Dominasi Udara Masa Depan: Sukhoi Su-57E Tiba di Dubai, Mengincar Pasar Timur Tengah

Jet tempur generasi kelima Rusia, Sukhoi Su-57E (varian ekspor), telah tiba di Dubai untuk memeriahkan pameran dirgantara bergengsi Dubai Airshow 2025, yang akan dibuka pada 17 November mendatang. Kedatangan jet tempur siluman ini bukan sekadar pameran teknologi, melainkan langkah strategis penting dalam upaya Rusia untuk memecah dominasi pasar jet tempur Barat di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Jelang Dubai Airshow 2025: UAC Rilis Video Sukhoi Su-57 Terbang dengan Weapon Bay Terbuka
Kehadiran Su-57E di Dubai Airshow 2025 ini memiliki makna khusus karena ini merupakan demonstrasi penerbangan internasional ketiga yang diikuti jet tersebut di luar wilayah Rusia. Ini menunjukkan kematangan program dan kesiapan ekspor Su-57.
Airshow China 2024 (Zhuhai, Cina), menjadi debut penerbangan internasional Su-57E yang pertama, di mana jet tempur stealth ini memukau penonton dengan manuver aerodinamisnya yang luar biasa. Kemudian Aero India 2025 (Bangalore, India), penampilan kedua, yang menjadi sorotan dunia karena jet tempur stealth ini secara dramatis dipamerkan bersebelahan dengan pesaing utamanya, F-35 Lightning II milik Amerika Serikat.
Dan Dubai Airshow 2025 (UEA), menjadi penampilan ketiga, yang kini menjadi upaya strategis untuk menarik minat negara pembeli kaya raya di kawasan Teluk.
Russian stealth fighter jet Su-57E in UAE to participate in Dubai Airshow Nov 17-21
This techno monster fles at SUPERSONIC speeds and has the ability to act as a ‘drone mothership’, sending them ahead@ while pilot is behind safe and sound
Algeria already ordered these beauties pic.twitter.com/xMhVd9zxPh
— RT (@RT_com) November 11, 2025
Kawasan Timur Tengah adalah pasar pertahanan yang paling menjanjikan, didominasi oleh jet tempur AS. Rusia melihat Su-57E sebagai game-changer untuk menembus pasar ini. Banyak negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, menghadapi hambatan politik yang membatasi akuisisi F-35 dari AS. Su-57E berpotensi mengisi kekosongan sebagai jet tempur generasi kelima non-Barat yang siap dijual.
Varian ekspor Su-57E diposisikan dengan harga yang lebih rendah daripada F-35 dan Rostec (induk perusahaan Sukhoi) secara historis lebih bersedia menawarkan transfer teknologi dan kustomisasi platform yang mendalam kepada pembeli, sebuah daya tarik kuat bagi negara yang ingin mandiri dalam pertahanan.
Aljazair Konfirmasi Pembelian Jet Tempur Stealth Sukhoi Su-57 Felon
Negara-negara yang sudah memiliki alutsista Rusia dalam jumlah besar, seperti Mesir dan Aljazair (yang dilaporkan telah menandatangani kesepakatan awal), menjadi pasar alami.
Untuk mencapai Dubai, Su-57E diterbangkan langsung dari pangkalan di Rusia, melalui rute penerbangan yang diawasi ketat. Meskipun detail pastinya dirahasiakan, jalur penerbangan jarak jauh ini kemungkinan besar melewati Rusia Selatan, melintasi Laut Kaspia, dan kemudian menembus wilayah udara sekutu strategis seperti Iran sebelum memasuki wilayah Uni Emirat Arab.
Tuntas Unjuk Kemampuan di Aero India 2025, Sukhoi Su-57 Felon Terekam Citra Satelit Berada di Iran
Penerbangan ini memerlukan dukungan logistik intensif, termasuk pengawalan, dan yang paling utama, pengisian bahan bakar di udara oleh pesawat tanker khusus, sebuah demonstrasi atas kemampuan long-range Su-57E.
Kehadiran Su-57E di Dubai Airshow 2025 adalah langkah paling berani Rusia untuk memastikan bahwa masa depan dominasi udara di Timur Tengah tidak hanya ditentukan oleh Washington, tetapi juga oleh Moskow. (Bayu Pamungkas)
Rusia Kaji Investasi Untuk Produksi Jet Tempur Stealth Sukhoi Su-57E di India



“Banyak negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, menghadapi hambatan politik yang membatasi akuisisi F-35 dari AS. Su-57E berpotensi mengisi kekosongan sebagai jet tempur generasi kelima non-Barat yang siap dijual.”
Abraham Accord tak ada gunanya jangan terpengaruh bujukan Trump, contoh saja UAE yang sudah bergabung sejak September 2020 mereka sampai saat ini tidak bisa dapat akses ke F-35. Akankah Su-57E akan terjual lagi setelah Aljazair? Kita tunggu saja