Berharap Raih Reputasi Tempur, Rusia Libatkan MiG-35 dalam Perang di Ukraina

Jet tempur MiG-35 (kode NATO Fulcrum-F) bukan jenis alutsista baru yang ditawarkan Rusia untuk pasar ekspor. Terbang perdana pada Desember 2016, sampai saat ini jet tempur yang dikembangkan dari MiG-29 ini belum juga meraih pelanggan di luar negeri, selain juga hanya digunakan dalam unit terbatas oleh Angkatan Udara Rusia. Namun belum lama ini ada kabar bahwa MiG-35 ternyata sudah digunakan dalam operasi tempur di Ukraina.

Baca juga: “Rita” Hadir di MiG-35, Berikan Rekomendasi untuk Pilot Saat dalam Kesulitan

Dikutip defence-blog.com (23/11/2023), sebuah laporan mengklaim jet tempur MiG-35 Rusia telah digunakan untuk melawan Ukraina. Sergei Korotkov, Kepala Desainer di United Aircraft Corporation (UAC) telah memastikan MiG-35 telah dikerahkan dalam perang yang sedang berlangsung di Ukraina.

Setelah menjalani penerbangan perdananya pada tahun 2016 dan dipamerkan pada tahun 2017, MiG-35 saat ini memiliki enam model pra-produksi dalam gudang senjata Angkatan Udara Rusia.

“Mengingat situasi saat ini, khususnya pada perang di Ukraina, pesawat ini sudah berpartisipasi dalam semua operasi yang sedang berlangsung. Uji terbang lebih lanjut belum selesai, dan Kementerian Pertahanan akan membuat keputusan akhir,” kata Korotkov menanggapi pertanyaan tentang keputusan pengadaan serial MiG-35 untuk Angkatan Udara Rusia.

Korotkov menyoroti bahwa spesifikasi MiG-35 sudah berhasil memenuhi persyaratan pelanggan asing dan negosiasi sedang dilakukan untuk kemungkinan kesepakatan ekspor.

Menurut media pemerintah Rusia, MiG-35 mewakili jenis jet tempur mutakhir yang dikategorikan sebagai pesawat generasi “4++”, yang mengintegrasikan teknologi pesawat tempur generasi kelima yang disesuaikan untuk operasi di zona konflik intensitas tinggi di tengah pertahanan udara yang padat.

MiG-35 dirancang untuk menyerang target udara dalam segala kondisi, siang atau malam, dan menyerang target darat dan permukaan yang bergerak maupun yang tidak bergerak, MiG-35 menawarkan fleksibilitas dalam berbagai jenis skenario pertempuran.

Di antara kelebihannya, pengembang MiG-35 menekankan berkurangnya visibilitas radar, sistem penargetan yang dipasang di helm, mesin baru dengan daya dorong yang ditingkatkan, dan kemampuan untuk berfungsi sebagai tanker pengisian bahan bakar di udara. Pesawat ini mampu mengerahkan berbagai rudal berpemandu dan tidak terarah, serta bom berpemandu presisi terbaru Rusia.

Secara penampilan MiG-35 memang mirip MiG-29. Garis cetakannya sama, namun ujung bagian kokpitnya sedikit berbeda karena seluruhnya terbuat dari kaca layaknya pesawat tempur generasi kelima. Panel LCD yang berada di kokpit menampilkan informasi penerbangan dan pertempuran secara lengkap. Penempur generasi 4++ ini dibangun dari basis pesawat MiG-29K/KUB dan MiG-29M/M2.

Dibanding MiG-29, MiG-35 punya kemampuan tinggal landas di runway pendek, melakukan pengereman tajam, mendaki secara vertikal, berputar di udara 360 derajat. Dibandingkan dengan versi dasar MiG-29, MiG-35 memiliki perbedaan yang cukup banyak. Selain rangka pesawatnya baru, MiG-35 sudah menggunakan kendali fly-by-wire, glass cockpit, mesin baru. Sistem pesawat juga adaptif dengan perangkat penglihatan malam (NVG).

Baca juga: Rusia Tawarkan MiG-35 ke Malaysia dengan Gaya “Trade in Promo”

MiG-35 ditawarkan dalam dua varian, model kursi tunggal dan dua kursi. Kedua versi sudah mengusung radar Active Electronically Scaned Array (AESA) Phazotron Zhuk-A/AE, radar ini dipercaya punya jangkauan deteksi sampai 260 km dan mampu melacak 30 sasaran secara simultan pada mode air-to-air and air-to-ground. (Gilang Perdana)

2 Comments