Jet Tempur F-35A Belanda ‘Kehilangan’ Bom Pintar, Ditemukan Petani Setelah 20 Bulan

Sebuah insiden yang tidak biasa kini tengah menyita perhatian militer Belanda, persisnya Angkatan Udara Kerajaan Belanda (RNLAF) terpaksa mengerahkan tim ahli penjinak bahan peledak (EOD) untuk menyisir kawasan di sekitar Pangkalan Udara Volkel. Pencarian intensif ini dilakukan guna menemukan sebuah bom pintar aktif jenis GBU-49 Enhanced Paveway II yang dilaporkan hilang atau terlepas secara tidak sengaja dari jet tempur siluman F-35A pada tahun 2023 silam.
Baca juga: “Jailbreak” F-35 Bak iPhone: Manuver Berani Belanda Hadapi Kontrol Ketat Software dari AS
Pada awalnya, operasi pencarian skala besar yang dilakukan segera setelah insiden terjadi tidak membuahkan hasil. Saat itu, otoritas militer meyakini bahwa amunisi latihan tersebut telah jatuh ke laut dalam batas aman yang tidak membahayakan publik. Namun, asumsi tersebut terpatahkan pada Juli 2025 ketika seorang petani di Pulau Texel secara mengejutkan menemukan bagian logam misterius di ladangnya.
Setelah dilakukan analisis mendalam di lokasi penemuan, Kementerian Pertahanan Belanda memastikan bahwa benda tersebut merupakan bagian dari amunisi latihan GBU-49 yang terlepas dari F-35 hampir 20 bulan sebelumnya.
Pusat dari kegaduhan ini adalah GBU-49 Enhanced Paveway II, sebuah amunisi pintar yang menjadi andalan utama bagi armada F-35A Belanda dalam menjalankan misi serangan presisi. Bom ini bukanlah amunisi biasa, melainkan hasil pengembangan canggih yang menggunakan basis bom serbaguna MK-82 seberat 500 pon atau sekitar 227 kilogram.
Swedia Borong Bom MK82 untuk Kemampuan Serang Darat Jet Tempur Gripen
Yang membedakan GBU-49 dari bom konvensional adalah integrasi paket pemandu mode ganda yang sangat canggih. Amunisi ini menggabungkan pemandu laser untuk akurasi terhadap target bergerak dengan sistem navigasi satelit (GPS/INS) yang memungkinkannya tetap menghantam sasaran dengan tepat meskipun dalam kondisi cuaca buruk atau lingkungan yang penuh asap.
Keunggulan utama dari GBU-49 terletak pada fleksibilitas operasionalnya. Senjata ini dirancang untuk mampu melakukan serangan dengan sudut jatuh yang sangat curam, atau sering disebut serangan tegak lurus, yang sangat efektif untuk menembus target di area perkotaan yang padat atau menghancurkan bunker yang terlindungi.
Bukan Hanya Karena Rusia, Belanda Berencana Order (Lagi) Jet Tempur Stealth F-35A Lightning II
Dalam operasionalnya dengan jet tempur generasi kelima F-35A, GBU-49 memegang peranan vital dalam menjaga profil siluman pesawat tersebut. Dalam konfigurasi siluman penuh, F-35A dapat membawa hingga empat unit GBU-49 di dalam perutnya. Namun, dalam skenario “Beast Mode”, jet ini mampu mengangkut hingga 10 sampai 12 unit bom pintar dengan bantuan rak tambahan di bawah sayap.
Menyusul temuan fragmen bom di ladang petani tersebut, Angkatan Udara Belanda mengambil langkah tegas dengan menangguhkan sementara seluruh kegiatan latihan yang menggunakan jenis amunisi ini. Investigasi menyeluruh telah diluncurkan untuk mengungkap penyebab pasti mengapa bom pintar tersebut bisa terlepas dari gantungan pesawat.
Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan prosedur pemasangan senjata pada jet tempur F-35A sebelum operasional kembali normal, guna menghindari risiko serupa yang dapat membahayakan keselamatan warga sipil di masa depan. (Gilang Perdana)


