Bila semuanya berjalan mulus, maka Bangladesh akan menjadi negara pengguna ekspor kedua kapal selam Chang Bogo class (Jang Bogo) setelah Indonesia. Persisnya, Bangladesh akan membeli enam kapal selam Improved Jang Bogo class (KSS-I) atau Chang Bogo class II dari Korea Selatan untuk melindungi wilayah maritimnya. (more…)
Bicara tentang kapal selam, tentu kita sering mendengar sosok Changbogo Class, lantaran sebelum Indonesia memberi label KRI Nagapasa 403 (lead Nagapasa Class), kita menyebut pesanan kapal selam produksi Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) sebagai Changbogo Class TNI AL. Namun, usia Changbogo Class milik AL Korea Selatan kini sudah tak muda-muda amat, pasalnya generasi pertama kapal selam dari basis Type 209 ini sudah mulai dioeperasikan Korea Selatan pada rentang 1993 dan 2001. (more…)
Sebagai sekutu dekat Amerika Serikat, wajar bila Korea Selatan rajin turut dalam gelaran latihan tempur yang digelar Negeri Uwak Sam, terkhusus yang terkait kawasan Asia Pasifik. Dan dari beragam tajuk latihan perang, Multilateral RIMPAC (Rim Of The Pacific) yang diselenggarakan dua tahun sekali di Hawaii, tak pernah luput dari kesertaan Negeri Ginseng tersebut. Bila Indonesia baru di 2014 mengirimkan kapal perangnya, maka armada kapal perang Korea Selatan sudah sejak 2002 terlibat aktif di RIMPAC. (more…)
Setelah combat management system, radar intai dan periskop untuk kapal selam Nagapasa Class (aka – Changbogo Class) dipaparkan pada artikel terdahulu, kini giliran sistem sonar yang menjadi perhatian pada kapal selam terbaru TNI AL tersebut. Wärtsilä, perusahaan teknologi dan energi asal Finlandia disebut-sebut menjadi pemasok solusi untuk sistem sonar untuk ketiga unit Nagapasa Class. (more…)
Singapura seolah tak rela melihat peningkatan kemampuan kapal selam Indonesia. Tak lama setelah Indonesia meneken kontrak pengadaan tiga unit kapal selam Changbogo Class di Desember 2011, maka Singapura di tahun 2013 langsung meneken kontrak pengadaan dua unit kapal selam mutakhir Type 218 yang masih berwujud konsep. Bahkan sebagai negara pengorder pertama, pihak manufaktur dari Jerman, ThyssenKrupp Marine Systems memberi label ‘kehormatan’ kapal selam ini sebagai Type 218SG. Dan menjelang tibanya kapal selam baru TNI AL, KRI Nagapasa 403 (aka – Changbogo Class) dari Korea Selatan, Singapura pada 16 Mei 2017 telah menambah pesanan dua unit Type 218SG, hingga AL Singapura bakal memiliki total empat unit Type 218SG. (more…)
Dengan rampungnya basis produksi kapal selam di galangan PT PAL pada September mendatang, secara langsung dimulai babak baru pembangunan kapal selam di dalam negeri. Selain proyek perdana berupa pengerjaan KRI Nagarangsang 405 (Nagabanda Class – aka Changbogo Class), fasilitas produksi kapal selam PT PAL juga nantinya dicanangkan untuk merilis kapal selam lanjutan untuk kebutuhan Korps Hiu Kencana TNI AL. (more…)
Bertempat di kesejukan distrik Okpo, Kota Geoje, Provinsi South Gyeongsang, Korea Selatan, hari kamis (24/3) lalu berlangsung seremoni peluncuran unit perdana kapal selam Nagabanda Class (aka – Changbogo Class). Momen peluncuran ini memperkuat identitas beredarnya foto-foto kapal selam yang sebelumnya telah ramai dalam bahasan netizen.
Tak ada yang keliru saat orang menyebut kapal selam terbaru TNI AL adalah Changbogo Class, pasalnya saat penandatanganan kontrak pengadaan tiga unit kapal selam dari Korea Selatan di tahun 2011, belum disebutkan secara definif penamaan ketiga KRI. Namun kabar terbaru menyebut unit pertama Changbogo Class TNI AL telah rampung konstruksi fisiknya dan siap memasuki masa uji coba. Ikut terungkap pula identitas unit kapal selam perdana sebagai KRI Nagabanda 403. (more…)
Area pabrik kapal selam PT PAL dalam proses pembangunan.
Ada kabar baik untuk perkembangan ToT (transfer of technology) industri alutsista di Indonesia. Pasalnya pihak PT PAL menyebut bahwa di bulan September 2016, seluruh pekerjaan fisik pembangunan komplek pembuatan kapal selam di Surabaya akan rampung, artinya proses pengerjaan pesanan ketiga Changbogo Class sudah dapat dimulai. (more…)
Menyambung pemberitaan di Indomiliter pada 18 November 2015, disebutkan ada dua galangan kapal yang berkompetisi untuk meraih kontrak overhaul kapal selam TNI AL KRI Cakra 401. Dua galangan tersebut, Daewoo Shipbuilding dan Marine Engineering (DSME), Korea Selatan dan DCNS, galangan kapal asal Perancis, sama-sama menawarkan paket maintenance, repair dan overhaul (MRO). Dan hingga tulisan ini diturunkan, nyatanya belum ada pemenang dari kontrak yang nilainya mencapai US$40 juta. (more…)