Insiden di Galangan Ingalls: Kebakaran Landa USS Zumwalt Saat Proses Instalasi Rudal Hipersonik

Kabar kurang sedap kembali menerpa kapal perusak paling futuristik milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy), USS Zumwalt (DDG-1000). Pada hari Minggu, 19 April 2026, sekitar pukul 21:45 waktu setempat, sebuah insiden kebakaran dilaporkan pecah di atas kapal saat unit ini tengah bersandar di dermaga (pierside) galangan HII Ingalls Shipbuilding, Pascagoula. Beruntung, kru kapal bereaksi cepat dan berhasil memadamkan api sebelum merambat ke area vital galangan.
Baca juga: Penampakan Korvet Stealth ‘Misterius’ Cina, Desainnya Mirip Korvet Visby Class Swedia
Berdasarkan laporan resmi dari Juru Bicara Angkatan Permukaan (Naval Surface Force) yang dilansir USNI News, insiden ini mengakibatkan tiga awak kapal terluka. Satu pelaut harus dilarikan ke rumah sakit setempat dalam kondisi stabil, sementara dua lainnya mendapatkan perawatan pertolongan pertama di lokasi kejadian.
Saat ini, US Navy tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk menentukan penyebab pasti kebakaran serta menilai sejauh mana kerusakan yang dialami oleh struktur internal kapal.
Insiden ini terjadi di tengah fase transformasi krusial bagi USS Zumwalt. Sejak Agustus 2023, kapal perusak ini telah berada di Ingalls untuk menjalani modernisasi besar-besaran guna mengubah perannya dari bantuan tembakan pantai menjadi platform serang laut lepas (blue-water strike platform). Fokus utamanya adalah pencopotan sistem meriam ganda Advanced Gun Systems (AGS) 155 mm yang telah dibatalkan, untuk digantikan dengan tabung peluncur besar bagi rudal hipersonik Conventional Prompt Strike (CPS).
According to USNI, a fire aboard the U.S. Navy Zumwalt-class guided missile destroyer USS Zumwalt (DDG-1000) occurred last night around 9:45p.m. local time, injuring 3 sailors, 2 of whom were treated at the scene and 1 was transported to the hospital. The USS Zumwalt is in the… pic.twitter.com/ImPd7AG2ru
— OSINTdefender (@sentdefender) April 22, 2026
Proses integrasi teknologi ini berjalan intensif; tak lama setelah tiba, USS Zumwalt sempat dipindahkan ke darat untuk pemasangan tabung rudal raksasa tersebut. Pada Desember 2024, kapal berhasil dilarungkan kembali (undocked), dan pada Januari 2026 kemarin, sang perusak siluman ini sempat melaut untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun guna menguji instalasi sistem senjata barunya. Kebakaran di dermaga ini terjadi saat kapal sedang dalam tahap final persiapan menuju kesiapan operasional penuh.
USS Zumwalt (DDG-1000) adalah kapal utama (lead ship) dari kelas perusak rudal kendali yang dirancang dengan desain lambung tumblehome ikonik untuk meminimalisir jejak radar (stealth). Memiliki panjang 190 meter dengan bobot benaman mencapai 16.000 ton, ia merupakan kapal perusak terbesar yang pernah dibangun. Kapal ini diluncurkan pada Oktober 2013 dan resmi masuk kedinasan (commissioning) pada 15 Oktober 2016 di Baltimore, Maryland.
Dapur pacunya digerakkan oleh Integrated Power System (IPS) berbasis turbin gas Rolls-Royce MT30 yang menghasilkan daya 78 megawatt—cukup untuk memasok energi bagi kota kecil. Meski masif, kapal ini hanya membutuhkan awak sekitar 147 personel berkat otomatisasi tingkat tinggi.
Selain tabung rudal hipersonik CPS yang sedang dipasang, kekuatan inti USS Zumwalt terletak pada 80 sel peluncur tegak (VLS) MK 57 yang terletak di pinggiran lambung (Peripheral Vertical Launch System). Sel-sel ini mampu membawa kombinasi rudal Tomahawk, Evolved Sea Sparrow Missiles (ESSM), hingga rudal anti-kapal.
Dengan kemampuan meluncurkan rudal hipersonik yang mampu melesat melebihi Mach 5, USS Zumwalt diproyeksikan menjadi elemen kunci dalam doktrin pertahanan AS di Pasifik. Meskipun kembali dilanda tantangan teknis di galangan, penyelesaian proyek modernisasi ini tetap menjadi prioritas utama Pentagon guna menghadapi eskalasi ketegangan global. (Gilang Perdana)
Misterius! Penampakan Kapal Perang Cina dengan Desain Mirip Kapal Perusak Stealth Zumwalt Class


