Gantikan Harpoon, Belanda dan Spanyol Bakal Gunakan Rudal Jelajah JSM-SL untuk Kapal Selam Mereka

Jenis rudal jelajah anti kapal yang diluncurkan dari kapal selam – SLCM (Submarine-Launched Cruise Missile), dalam beberapa tahun mendatang akan bertambah dengan masuknya Joint Strike Missile (JSM), yang saat ini tengah dikembangkan dalam varian JSM-SL (Joint Strike Missile – Submarine Launched).SLCM

Baca juga: Angkatan Udara Norwegia Kukuhkan 52 Unit Jet Tempur F-35A plus Unit Perdana Rudal JSM

JSM yang merupakan versi udara dari rudal anti kapal NSM (Naval Strike Missile) kini tengah dibidik oleh dua negara NATO untuk melengkapi arsenal pada kapal selamnya.

Dua negara anggota NATO, yakni Belanda dan Spanyol, telah secara eksplisit mengumumkan rencana untuk menggunakan rudal ini pada armada kapal selam mereka di masa depan.

Pada Juni 2025, Kementerian Pertahanan Belanda mengumumkan bahwa kapal selam Orka class masa depan mereka akan dipersenjatai dengan varian peluncuran kapal selam dari JSM. Rudal ini diantisipasi untuk diintegrasikan pada tahun 2032. Belanda menyebutnya sebagai JSM-SL.

Sementara, Angkatan Laut Spanyol telah memutuskan untuk menghentikan rencana Harpoon untuk kapal selam S-80 mereka dan sedang mempertimbangkan NSM sebagai pengganti. Mereka telah menugaskan perusahaan Navantia untuk melakukan studi teknis guna mengintegrasikan “versi masa depan dari rudal NSM yang diluncurkan dari kapal selam.” Pengembangan ini sedang dilakukan dalam kolaborasi multinasional Eropa yang dipimpin oleh Spanyol.

Pengganti Walrus Class, Belanda Resmi Pilih Desain Kapal Selam “Black Sword” dari Naval Group Perancis

Kongsberg Defense & Aerospace dari telah mengidentifikasi NSM/JSM sebagai basis untuk rudal kapal selam sejak lama. Pasalnya, varian Joint Strike Missile (JSM) didesain dengan profil yang lebih ramping dari NSM agar muat di ruang senjata internal jet tempur F-35. Profil yang lebih ringkas inilah yang kemudian dijadikan dasar untuk dua desain masa depan untuk senjata kapal selam.

Pertama adalah varian JSM-SL yang diluncurkan secara vertikal (VL-JSM), dan varian yang diluncurkan dari kapal selam yang dapat dimuat di dalam kapsul tabung torpedo 533 mm.

Tabung torpedo standar kapal selam konvensional (SSK) memiliki diameter 533 mm (21 inci). Untuk meluncurkan rudal, rudal tersebut harus diletakkan di dalam kapsul peluncuran yang kedap air (canister). Karena JSM sudah memiliki dimensi yang lebih ringkas dan mekanisme sirip yang dapat dilipat (warisan dari desain F-35), rudal ini jauh lebih mudah untuk dimasukkan ke dalam kapsul peluncuran 533 mm tersebut dibandingkan dengan NSM versi awal.

JSM mengusung komuniikasi dua arah (two-way data link), memungkinkan kapal selam memberikan pembaruan target setelah peluncuran, meningkatkan presisi serangan.

MBDA Luncurkan Exocet SM40 – Varian Terbaru Submarine Launched, Rudal Jelajah yang Diluncurkan dari Kapal Selam

Untuk jangkauan serang, sejauh ini belum didapat informasi yang jelas, namun berkaca pada JSM yang diluncurkan dari udara, rudal jelajah ini dapat menjangkau sasaran sejauh 350 km.

Keputusan untuk mengembangkan JSM-SL didorong oleh dua faktor utama, seperti Angkatan Laut AS mengumumkan akan menghentikan program Harpoon yang diluncurkan dari kapal selam (Harpoon Submarine-Launched), yang memaksa sekutu seperti Spanyol dan negara lain untuk mencari pengganti.

UGM-84L Harpoon II: Sebuah Harapan Untuk Kapal Selam Nagapasa Class TNI AL

Sementara dari aspek teknis, rancangan JSM/NSM memiliki fitur siluman (stealth) dan kemampuan serang darat (Land Attack) yang jauh lebih unggul daripada Harpoon, menjadikannya pilihan modern yang sempurna untuk kapal selam konvensional.

Meskipun JSM-SL belum mencapai status operasional (diperkirakan siap di awal dekade 2030-an), pengembangan ini adalah program resmi dan didukung secara finansial oleh beberapa sekutu utama AS. Rudal ini dipandang sebagai standar baru untuk LACM (Land Attack Cruise Missile) yang diluncurkan dari SSK NATO di masa depan. (Gilang Perdana)

Kapal Selam ‘Scorpene Evolved’ untuk TNI AL Ditawarkan dengan Rudal Jelajah SM39 Exocet dan Torpedo F21

One Comment