Drone Kamikaze Hizbullah Tembak Jatuh “Sky Dew” Israel – Low Level Airborne Ground Surveillance System

Sebagai bagian dari sistem pertahanan udara berlapis, otoritas pertahanan udara Israel sejak lama telah menggunakan balon udara pengintai atau dikenal dengan sebutan Aerostat “Sky Dew” Low Level Airborne Ground Surveillance System. Dan belum lama ini ada kabar bahwa salah satu Sky Dew berhasil ditembak kempes dan jatuh ke permukaan oleh drone kamikaze yang diluncurkan milisi Hizbullah di Lebanon.

Baca juga: Ikuti Langkah Singapura, Polandia Kombinasikan AEW&C dengan Aerostat Low Level Airborne Ground Surveillance System

Sebuah video beredar memperlihatkan Sky Dew yang telah jatuh ke permukaan setelah diterjang drone kamikaze. Dikutip ynetnews.com, pihak IDF (Israel Defence Force) telah mengonfirkasi adanya serangan terhadap Sky Dew yang terjadi di Golani Junction, yang lokasinya berada sekitar 21 mil (sekitar 33 km) dari garis perbatasan Israel-Lebanon. Militer Israel menyebut tidak ada korban luka atau cedera dalam serangan terhadap Sky Dew.

Kemampuan Sky Dew pada hakekatnya adalah mendeteksi dan memberikan peringatan dini terhadap kehadiran rudal jelajah di ketinggian rendah, drone, dan ancaman udara tingkat lanjut lainnya.

Sky Dew adalah balon Aerostat yang dilengkapi dengan radar long range AFAR yang mampu memberikan pengawasan terus menerus selama beberapa hari dan mampu melacak hingga 500 target dengan jangkauan deteksi lebih dari 250 km. Balon ini juga mampu menghindari gangguan dari darat, sehingga balon ini sangat berguna untuk mendeteksi ancaman yang terbang rendah.

Long-range AFAR (Active Electronically Scanned Array Radar) adalah radar dengan kemampuan pemindaian aktif secara elektronik yang dirancang untuk jarak jauh. Radar ini menggunakan antena yang terdiri dari modul transmisi dan penerima yang terpisah secara individual. Setiap modul dapat dikontrol secara independen untuk mengarahkan pulsa radar ke arah yang berbeda-beda tanpa harus memindahkan seluruh antena secara fisik.

Aerostat AU Singapura (todayonline.com)

Keuntungan utama dari AFAR adalah kemampuannya untuk menghasilkan pulsa radar dengan kekuatan yang tinggi dan dapat diarahkan secara elektronik, sehingga memungkinkan radar untuk melacak target dengan lebih akurat dan cepat, serta memberikan informasi yang lebih detail. AFAR juga lebih tahan terhadap gangguan elektronik dan lebih sulit untuk dideteksi oleh radar penangkapan gambar, karena dapat mengubah pola radiasi secara dinamis.

Balon udara Sky Dew adalah salah satu yang terbesar dari jenisnya dan dikembangkan oleh Israel Missile Defense Organization (IMDO) and the US Missile Defense Agency (MDA), sementara produksiya dilalukan oleh TCOM, perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat.

Radar sensitif yang dipasang pada balon observasi ini tidak hanya relatif ekonomis dari segi sumber daya, tetapi juga tahan lama dan tidak memerlukan perawatan yang mahal. Transmisi data antara balon Sky Dew dan stasiun bumi dilakukan melalui jalur data serat optik terlindung.

Batas ketinggian atas balon observasi ini jauh melebihi batas radar berbasis darat (600 meter), sehingga memberikan jangkauan visibilitas yang lebih luas di cakrawala.

Selain Israel dan Amerika Serikat, pengguna Sky Dew adalah Arab Saudi, Singapura dan yang terbaru Azerbaijan. (Bayu Pamungkas)

Azerbaijan Adopsi “Sky Dew” Low Level Airborne Ground Surveillance System dari Israel

One Comment