Exail Pasok USV dan Sistem Anti Ranjau Laut Untuk Lengkapi Kemampuan KRI Pulau Fani 731 dan KRI Pulau Fanildo 732

Exail, perusahaan robotika dan otonomi maritim dari Perancis, mengumumkan telah dipilih untuk memasok sejumlah Kapal Permukaan Nirawak – Unmanned Surface Vessels (USV) dan Sistem Identifikasi dan Pembuangan Ranjau – Mine Identification and Disposal Systems (MIDS) ke Angkatan Laut Indonesia yang memungkinkan kemampuan unmanned Mine Countermeasures (MCM) pada Satuan Kapal Ranjau (Satran) TNI AL.
Kontrak tersebut mencakup pengiriman empat USV Exail Inspector 90, beserta Sistem Identifikasi dan Pembuangan Ranjau atau Mine Identification and Disposal Systems Seascan dan K-Ster. Sistem canggih ini akan dikerahkan dari dua kapal penyapu ranjau terbaru TNI AL, yakni KRI Pulau Fani 731 dan KRI Pulau Fanildo 732.
Semua sistem akan dioperasikan dari jarak jauh dari kapal penyapu ranjau dan dikoordinasikan melalui pusat Komando dan Kontrol (C2) terpadu Exail. Pusat C2, yang didukung oleh rangkaian perangkat lunak Umisoft dan dipasang di pusat informasi tempur kapal akan menyediakan perangkat lunak kontrol terpadu untuk operasi penyisiran dan perburuan ranjau.
Perangkat lunak Exail Umisoft mendukung perencanaan misi yang komprehensif, pengawasan waktu nyata, koordinasi multisistem, serta analisis pascamisi dan manajemen data yang terperinci.
“Keberhasilan baru ini menyoroti kekuatan solusi MCM modular kami, UMIS, yang secara khusus dirancang untuk beradaptasi dengan kebutuhan operasional unik setiap angkatan laut,” kata Jérôme Bendell, Head of Exail Maritime Systems Business line.
Exail Inspector 90
Exail Inspector 90 adalah Unmanned Surface Vehicle (USV) canggih buatan Perancis, dikembangkan oleh Exail Group (sebelumnya ECA Group) sebagai platform modular untuk berbagai misi maritim. USV ini mengusung propulsi hydrojet, mampu melesat hingga 32 knot, dan punya endurance hingga 12-14 jam pada kecepatan jelajah 12 knot.

USV ini punya payload hingga 900 kg dengan deck modular untuk berbagai sensor dan robot laut. Panjang USV mencapai 9,2 meter dengan material lambung dari aluminium kelas kelautan atau komposit GRP.
USV ini punya tiga mode operasi, yaitu autonomous, remote‑control dan on‑board steering (dapat dikemudikan langsung saat diperlukan). Inspector 90 dapat digunakan untuk berbagai pengawasan maritim, penegakan hukum, patroli pantai, survei lingkungan damn pemantauan polusi, respon SAR (Search and Rescue) dan Mine Countermeasure (MCM) – mendeteksi, mengkategorikan, dan menetralisir ranjau laut dengan dukungan ROV/AUV.
[the_ad id=”77299″]
Inspector 90 dapat Dilengkapi drone‑kit modular yang memuat banyak payload dan sensor, termasuk towed sonar, ROV identifikasi/nistralisasi, dan AUV. Untuk komunikasinya ditunjang dengan LoS dan Satellite, serta kompatibel dengan perang alat laut dan perangkat drone laut lainnya.
Exail Seascan dan K-Ster
Exail Seascan adalah ROV (remotely operated vehicle) untuk identifikasi dan inpeksi ranjau bawah laut hingga kedalaman 300 meter.


Kemampuan ROV ini mencakup navigasi stabil dan hover presisi di arus deras dengan bekal kamera resolusi tinggi dan forward-looking sonar untuk deteksi cepat. Tersedia fitur otomatisasi auto-depth dan auto-track memudahkan operator. ROV ini telah menjadi bagian dari sistem UMIS (Unmanned MCM Integrated System) milik NATO/Belgia/Belanda.
Sementara Exail K‑Ster merupakan ROV pemusnah ranjau expendable (sekali pakai) untuk menetralkan ranjau bawah laut. Robot bawah laut ini dilengkapi guidance system dan shaped-charge warhead untuk meledakan ranjau. (Bayu Pamungkas)



Kalok saya sih……YESSS 💪💪💪