak cepet karam.
Ke depan insiden seperti ini rasanya akan sering terjadi….setidaknya karena 3 alasan:
1. Antara RI dan vietnam masih memiliki sengketa wilayah perbatasan di ZEE natuna utara yg belum terselesaikan.hingga saat ini
2. Rata-rata wilayah tangkapan ikan di thailand, vietnam dan philipina mengalami overfishing akibat praktek penangkapan ikan yg brutal dan tidak memperhatikan aspek perikanan berkelanjutan. Berbeda dg kita yg s3jak KKP finalisasi oleh Ibu Susi yg berhasil mengembangkan konsep perikanan berkelanjutan shg cadangan perikanan di wilayah kita makin baik dari masa ke masa….hal ini membawa dampak masuknya praktek illegal f8shing oleh kapal2 ikan asing, masuk ke wilayah perairan kita.
3. Pengalaman lepasnya pulau sipadan-ligitan.
Lepasnya pulau sipadan-ligitan adalah pengalaman pertama kita berurusan dg MI terkait sengketa wilayah…hal ini adalah pengalaman yg memberi kita pelajaran berharga bhw jika memiliki sengketa wilayah/perbatasan dg negara tetangga, diutamakan utk diselesaikan secara bilateral.
Jika upaya ini tidak membuahkan hasil maka lebih baik sengketa wilayah ini dijadikan “status quo”…bahkan kalo perlu untuk selama-lamanya dan tidak perlu membawa sengketa ini ke MI ( yg kendalinya sudah ada di pihak lain).
Bad newsnya….pihak lain pun (dalam hal ini para negara tetangga yg masih menyimpan sengketa perbatasan dg kita) juga ikut memetik pelajaran dr hal ini (kasus sipadan-ligitan), yaitu menjadikan wilayah sengketa dlm status quo utk selama-lamanya
Jadi lebih baik dan lebih murah beradu kapal, daripada kehilangan wilayah perbatasan yg mungkin didalamnya menyimpan kandungan mineral, potensi perikanan atau akses yg strategis/vital.
Kalau kita mau meluangkan waktu utk melihat kasus serupa dinegara lain, kita bisa melihat smp sekarang antara: yunani vs turki, inggris vs spanyol, korsel vs cina, taiwan vs cina, cina vs jepang masih sering terjadi gesekan yg melibatkan para aparat penegak kedaulatan dikedua negara.
Betuuul….sejak kita menindak SANGAT KERAS kapal asing…..harga IKAN disana (thailand, vietnam dan philipina) menjadi MAHAL dan sedikit langka…………….
Maka dari itu mereka cenderung NEKAT…………………wkwkwk
kesannya kalo di bawa ke MI pasti kita yang kalah.. pantas saja negara ini dianggap remeh.. mungkin karena mereka tahu walau kapal RI ditabrak gak bakal dapet sanksi apa2.. hahaha.. oh negaraku.. banyak juga yang mikir kayak gini di negara ini..
kalau rujukan anda ke Sipadan dan Ligitan…….. kita sendiri yang salah……pulau-pulau itu dibiarkan terbengkalai tak terurus….bahkan dicaplok malaysia pun kita tidak tahu atau cuek….sampai malaysia bikin infrastruktur dan resortpun kita cuek….baru kemudian beberapa lama kita baru protes..TERLAMBAT.
MI menganggap kita tidak bertanggung jawab….dan malaysia bisa membuktikan kepemilikan…dengan adanya INFRASTRUKTUR miliknya di sana…meskipun secara geologi pulau itu masuk ke Indonesia.
Maka sejak pemerintahan SBY sampai sekarang……..gencar mendirikan INFRASTRUKTUR NKRI di perbatasan…sebagai bukti ke MI bahwa kita ada disana……….
@fans zulheri
Faktanya ketika kasus sipadan-ligitan menyeruak….pemerintah ORBA saat itu boro-boro mengurus pulau2 tsb, bahkan tidak menyadari keberadaan kedua pulau tsb.
Pemerintahan baru tau kebersamaan pulau tsb dr iklan pariwisata yg dilakukan pihak malaysia….scr de facto, mereka terbukti sdh mengelola pulau tsb, melakukan pembangunan dan mengedarkan mata uang malaysia yg menjadi salah satu ciri pengakuan kedaulatan sebuah negara di pulau terluar.
Disitulah letak kekalahan RI dimata MI 😎
Kenapa ga dilengkapi water cannon juga ya,kalau ditembak kan melanggar hukum internasional,lebih baik ditembak air saja seperti lawan perompak di perairan somalia
Ngarang lagi…
Sadar engga sih jika yg berhadapan itu adalah Kapal Perikanan Vietnam VS Kapal Perang RI bukan Kapal Perikanan RI?
Kapal Perikanan Vietnam berani pada KRI, kira2 Kapal Perang Vietnamnya berani ga? Molniya, Tarantul dan Pohang Class??
Makanya itu disiram pake water cannon,bukannya ditembak pakai senjata,kayak kejadian coast guard nya china kalau ga salah siram pakai water cannon kapal asing
Untung yg patroli pas KRi Parchim class coba kalo yg patroli pas KRI Kurau,dkk di senggol gt bisa guling…kapal perikanan Mr.Vietchong segede itu….
tinggal komunikasi aja pak…….pasti kapal besar akan menyusul………….
Berani karena ada KILO yg mengawasi dari jauh
nggak ngefek pak…toh mereka juga nggak bisa mentorpedo….sekali tembak…sama saja mereka ngajak perang terbuka….hahahah
kok kayak gini mana kegarangan AL harusnya pukul tuh kapal,takut ya??
Pan udah dipukuli tuh kapal vietnam…emang belum liat videonya 😁😁😁
Udah gak kaget lagi sih liat ginian, di lihat dari pemikiran pemerintah kita yang kalau negara kita kehujanan dulu baru mungkin (mungkin) beli payung
pemerintah yang mana dulu….baru pemerintah sekarang lah kita sangat berani…paling keras di laut…..kapal asing di bom…dimusnahkan….oleh bu susi…..habitat laut Indonesia sekarang kembali melimpah hampir 10 kali.
sekarang tinggal masyarakat kita….mau mengelolahnya tidak…
habitat laut 10 kali lipat? hahahahaha.. kapal asing di bom = kapal nelayan asing di bom mungkin maksudnya.. hahahaha bisa aja kamu..
The incident happened in the coordinates of 6°28′ N – 106°47′ E, 3 nautical miles north of Vietnam – Indonesia EEZ separation line. Indonesian Navy corvette violated Vietnamese territorial waters, illegally captured our fishermen and intentionally ramming our law enforcement patrol boat. Insulting us or our country won’t change this fact, it only shows your barbaric nature.
Your fisherman violated our Territorial water, steals fish from our territory and then got caught when they wanna leave our territory, our navy just do they job to restrain ppl who violated our territory.
You intentionally make facts get upside down. The incident happened indeed inside Indonesia’s territorial waters, It was Vietnamese fishermen who stole fish, and a vietnamese patrol boat that, in fact, rammed Indonesia,s patrol boat. We do not insult your country , on the contrary, it was Vietnam who tried to insult Indonesia by behaving like a barbaric nation !
Pantesan parchim yg di pasang diperbatasan,cocok buat adu banteng, karena body kapal buatan timur terkenal kuat bin atos, beda dengan yg laen..😀
Tentara kok takut sih di serempet kalau benar wilayah nkri siapa pun dia kurang ajar yah hajar bleh masalah international bila jelas wilayah Kita kenapa ragu TNI tunjukan dong taring mu
Capek ngomong sama elo @eri….itu lokasinya di wilayah perairan ZEE yg masih dipersengketakan anatara RI dan vietnam, jd kedua belah pihak punya argumennya masing2 🙆🙆🙆
Baca dulu napa sih…maen gebrak aja lo 😏
yang dilakukan kru KRI Tjiptadi 381 adalah sangat betul dan profesional………mereka tidak terpancing melakukan tembakan….karena bisa sangat berbahaya bagi kedibilitas Indonesia dimata dunia……
seharusnya perbanyak kapal kapal coast guard atau kkp atau lainnya yang diperkuat lambungnya agar bisa digunakan menabrakkan diri bila dihadang kapal coast guard negara lain….hahahah
Itu sudah jauh keterlaluan bos, itu bukan psywar lagi. Ampunnnn bos. Kok dibiarin.
ya…gantian kita yang nabrak….gitu aja kok repot……hahaha
Deteren efek tentara kita lemah…itu intinya. Kalau dah bgini semua panas….kalau dah dingin santai2 aja…bingung lhat pjabat2 kita ni…kalau mreka takut atau segan dg tntara kita mereka tak akan brani berbuat itu. Skelas korfet d tabrak kapal tua kkp vietnam…ck ck ck….
Deterent kita lumayan kuat pro, deteren effect hanya untuk memperkuat diplomasi politik dari invasi asing. bukan di ZEE, pelajari dulu ZEE itu apa
Prio, prio….ketegangan di perairan yg disengketakan masak.mau maen tembak 🙆🙆🙆
Mbok coba ente nglamar jadi AL deh 🤗
Biar pinter, batas laut ada 3 (tiga)
1. Batas Laut Teritorial, jarak 12 mil
inilah batas sesungguhnya suatu negara dengan batas laut, apabila masuk tanpa ijin, kemungkinan kita bisa melakukan show of force dengan syarat tertentu,
2. Batas Landas Kontinen (benua) adalah batas bawah bila ada terusan sampai kelandaian 150 meter
3. Batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
Klaim suatu negara untuk memiliki hak untuk segala kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam (kegiatan ekonomi). kalau Indonesia 200 mil dari pantai dalam keadaan surut, namun laut tetap merupakan milik internasional dan juga tetap tunduk pada hukum internasional
Jadi ZEE aslinya tetap milik Internasional, namun kita diberi hak eklusif ekonomi untuk melakukan eksplorasi
AL Argentina berani kasih tembakan peringatan ke kapal ilegal cina, kita kapan
yang ditembaki itu kapal sipil, bukan kapal perang atau kapal pemerintah negara asing.
kita sering kok bro
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20160620173957-20-139586/tni-tembak-kapal-china-jokowi-sebut-kedaulatan-harga-mati
lbh baik perang dengan tetangga drpd perang saudara krn politik
tidak enak keduanya, kamu bicara seperti itu karena belum merasakan rasanya perang jaman belanda atau jepang dahulu
tak usah perang, kena krismon 1998 saja sakit sekali rasanya
@Gery, berarti kamu sama sekali tidak paham tata cara hubungan internasional, sebelum komentar mbok difikir dahulu jangan asal njeplak
benar kita jgn meniru langkah china bangun pulau buatan di laut natuna utara lihat efekx china di kecam dunia internasional dan terancam pidana & ekonomi mereka anjlok alias krismon
duitnya siapa untuk bangun pulau buatan, daripada dihambur hamburkan sia sia, lebih baik uangnya untuk bikin pabrik pengalengan ikan dan beli perahu nelayan untuk memperdayakan masyarakat natuna
Negara tak punya wibawa dan selalu mencla mencle tak ada ketegasan& keberanian.Maka akan terus berulangkali dipermainkan diinjak injak negara lain diwilayah rumah sendiri.Nantinya tidak hanya Vietnam, Malaysia, Thailand,Singapura,Australia,Cina yang akan mempermainkan menginjak injak muka Indonesia.Tapi negara negara yang semula alim selalu menjaga hubungan baik.Lama kelamaan juga akan berubah.Ikut ikutan menginjak injak mempermainkan Indonesia juga.Buah dari ketidakberanian&ketidaktegasan.Maka akan dijajah negara lain.
apa rujukannya bro kalau kita tidak punya wibawa ?, sebelum komentar itu harus mengerti dulu tata cara hubungan internasional. jangan asal njeplak
Ada benarnya, seharusnya siapapun pelanggar yang melewati batas kita harusnya ditindak dengan tegas tapi tetap sesuai prosedur. Apalagi untuk tindakan kapal vietnam ini termasuk fatal dan serius jikalau sampai parchim kita mengalami kerusakan atau bahkan kebocoran lambung kapal. Militer kita tidak lemah tapi hanya “terlalu sabar”. Dalam kasus diatas, percuma pakai korvet apalagi kalau sampai full armament klo ditabrak kapal pencuri awaknya cuma bilang dancokk, anjing wkwkwkwk. Tapi ya mau gimana lagi, SOP tetaplah SOP jadi ya serba ironi memang
Nestapanya hidupmu @cakra-pasopati….dari namanya aja udah serem, sayangnya gak bisa bedain mana perairan teritorial dan mana perairan ZEE 🙆🙆🙆
Seharunya doktrin militer kita dirubah.kalau membahayakan hatus dilawan….contoh AS,kalau mengancam,sebelum sampai lokasi…ancaman pasti sdh ditenggelamkan
bisa kasih contoh bro kasus penembakan kapal AS ke kapal resmi pemerintah negara lain yang tidak bermusuhan dengan AS hanya untuk alasan pengusiran teritorial, misalkan saja milik China atau Rusia
Terus maunya gimana mas? Disembur kanon 30mm gitu? atau pake rbu-6000 gitu? Atau pke torpedo gitu? Atau sekalian patrol pake nagapasa class gitu? Ini sudah sesuai prosedur mas apalagi lawannya cuma sekelas kapal pengawas perikanan. Kurang tepat konteksnya kalau dikaitkan militer lemah, yang ditekankan prosedur penindakan hukum yang tepat dan reaksi yang tepat pula. Mudah saja jika parchim ingin tenggelemin ni kpal vietnam sbenarnya wong bukan kapal perang. Kecuali yang dipake sesama korvet, sea battle dan endingnya parchim karam baru tepat disebut militer lemah.
Untuk mas gery chocolatos ya ini. Coba merenung masuk goa dulu mas hihihi
sy rasa biang keladix china, china bantu pakistan lawan india dan china bantu vietcong lawan indonesia, tp vietcong yg paling pantang menyerah dlm mencuri ikan
tidak ada hubungannya laut tiongkok selatan itu diklaim oleh banyak negara termasuk RRT, Malaysia, Filipina, Brunei dan Vietnam. vietnam dan RRT juga saling bentrok terhadap klaim laut ini
Benar kata pak prabowo militer kita lemah..😂😂
Mudahnya nylekop, bagi orang yg tidak paham masalah….antara Indonesia dan Vietnam, sampai sekarang masih meiliki sengketa perbatasan di wilayah perairan tsb, jd wajar saja kalo 2 pihak saling bersikeras 😏😏😏
Lagi2 politik di Grup militer tanpa paham detail yg terjadi…
Baca dan pahami nih…
Di komunitas international “whos shot first will be the first one to blamed”
Menghadapi provokasi pihak asing sebisa mungkin jangan sampai satu butir peluru diluncurkan pertama kali oleh salah satu pihak.. karena begitu satu peluru lepas maka 50 persen kekalahan sudah dipegang si pelepas peluru pertama, kecaman dunia itu saat ini efeknya sangat mengerikan.
Jadi untuk semua personil diperbatasan tetap tegas, dicipline, ikuti SOP, redam aksi emosi yg berpicu merugikan status negara dan do not shot at the first place.
Kalau bahasa sederhananya saat orang berantem yg nonjok pertama udah pasti yg bakal kena tuntutan pidana meskipun yg ditonjok lebih salah dari yg nonjok…
Ini bukan masalah kuat apa engaknya militer kita.
Tapi pahami kenapa, dimana, dllnya. apakah wilayah sengketa atau gimana…
@Gery, berarti kamu sama sekali tidak paham tata cara hubungan internasional, sebelum komentar mbok difikir dahulu jangan asal njeplak
Ada lulusan hubungan interna
sional
israel aj nembakin yang punya lahan dunia diem bae, lah kita dri dlu sering di lecehkan tapi tidak ada daya dan upaya
Agak gmn gtu y
Alesannya, sudah benar menahan diri. kapal vietnam menabrak KRI akhirnya bocor dan tenggelam. Lha klo yg tenggelam KRI? LOL.. Apa sudah benar menahan diri SOPnya kalau ada ancaman gtu? Apalagi kapal perang.. berani ditabrak. Logikanya yg mau nabrak tau kalo kapal perangnya mlempem alias g berani. Boleh ga klo gemes taunya..
bukan alesanya yg agak gmna tapi otak situ yg belum sampe..makanya klo kagak paham jangan asal nyrocos..logika org yg gak paham tentu beda dengan org yg paham hubungan internasional,
Jalan satu-satunya emang ditabrakan untuk menghindari perang besar……
contohnya seperti pesawat pengintai EP-3E milik Amerika yang katanya sengaja ditabrak pesawat tempur china F-8….hahahah….padahal kalau mau pesawat tempur F-8 china tinggal menembak saja…mampus tuh EP-3E…..
kalau kejadian di laut internasional atau di ZEE …menabrakan diri adalah hal yang lumrah dilakukan……jadi kita juga harus berani melakukannya juga………..
Logikanya mungkin yg terbalik, mister @johntitor…🤷
Sebelum terlalu jauh, sebaiknya dipastikan.dulu dimana koordinat penangkapan kedua KIA asal vietnam tsb, jika posisinya ada di zona yg ZEE yg masih disengketakan anatara RI dan vietnam, maka langkah KRI menangkap vs Kapal Vietnam yg menghalangi KRI juga bisa dibenarkan, walaupun disayangkan harus terjadi aksi menubrukkan lambung kapal….walaupun sebenarnya hal ini juga sudah diperhitungkan matang oleh vietnam.
Dg alasan menegakkan kedaulatan (di zona yg diklaim oleh kedua pihak), maka keberanian kapal vietnam menubruk KRI hampir bisa disamakan dg keberanian F-16 kita mengintersept F-18 AL AS yg lebih kuat segalanya
anda benar.. dan salah satu kelemahan kita adalah orang2 yang berpikiran dan berwawasan LUAAASSS, tanpa tindakan.. kita lihat saja, kedepan pasti bakal banyak kejadian yang sama.. cuma herannya kapal kita mulu yang jadi korban.. hahahaha
Seharusnya kamu bangga sama bangsamu sendiri @ fans zulheri…krn bukan bangsa pencuri ikan 😎
Atau justru kamu berpikir yg sebaliknya 🙆🙆🙆