Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Satu Rudal Dua Peran: Angkatan Laut AS Siapkan Rudal AESM untuk Buru Radar Darat dan Pesawat Intai

Angkatan Laut AS, melalui Naval Air Systems Command (NAVAIR), belum lama ini membuka babak baru dalam teknologi persenjataan udara dengan merumuskan kebutuhan akan rudal anti-radiasi generasi berikutnya yang memiliki peran ganda –  next generation anti radiation missile capable of striking both surface emitters and airborne radar platforms.

Baca juga: Masih Serba Rahasia, NAVAIR Tampilkan Rendering Rudal Udara ke Udara Lockheed Martin AIM-260 JATM

Berdasarkan informasi terbaru pada 20 Februari 2026, AS sedang mencari solusi industri untuk mengembangkan apa yang disebut sebagai Advanced Emission Suppression Missile (AESM). Proyek ambisius ini bertujuan untuk menciptakan sebuah rudal yang tidak hanya mampu menghancurkan pemancar radar di permukaan darat atau laut, tetapi juga memiliki kapabilitas udara-ke-udara untuk mengincar platform radar terbang musuh.

Langkah strategis ini menandai pergeseran penting dalam doktrin pertempuran udara modern, di mana fokus serangan kini dialihkan untuk memutus rantai sensor-ke-penembak milik lawan. Selama ini, misi penindasan pertahanan udara musuh atau SEAD (Suppression of Enemy Air Defenses) umumnya hanya menargetkan radar darat statis atau seluler.

Namun, dengan konsep AESM, Angkatan Laut AS ingin memperluas jangkauan serangnya ke platform udara yang berfungsi sebagai manajemen pertempuran atau pengintai, seperti pesawat peringatan dini (AEW&C). Dengan mengincar “otak” dan “mata” di langit ini, militer AS berharap dapat melumpuhkan koordinasi pertahanan udara terintegrasi lawan, menurunkan kualitas pelacakan target, serta mengacaukan kesadaran situasional musuh secara keseluruhan.

Northrop Grumman Kembangkan Rudal Anti Radiasi AGM-88G AARGM-ER Varian Ground Based

Secara teknis, rudal masa depan ini dituntut untuk memiliki cakupan pencari sinyal yang luas di berbagai pita frekuensi serta ketahanan tinggi terhadap teknik penanggulangan elektronik modern. Persyaratan ini mengacu pada standar yang telah ditetapkan oleh keluarga rudal AGM-88G AARGM-ER, yang dirancang untuk tetap dapat menghantam sasaran meskipun musuh mematikan radar mereka sebagai taktik pengecohan.

Kemampuan penetrasi dan jangkauan tembak yang lebih jauh menjadi harga mati agar pesawat peluncur dapat tetap berada di luar zona maut pertahanan udara lawan. Rencananya, rudal AESM ini akan diintegrasikan pada armada tempur utama kapal induk, termasuk F/A-18E/F Super Hornet dan pesawat peperangan elektronik EA-18G Growler.

AL AS Lakukan Uji Penembakan Perdana Rudal Anti Radiasi AGM-88G AARGM-ER

Kehadiran opsi rudal udara dengan peran ganda ini merupakan respons langsung terhadap arsitektur pertahanan Anti-Access/Area Denial (A2/AD) yang semakin kompleks dan canggih. Dalam skenario konflik intensitas tinggi, kemampuan untuk menyerang emitor di darat sekaligus mengancam sensor di udara memberikan fleksibilitas taktis yang luar biasa bagi para perencana tempur.

Alih-alih hanya mengandalkan gangguan elektronik pasif, militer kini memiliki opsi kinetik untuk secara aktif menghancurkan elemen-elemen yang mendukung jaring pembunuh (kill web) lawan. Melalui pengembangan AESM, Angkatan Laut AS berupaya memastikan bahwa mereka tetap memegang kendali atas spektrum elektromagnetik, sekaligus menjamin kelangsungan hidup dan jangkauan operasional armada udara mereka di medan laga yang paling diperebutkan sekalipun. (Gilang Perdana)

Kegagalan Radar Anti Stealth JY-27 Cina di Venezuela: Runtuhnya Mitos Deteksi Pesawat Siluman?

One Comment