Bangladesh Berencana Borong Enam Kapal Selam Improved Jang Bogo Class dari Korea Selatan

Bila semuanya berjalan mulus, maka Bangladesh akan menjadi negara pengguna ekspor kedua kapal selam Chang Bogo class (Jang Bogo) setelah Indonesia. Persisnya, Bangladesh akan membeli enam kapal selam Improved Jang Bogo class (KSS-I) atau Chang Bogo class II dari Korea Selatan untuk melindungi wilayah maritimnya.
Baca juga: Kapal Selam Chang Bogo III Bakal Menggunakan Baterai Lithium Ion
Menurut BDMilitary (21/5/2025), Angkatan Laut Bangladesh terlibat dalam negosiasi lanjutan dengan Korea Selatan untuk memperoleh enam kapal selam Improved Jang Bogo class berdasarkan program pengadaan pertahanan yang bernilai sekitar $2 miliar. Improved Jang Bogo class didasarkan pada desain kapal selam diesel listrik bauatn Jerman Tipe 209/1400 dan diproduksi oleh Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME).
Unit kapal selam baru dari Korea Selatan ini direncanakan akan ditempatkan di BNS Pekua, pangkalan kapal selam yang baru selesai dibangun di dekat Cox’s Bazar yang dibangun oleh Poly Technologies, perusahaan asal Cina dengan biaya $1,29 miliar.
Sebagai catatan, Chang Bogo class (yang di Indonesia disebut Nagapasa class) dan Jang Bogo class merujuk pada kapal selam yang sama, yakni varian kapal selam diesel-elektrik buatan Korea Selatan berdasarkan desain awal Type 209/1200 dari Jerman. Perbedaan penamaan ini biasanya hanya disebabkan oleh variasi transliterasi dari bahasa Korea ke dalam alfabet Latin.

Jang Bogo adalah nama dalam bahasa Korea yang diambil dari seorang laksamana terkenal Korea pada abad ke-9, yang dikenal karena mendominasi perdagangan maritim di Asia Timur. Sementara, Chang Bogo adalah transliterasi alternatif dari nama yang sama, terutama digunakan di dokumen-dokumen berbahasa Inggris atau sumber internasional yang memakai ejaan romanisasi yang berbeda.
Akuisisi enam kapal selam Improved Jang Bogo class merupakan bagian dari strategi angkatan laut yang lebih luas untuk meningkatkan armada kapal selam Bangladesh melalui kemampuan yang mendukung operasi bawah air yang bersifat ofensif dan defensif di Teluk Benggala dan wilayah maritim di sekitarnya.
Kongsberg MSI-90U Mk 2 – Combat Management System Buatan Norwegia di Kapal Selam Nagapasa Class
Fasilitas BNS Pekua, yang sekarang berfungsi sebagai markas Komando Armada Kapal Selam, dibangun khusus untuk menampung platform bawah air dan mencakup fasilitas dok kering untuk pemeliharaan, bengkel untuk sistem propulsi dan dukungan baterai, infrastruktur elektronik yang aman, dan ruang untuk operasi logistik.
Pangkalan tersebut dilindungi dengan radar pengawasan pantai dan sistem keamanan perimeter serta dirancang untuk memastikan perbaikan cepat dan kesiapan operasional bagi armada kapal selam. Lokasinya yang strategis di dekat Cox’s Bazar memungkinkan Angkatan Laut Bangladesh untuk mengerahkan kapal dengan cepat ke zona maritim timur, dengan akses langsung ke jalur laut di dekat Chattogram dan Laut Andaman.
Yang Khas dari “Shishumar Class”, Kapal Selam Type 209/1500 Pertama yang Diproduksi di Luar Jerman
Dari lokasi tersebut, Bangladesh akan diposisikan untuk memantau rute maritim utama dan menanggapi perkembangan regional di Teluk Benggala utara secara lebih efisien, termasuk kemungkinan penyerbuan atau pelanggaran batas.
Pembahasan pengadaan dengan Korea Selatan mencakup klausul tentang dukungan lifecycle support, perakitan lokal subsistem utama, dan potensi transfer teknologi untuk keberlanjutan jangka panjang.
Berdasarkan pengaturan usaha patungan atau offset, Bangladesh memiliki opsi untuk memproduksi komponen dan amunisi secara lokal seperti torpedo Baek Sang Eo (White Shark). Negosiasi ini juga membahas kolaborasi masa depan dalam pemeliharaan, peningkatan masa pakai menengah, dan manajemen keusangan.
[the_ad id=”77299″]
Pelatihan awak kapal selam, insinyur, dan teknisi diharapkan akan dimulai di Korea Selatan, dengan pengembangan kapasitas di dalam negeri yang didukung oleh kontraktor Korea Selatan. Kapal selam akan dilengkapi dengan senjata yang dikembangkan Korea Selatan, termasuk torpedo White Shark dan rudal jelajah Haeseong-3 (C-Star), bersama dengan ketentuan untuk torpedo Tiger Shark sebagai opsi masa depan dan Ranjau Bawah Air Cerdas.
Rangkaian ini dimaksudkan untuk menyediakan kompatibilitas dengan Combat Management System (CMS) K-CMS Korea Selatan, yang memfasilitasi pelacakan target, klasifikasi, dan keterlibatan melalui tindakan penanggulangan elektronik terintegrasi.
Dibekali Towed Array Sonar, AL Korea Selatan Bakal Upgrade Kapal Selam Changbogo Class
Sasaran strategisnya adalah untuk membangun kemampuan bawah air yang kredibel sebagai respons terhadap meningkatnya aktivitas kapal selam dari negara-negara tetangga, khususnya India dan Myanmar.
Kapal selam Improved Jang Bogo class menawarkan kecepatan saat penyelaman 21,5 knot, kecepatan di permukaan 11 knot, dan daya tahan hingga 50 hari, dan jangkauan sekitar 11.000 kilometer saat snorkeling pada kecepatan 10 knot. Dengan kapasitas awak 33 hingga 40 personel dan enam tabung torpedo 533 mm.
[the_ad id=”77299″]
Terkait pendanaan, hingga saat ini, belum ada informasi resmi yang mengonfirmasi bahwa tawaran kapal selam dari Korea Selatan kepada Bangladesh disertai dengan pinjaman lunak atau kredit ekspor. Namun, Korea Selatan secara aktif menyediakan pinjaman lunak kepada Bangladesh melalui Economic Development Cooperation Fund (EDCF), yang digunakan untuk mendanai berbagai proyek pembangunan di negara tersebut.
Angkatan Laut Bangladesh mengoperasikan dua kapal selam aktif, yaitu: BNS Nabajatra (S161) dan BNS Joyjatra (S162). Kedua kapal selam merupakan Type 035G (Ming class) buatan Cina, yang merupakan kapal selam diesel-elektrik.
Kedua kapal selam diperoleh dari Cina pada tahun 2016 melalui kontrak antar pemerintah senilai sekitar US$ 203 juta. Kedua kapal tersebut sebelumnya merupakan bagian dari armada Angkatan Laut Cina dan telah menjalani proses modernisasi sebelum diserahkan kepada Bangladesh. Keduanya resmi dikukuhkan ke dalam layanan Angkatan Laut Bangladesh pada 12 Maret 2017. (Gilang Perdana)


