Drone Shahed-136 (Geran 2) Rusia Kini Dilengkapi Infrared Dazzler: Strategi Baru Butakan Rudal MANPADS?

Laporan terbaru dari medan tempur menunjukkan adanya modifikasi signifikan pada unit drone kamikaze Geran 2 (Shahed-136) milik Rusia. Foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan perangkat kecil yang terpasang pada bagian winglet atau ujung sayap drone.

Baca juga: Kemampuan Baru Drone Kamikaze Geran 2 (Shahed-136): Luncurkan Ranjau Anti Tank PTM-3

Perangkat tersebut diidentifikasi sebagai Infrared (IR) Dazzlers, sebuah sistem penangkal elektro-optik yang dirancang untuk membutakan sistem pemandu rudal pertahanan udara lawan. Modifikasi ini menandai babak baru di mana drone “murah” mulai dilengkapi dengan sistem pertahanan diri yang biasanya hanya ditemukan pada helikopter atau jet tempur mahal.

Infrared Dazzler bekerja dengan cara memancarkan radiasi inframerah yang sangat kuat dan termodulasi secara acak. Tujuannya adalah untuk mengacaukan sensor pada kepala rudal (seeker) yang mengandalkan pelacakan panas (heat-seeking) atau pemandu laser.

Pada drone Geran 2, penempatan di ujung sayap (winglet) memberikan cakupan sudut yang lebih luas untuk menipu rudal yang datang dari arah belakang atau samping bawah. Saat rudal MANPADS (seperti Stinger atau Igla) terkunci pada panas mesin drone, dazzler akan menembakkan cahaya IR yang “menyilaukan” sensor rudal, membuatnya kehilangan kunci (lock-on) dan meleset dari sasaran.

Pemasangan perangkat ini bertujuan untuk mengatasi strategi “Mobile Fire Groups” Ukraina yang sangat efektif menjatuhkan drone Geran 2 menggunakan MANPADS dan senapan mesin berat. Skenario utamanya melindungi drone dari serangan rudal panggul saat terbang rendah menuju target. Dengan adanya dazzler, drone dapat bertahan lebih lama di udara, memaksa lawan menghabiskan lebih banyak amunisi rudal yang mahal untuk satu unit drone yang relatif murah.

Dazzler sangat efektif bekerja di malam hari karena kontras cahaya IR yang dihasilkan lebih kuat dibanding siang hari.

Perangkat ini kemungkinan besar sangat efektif melawan rudal MANPADS generasi tua yang masih menggunakan pemandu IR sederhana. Gangguan pada sensor akan membuat algoritma rudal bingung menentukan pusat panas mesin pesawat.

Drone Kamikaze Rusia Geran 2 (Shahed-136) Dibekali Rudal Udara ke Udara Jarak Dekat R-60

Keberadaan sistem pertahanan diri ini membuat operator hanud lawan harus berpikir dua kali dan mungkin harus menembakkan lebih dari satu rudal untuk memastikan target jatuh.

Namun, rudal modern seperti Starstreak (pemandu laser beam riding) atau rudal dengan sensor Imaging Infrared (IIR) seperti IRIS-T atau AIM-9X sangat sulit ditipu oleh dazzler konvensional. Sensor IIR melihat “gambar” pesawat, bukan sekadar titik panas, sehingga mereka bisa membedakan mana cahaya pengganggu dan mana fisik drone. Meski menyilaukan sensor IR, perangkat ini bisa saja memberikan jejak elektronik atau cahaya yang justru memudahkan sistem deteksi pasif lawan untuk mengetahui posisi drone dari jarak jauh.

Sebagai tantangan, drone kamikaze seperti Shahed-136 memiliki kapasitas daya listrik yang terbatas. Penggunaan dazzler yang haus daya bisa sedikit mengurangi jangkauan terbang atau beban hulu ledak jika tidak diimbangi dengan efisiensi sistem.

Meskipun mungkin tidak 100 persen efektif melawan rudal paling canggih, pemasangan IR Dazzler pada Geran 2 adalah pengingat bahwa drone murah pun kini mulai memiliki “perisai” elektronik. (Bayu Pamungkas)

Turki Perkenalkan “Nazar” – Sistem Hanud Anti Rudal dengan Teknologi Laser