Bukan Sekadar Stealth: Mengapa Sistem ‘Adjustable Intake’ Jadikan Su-57E Raja Kecepatan Tinggi

Meski telah berlalu, ajang Dubai Airshow 2025 (17-21 November 2025) adalah saksi sejarah dalam dunia kedirgantaraan global. Untuk pertama kalinya, jet tempur generasi kelima paling canggih milik Rusia, Su-57E, hadir secara langsung dan bersanding dengan rival-rival beratnya dari Amerika Serikat, F-22 Raptor dan F-35 Lightning II.
Baca juga: Sukhoi Su-57 Sukses Tembus Radar dan Sistem Peperangan Elektronik Ukraina
United Aircraft Corporation (UAC) dalam plaftorm konten Zen, menyebut bahwa kehadiran “Felon” (julukan NATO untuk Su-57) memicu antusiasme besar publik dan pengamat militer yang ingin membandingkan secara langsung filosofi desain antara jet tempur Barat dan Timur.
Rusia membawa Su-57E dengan sebuah filosofi, efektivitas tempur bukanlah hasil dari keunggulan satu atau dua parameter saja, melainkan keseimbangan sempurna antara performa terbang, teknologi siluman (stealth), persenjataan, dan kemudahan perawatan.
Berbeda dengan F-35 yang awalnya dirancang sebagai pendamping F-22 dengan fokus pada operasi darat dan laut, Su-57 sejak awal dikembangkan sebagai pesawat multiperan siluman yang memiliki karakter operasional yang seimbang untuk pertempuran udara maupun serangan presisi.
Salah satu keunggulan utama yang ditonjolkan Su-57E adalah integrasi teknologi low-observable (siluman) tanpa mengorbankan performa kinematik. Biro Desain Sukhoi menerapkan serangkaian tindakan pengurangan jejak radar, mulai dari desain bentuk bodi yang khusus, penggunaan material penyerap radar (RAM) mutakhir, hingga penempatan senjata di dalam kompartemen internal. Material penyerap radar pada Su-57E diklaim setara dengan standar pesawat asing, namun tetap memiliki keunggulan dalam kemudahan perawatan di berbagai kondisi operasional yang ekstrem.
Namun, daya tarik teknis yang paling unik dari Su-57E terletak pada sistem asupan udaranya. Jet tempur ini merupakan satu-satunya jet generasi kelima yang menggunakan adjustable supersonic air intake berprofil low-observable. Sistem ini sangat krusial saat pesawat dipacu pada kecepatan di atas Mach 1.6, karena mampu meminimalkan hambatan udara (drag) dan memaksimalkan rasio pemulihan tekanan udara ke mesin. Hasilnya adalah performa akselerasi yang luar biasa, kecepatan panjat (rate of climb) yang lebih tinggi, serta batas ketinggian terbang (service ceiling) yang lebih luas dibandingkan kompetitornya.
Sukhoi Su-57 Sukses Jalani Uji Terbang Perdana dengan Mesin Generasi Terbaru ‘Izdelie 177’
Berkat kombinasi aerodinamika khas biro desain Sukhoi dan mesin yang kuat, Su-57E mampu melakukan supersonic cruise (terbang supersonik tanpa afterburner) secara efisien. Dalam mode ini, Su-57E dapat meluncurkan rudal pada kecepatan Mach 1.4 hingga 1.6 di ketinggian 16 kilometer. Kemampuan ini memberikan keuntungan strategis berupa jangkauan rudal yang lebih jauh dan radius tempur yang lebih luas, bahkan jika dibandingkan dengan F-22 maupun F-35A.
Di sektor elektronik, Su-57E dilengkapi dengan sistem pengawasan dan pertahanan optik serta radar modern yang memungkinkannya beroperasi dalam jaringan taktis terpadu. Keunikan lain yang mengejutkan pasar senjata global adalah fleksibilitas kompartemen senjatanya.
Dominasi Udara Masa Depan: Sukhoi Su-57E Tiba di Dubai, Mengincar Pasar Timur Tengah
Su-57E mampu membawa tangki bahan bakar tambahan di dalam badan pesawat bersama dengan rudal, atau meluncurkan rudal jelajah “jarak jauh” langsung dari kompartemen internal—sebuah fitur yang pertama kali ditawarkan di pasar senjata internasional.
Penampilan Su-57E di Dubai, menyusul kesuksesan sebelumnya di pameran udara Cina dan India, menegaskan bahwa jet tempur ini terus berevolusi. Dengan pengujian mesin baru yang lebih bertenaga dan integrasi senjata udara-ke-udara yang lebih cerdas, Su-57E membuktikan bahwa Rusia tetap berada di baris terdepan kemajuan teknologi dirgantara dunia, siap menantang dominasi absolut pesawat siluman Barat di pasar global. (Gilang Perdana)
Kemampuan Tempur Terdongkrak, Sukhoi Su-57 Mampu Luncurkan Rudal Jelajah Hipersonik Tsirkon (Zircon)


