Tag: Natuna

Ciptakan “Milisi Maritim,” Aksi Kapal Nelayan Cina Berpotensi Memicu Perang Terbuka

Dengan dalih traditional fishing zone atau zona tangkap ikan tradisional, aksi perahu nelayan Cina acap kali menimbulkan ketegangan di beberapa negara di kawasan Laut Cina Selatan. Sebagai contoh pada Juni 2016 silam, saat terjadi ketegangan di Perairan Natuna saat kapal perang TNI AL melakukan penangkapan pada kapal nelayan Cina yang melanggar ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) Indonesia. Pangkal ketegangan lantaran aksi penegakan hukum oleh kapal perang TNI AL mendapat bayang-bayang langsung dari kapal patroli Penjaga Pantai Cina – China Coast Guard (CCG). (more…)

Tak Ingin Ketinggalan, Balitbang Kemhan dan LAPI ITB Garap Radar Pasif Mobile

Berita tentang rencana pengadaan radar pasif untuk pengamanan di Pulau Natuna rupanya membawa angin segar pada dunia litbang alutsista di Tanah Air. Era penggunaan radar pasif jelas memberi efek deteren, pasalnya sistem radar pasif mampu mendeteksi sasaran secara senyap, karena tidak memancarkan sinyal radar, mampu juga mendeteksi emisi di daratan dan lautan, handal terhadap jammer, bekerja secara rahasia, mudah diintegrasikan, serta dapat diintegrasikan dengan sensor radar pertahanan udara aktif yang sudah ada. (more…)

Lindungi Wilayah Natuna, Indonesia Pilih Radar Pasif Vera-NG, Pengendus Pesawat Stealth

Rupanya tak sia-sia bagi Era (Omnipol Group) telah berpartisipasi dalam Indo Defence 2016, pasalnya manufaktur radar asal Republik Ceko ini dikabarkan telah terpilih untuk memasok sistem radar hanud Vera-NG untuk ditempatkan Lanud Ranai di Pulau Natuna. Dengan dipilihnya sistem radar ini, maka Indonesia menjadi negara kedua di Asia Tenggara yang menggunakan radar Vera, setelah Vera (Vera E) dioperasikan Malaysia sejak 2010. (more…)

KN Tanjung Datu 1101: Dimensi Laksana Frigat, Berstatus Kapal Patroli Penjaga Pantai

Kilas balik ke 17 Juni 2016, saat itu terjadi insiden dramatis di Laut Natuna, pasalnya kapal penjaga pantai alias China Coast Guard (CCG) dilaporkan terus membayang-bayangi aksi penegakan hukum yang dilakukan kapal perang TNI AL atas illegal fishing yang dilakukan kapal nelayan Cina. Tak satu dua kali pula, kapal CCG berani menghalangi upaya penangkapan yang dilakukan aparat Indonesia. (more…)

Oerlikon Skyranger: Sistem Hanud ‘Tactical Response’ Untuk Natuna

Dalam suatu presentasi di Jakarta belum lama ini, Kolonel Stefan Schädler, Vice President Sales Asia Rheinmetall Air Defence memaparkan konsep pertahanan udara (hanud) komposit untuk melindungi ruang udara di Pulau Natuna. Seperti telah diulas dalam artikel berjudul “Inilah Solusi Rheinmetall Air Defence Untuk Pertahanan Udara Di Natuna,” sistem hanud komposit terdiri dari rudal hanud jarak sedang, rudal hanud SHORAD MANPADS, FCU (Fire Control Unit) kanon Oerlikon Skyshield 35 mm dan Skyranger. (more…)

Inilah Solusi Rheinmetall Air Defence Untuk Pertahanan Udara di Natuna

Dalam perspektif manufaktur persenjataan, bila alutsista yang mereka jual benar-benar menjadi andalan di negeri pembeli, maka hal tersebut ibarat prestasi luar biasa, artinya ada kepercayaan dari aspek kualitas. Dan jika berkaca di Indonesia, salah satu hotspot yang menjadi konsentrasi pertahanan TNI ada di Pulau Natuna, dimana gelar alutsista tercanggih dari ketiga matra TNI semaksimal mungkin dikerahkan dalam berbagai uji dan latihan tempur di kawasan yang langsung berhadapan dengan Laut Cina Selatan. (more…)

Harbin BZK-005: Drone Pengintai Andalan Militer Cina di Laut Cina Selatan

Segala upaya dilakukan Pemerintah Cina untuk memperlihatkan superioritas militernya di kawasan sengketa Laut Cina Selatan (LCS). Untuk peran surveillance, selain mengerahkan satelit mata-mata, Cina diketahui juga telah menerbangkan drone (UAV/Unmanned Aerial Vehicle) andalannya untuk memindai setiap potensi ancaman yang sewaktu-waktu bisa muncul. Dan drone intai yang digunakan Cina di LCS adalah Harbin BZK-005, jenis drone yang masuk kualifikasi HALE (High Altitude Long Endurance). (more…)

“Menghadapi” Cina dengan Senjata Buatan Cina

KRI Layang 635 saat menembakkan rudal C-802.
KRI Layang 635 saat menembakkan rudal C-802.

Pemerintah Cina memang dengan tegas mengakui Kepulauan Natuna sebagai bagian dari wilayah NKRI, tapi lain hal dengan ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) di Perairan Natuna. ZEE RI yang berada bersinggungan dengan Laut Cina Selatan itu sebagian areanya dianggap sebagai traditional fishing zone oleh Cina, padahal dalam hukum laut internasional tak dikenal istilah traditional fishing zone. Klaim sepihak dari Cina ini beberapa kali menjadi sumber ketegangan hubungan diplomatik antara Jakarta dan Beijing. (more…)