Hari Ini 37 Tahun Lalu, Jet Tempur Swedia Saab Gripen Terbang Perdana

Hari ini, 9 Desember 2025, menandai 37 tahun sejak penerbangan perdana jet tempur multiperan generasi keempat Swedia, Saab JAS 39 Gripen. Momen bersejarah pada 9 Desember 1988 ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Angkatan Udara Swedia (Flygvapnet) dan industri pertahanan Eropa.

Baca juga: Modernisasi Kekuatan Udara Kolombia: Saab Amankan Kontrak 3,1 Miliar Euro untuk 17 Gripen E/F

Pengembangan Gripen (Griffin) dimulai pada awal 1980-an sebagai respons atas kebutuhan Swedia untuk menggantikan armada jet tempur lama. Swedia memerlukan pesawat yang ringkas, murah dirawat, namun mampu menjalankan peran JAS (Jakt, Attack, Spaning – Berburu/Tempur, Serang, Pengintaian) secara efektif.

Penerbangan perdana dilaksanakan pada 9 Desember 1988 di Linköping, Swedia. Penerbangan dilakukan oleh pilot uji Saab, Stig Holmström, dan berlangsung selama 45 menit. Holmström melaporkan penerbangan tersebut berjalan lancar. Meskipun prototipe awal sempat mengalami insiden crash pada 1989 dan 1993, insiden ini justru memicu penyempurnaan sistem kontrol penerbangan digital pesawat yang krusial.

Setelah melalui pengembangan dan perbaikan intensif, Gripen mulai memasuki layanan operasional penuh dengan Angkatan Udara Swedia pada 1996.

Generasi Gripen C/D yang terbang perdana ini dirancang dengan filosofi unik Swedia: performa tinggi dengan biaya operasional rendah. Gripen dicirikan oleh desain Sayap Delta Canard, yang memberikannya kemampuan manuver luar biasa, khususnya pada kecepatan rendah, serta jarak lepas landas dan mendarat yang sangat pendek.

Salah satu keunggulan terbesar Gripen adalah kebutuhan perawatannya yang minimal. Pesawat ini dirancang untuk dapat dirawat dan dipersenjatai ulang oleh personel yang tidak terlalu terlatih (bahkan wajib militer) hanya dalam waktu kurang dari 10 menit, dan mampu beroperasi secara efektif dari jalan raya publik atau pangkalan yang tersebar—sebuah konsep yang disebut dispersed operations.

Menanti Operasional Gripen E, AU Swedia Masih Gunakan Gripen C/D Hingga 2030

Didukung oleh mesin tunggal Volvo RM12 (varian dari General Electric F404), pesawat ini menawarkan keseimbangan daya dorong dan efisiensi yang menjaga biaya operasional per jam tetap sangat rendah.

Hingga saat ini, lebih dari 250 unit Gripen dari berbagai varian (termasuk generasi A/B, C/D, dan E/F) telah diproduksi dan dikirimkan.

Angkatan Udara Republik Ceko menjadi pelanggan ekspor pertama Gripen pada 2004, diikuti oleh Angkatan Udara Hungaria pada 2006. Selain itu, Gripen juga dioperasikan oleh Angkatan Udara Afrika Selatan dan Thailand, sementara pelanggan terbaru seperti Brasil memilih varian yang lebih canggih, Gripen E/F.

Baru-baru ini, berhembus isu kuat bahwa Swedia mungkin akan menyumbangkan jet tempur Gripen ke Ukraina untuk memperkuat Angkatan Udara mereka. Para analis militer melihat Gripen sebagai jet tempur yang ideal untuk Ukraina karena persyaratan perawatannya yang rendah. Kemampuannya beroperasi dari landasan pacu yang rusak atau jalan raya, sesuai doktrin Swedia, sangat cocok untuk infrastruktur udara Ukraina yang sering menjadi sasaran serangan. (Haryo Adjie)