Inggris Masuk Pasar Drone Kamikaze: Luncurkan ‘Hammer’, Mampu Tembus Baja 600 Milimeter

Industri pertahanan Inggris baru saja mencatatkan langkah strategis melalui peluncuran “Hammer,” sebuah drone serbu jarak jauh yang dikembangkan oleh Edinburgh Drone Company (EDC). Kehadiran teknologi ini menyiratkan pesan kuat bahwa Inggris kini resmi memasuki arena persaingan drone kamikaze atau amunisi pintar (loitering munition), mengikuti jejak langkah Jerman dan Perancis.

Baca juga: Kejutan dari Perancis: Renault Produksi 600 Drone Kamikaze “Chorus” untuk Ukraina

Fenomena ini menandai pergeseran doktrin militer di Eropa yang kini semakin mengandalkan sistem nirawak dengan biaya produksi rendah namun memiliki efektivitas mematikan untuk menghadapi dinamika peperangan modern yang kian kompleks.

Edinburgh Drone Company merancang Hammer sebagai platform yang sangat efisien dengan berat tinggal landas maksimum mencapai 10 kilogram. Pengoperasiannya pun sangat praktis, di mana pesawat ini diluncurkan menggunakan sistem ketapel (catapult) yang dirancang dan diproduksi secara internal di fasilitas EDC East Lothian.

Dalam hal jangkauan, Hammer menawarkan fleksibilitas luar biasa melalui dua konfigurasi manual; versi standar mampu menjangkau sasaran hingga 22 kilometer, sementara varian dengan peningkatan jangkauan (extended-range) mampu menembus jarak hingga 50 kilometer. Selain itu, sistem ini memungkinkan adanya peningkatan daya tahan terbang melalui penambahan baterai ekstra sesuai dengan kebutuhan misi di lapangan.

Kehadiran Hammer secara langsung memposisikan Inggris sebagai pesaing serius bagi Perancis yang sebelumnya telah meluncurkan drone Colibri. Jika dibandingkan, Hammer menawarkan keunggulan pada daya hancur dan jangkauan operasional; sebagai gambaran, Colibri dirancang untuk jangkauan sekitar 5 hingga 25 kilometer dengan hulu ledak yang lebih ringan.

Sementara itu, Hammer mampu berakselerasi hingga kecepatan maksimal 140 kilometer per jam dan membawa muatan hingga 3,5 kilogram, termasuk dukungan untuk hulu ledak RPG-7. Yang paling mengesankan adalah daya penetrasinya; dalam uji coba amunisi tajam, hulu ledak standar milik EDC terbukti mampu menembus lapis baja setebal 600 milimeter, sebuah angka yang cukup untuk melumpuhkan tank tempur utama modern.

MV-25 OSKAR – Drone Kamikaze Pertama Buatan Perancis yang Berstatus Battle Proven

Masuknya Inggris ke dalam segmen ini menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara inovasi teknologi lokal dan kebutuhan mendesak akan kemandirian pertahanan. Dengan mekanisme pengamanan khusus (safe arming mechanism) untuk keselamatan kru dan kemampuan produksi massal, Inggris kini memiliki solusi mandiri untuk menyuplai kebutuhan drone serbu tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan luar negeri.

Keberadaan Hammer tidak hanya mengisi celah kemampuan peperangan asimetris Inggris, tetapi juga memposisikan negara tersebut sebagai pemain kunci dalam peta persaingan teknologi nirawak global yang kini menjadi standar baru dalam menentukan kemenangan di medan tempur masa depan. (Haryo Adjie)

Pasar Drone Kamikaze Diprediksi Melonjak 400% di 2030, Ini Kata Rosoboronexport 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *